You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

Pembahasan 42. Aku bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang hakekat ‘ujub

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – Aku bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang hakekat ‘ujub.

Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra menjawab:

‘Ujub adalah mengagungkan amal dan melupa kan anugerah Allah Swt kepadanya. Hakekat riya adalah melakukan amal karena manusia, berharap mendapatkan manfaat dari mereka secara langsung atau tidak langsung; atau karena menolak bahaya atau takut fitnah. Hakekat amal adalah melakukan sesuatu sesuai dengan perintah Allah Swt, zhahir dan batin, sebagaimana keadaannya; dan berniat tawajjuh kepada Allah Swt dengan melaksanakan perintah-Nya. Orang yang beramal karena Allah Swt dengan ber-tawajjuh kepada-Nya, disamping mengharap kan pahala dari-Nya atas amal tersebut, maka ini adalah posisi yang dihindari oleh para wali Allah. Ada yang berpendapat bahwa amal itu batal dan tidak bernilai pahala. Ada yang berpendapat bahwa amal itu sah dan berpahala. Ada juga yang berpendapat bahwa amal itu batal sehingga dia mengharap pahala dari itu.

Inti perkara ini adalah amal yang murni karena Allah Swt, bukan karena pahala, bukan pula karena tamak (mengharapkan sesuatu) itu lebih utama dan lebih mulia. Dalilnya adalah firman Allah Swt tentang apa yang diceritakan-Nya dalam Zabur, Dia berfirman, “Sesungguh nya orang yang paling mencintai-Ku adalah orang yang beribadah kepada-Ku bukan karena pahala, tetapi untuk menunaikan hak Rububiyah.”

Allah Swt juga menceritakan dalam sebagian Kitab yang diturunkan, “Adakah yang lebih zhalim daripada orang yang beribadah kepada-Ku karena surga atau neraka. Seandainya Aku tidak menciptakan surga dan neraka, masihkah Aku pantas untuk disembah?”

Namun, jika amal itu dilakukan karena tamak dan mengharap surga, maka amal itu tetap sah, diterima dan berpahala. Wassalam.- -Selesai sudah apa yang di-imla` kan Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra kepada kami.-

Sumber : BUKU SAYYIDI SYAIKH RA MENJAWAB JILID 3 – KAJIAN SEPUTAR HADITS, SULUK, DAN FIKIH (JAWAHIR AL MA’ANI) SYAIKH AL HAJJ ALI HARAZIM AT-TIJANY