
Elsubha.com – Pertanyaan: Mengapa Syaikh Ahmed Tidjani, semoga ALLAH meridhoinya, menasihati kita untuk membaca Surat al-Fatiha dengan cara ini: Basmala yang dikaitkan dengan Surat al-Fatihah?
Jawaban : Hadits Qudsi berikut ini merupakan salah satu alasan mengapa Guru kita tercinta Ahmed Tidjani (semoga ALLAH menyucikan rahasianya yang berharga) menyarankan kita untuk membacanya dengan cara ini:
Abu Bakar Ash-Shadiq radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan:
“ Demi ALLAH Yang Maha Tinggi, Muhammad al Mustafa telah menceritakan kepadaku:
Demi ALLAH Yang Maha Tinggi, Jibril (saw) telah menceritakan kepadaku:
Demi ALLAH Yang Maha Tinggi, Israfil (saw) telah menceritakan kepadaku:
ALLAH, semoga DIA ditinggikan, berfirman: “Wahai Israfil, demi KEKUATAN-KU YANG MAHA KUASA, KEAGUNGAN-KU, KEMURAHAN HATI-KU dan KEMULIAAN-KU, barangsiapa yang membaca: “Dengan menyebut nama ALLAH, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang” segera diikuti oleh Fatiha Kitab satu kali saja, bersaksilah bahwa Aku telah mengampuninya, bahwa Aku telah menerima amal baiknya dan menolak amal buruknya. Aku tidak akan membakar lidahnya dalam api, Aku akan melindunginya dari siksa Neraka, dari siksa Kebangkitan dan dari ketakutan yang besar. Dia akan menemui-Ku di hadapan para Nabi dan para Wali!””
Maka kita membacanya sebagaimana yang diucapkan dalam berkas audio berikut:
(“BISMILLAHIRAHMANIRAHI MILHAMDU LILLAHIRABBILALAMIN”), ketika melaksanakan shalat wajib dan shalat sunah, dan ketika melaksanakan lazim, wirid, hadra, dan sebagainya…
Catatan: Misalnya, jika seseorang menjadi imam shalat berjamaah, lalu ia tahu bahwa mengkaitkan bacaan Basmala dengan bacaan Al-Fatihah dapat menimbulkan pertengkaran, maka tentu saja lebih utama menghindari perdebatan. Maka dalam kondisi seperti itu, kita tidak mengkaitkan keduanya.
Sumber : https://tidjaniya.com/en/basmala-linked-with-surat-fatiha/
