You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

Pembahasan 4. Aku bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang hadits Nabi Saw,
تَنَامُ عَيْنِي وَلَا يَنَامُ قَلْبِي

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – Aku bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang hadits Nabi Saw,

تَنَامُ عَيْنِي وَلَا يَنَامُ قَلْبِي

“Mataku tidur, namun hatiku tidak tidur.”

Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra menjawab:

Ketahuilah, bahwa indera manusiawi itu istirahat pada saat tidur, sebagaimana kebiasaan manusia. Sedangkan hatinya Nabi Saw senantiasa tenggelam dalam memandang Al Hadhrah Al Qudsiyah, dengan menjaga apa yang tampak darinya, berupa fuyûdhât dan tajalliyât, ragam ahwal dan ma’arif, serta tajalliyât asma dan sifat, dengan selalu melakukan kewajiban beliau dalam menerima semua itu yang berupa adab, ta’zhim dan ijlâl (pengagungan); serta melakukan hak beliau, yaitu khidmat dan ibadah. Karena hal itulah, beliau selalu dalam keadaan terjaga. Beliau tidak pernah merasa lemah sedikit pun, bahkan tak ada sesuatu pun yang dapat membuat beliau sibuk walaupun hanya sesaat. Sebagaimana beliau menjaga hal itu dalam keadaan terjaga dan tidak pernah merasa lemah karenanya. Demikian pula, beliau menjaganya dalam keadaan tertidur. Tidak ada bedanya, dalam keadaan terjaga ataupun tertidur.

Tidurnya Rasulullah Saw hanya sebatas batasan beliau sebagai manusia, kondisi ini tidak sampai ke dalam hati hingga membuat beliau lupa akan memandang hadhrah Ilahiyyah, sesuai dengan keadaan beliau sebagai manusia, tidak ada keistimewaan bagi beliau dalam hal ini. Bahkan, semua nabi juga sama. Selesai sudah apa yang diimla ‘kan Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra kepada kami.-

Diantara perkara yang di-imla kan Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra kepada kami adalah, beliau berkata:

Jumlah hijab yang ada di atas ‘Arasy sebanyak tujuh puluh hijab. Jarak antara satu hijab ke hijab yang lain sejauh jarak tempuh tujuh puluh ribu tahun. Tebal setiap hijab sejauh jarak tempuh tujuh puluh ribu tahun. Di atasnya terdapat Alam Ar-Raqqa, yaitu alam yang dipenuhi dengan para malaikat. Bahkan, setiap hijab dipenuhi oleh para malaikat yang mulia-mulia. Setiap hijab adalah alam. Di belakang semua hijab itu terdapat garis berwarna hijau, yaitu batas alam-alam makhluk. Di belakangnya lagi tidak ada tempat yang kosong dan tidak pula penuh, di sana ada Allah dan tidak ada yang lain bersama-Nya. Demikianlah yang dimaksud sabda Nabi Saw saat beliau menceritakan kejadian di malam isra’,

وَلَمْ أَرَ عِنْدَ رُؤْيَةِ رَبِّي أَحَدًا حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ قَدْ مَاتُوْا

“Saat aku melihat Rabbku, aku tidak melihat satu pun dari makhluk-Nya, hingga aku mengira bahwa setiap makhluk di langit dan bumi telah mati semua.”

-Selesai sudah apa yang di-imla ‘kan Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra kepada kami.-

Sumber : BUKU SAYYIDI SYAIKH RA MENJAWAB JILID 2 – KAJIAN SEPUTAR HADITS, SULUK, DAN FIKIH (JAWAHIR AL MA’ANI) SYAIKH AL HAJJ ALI HARAZIM AT-TIJANY