You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

Pembahasan 20. Aku bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang maksud firman Allah Swt (QS. An-Nisa’ 4: Ayat 110),
وَ مَنْ يَّعْمَلْ سُوْٓءًا اَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهٗ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللّٰهَ يَجِدِ اللّٰهَ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – Aku bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang maksud firman Allah Swt,

وَ مَنْ يَّعْمَلْ سُوْٓءًا اَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهٗ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللّٰهَ يَجِدِ اللّٰهَ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا
wa may ya’mal suuu-an au yazhlim nafsahuu summa yastaghfirillaaha yajidillaaha ghofuuror rohiimaa

“Dan barang siapa berbuat kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian dia memohon ampunan kepada Allah, niscaya dia akan mendapatkan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 110)

Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra menjawab:

Makna ayat tersebut adalah, bahwa orang yang mengakui dosa besar atau dosa kecil kemudian dia kembali kepada Allah Swt lantaran takut terhadap hukuman atas dosanya, iapun merendahkan diri pada Allah Swt dan meminta ampunan atas dosa yang pernah ia perbuat, niscaya ia akan dapati Allah Swt dalam kondisi mengampuni dosa lagi penyayang sesuai dengan janji-Nya yang indah. Istighfar orang tersebut pun tidak mungkin hampa dari ampunan Allah Swt, sesuai dengan sabda nabi Muhammad Saw,

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَوْ لَمْ تُذْنِبُوا لَذَهَبَ اللَّهُ بِكُمْ وَجَاءَ بِقَوْمٍ يُذْنِبُوْنَ فَيَسْتَغْفِرُوْنَ اللَّهَ فَيَغْفِرُ لَهُمْ.

“Demi jiwaku yang ada dalam genggaman-Nya, jika kalian tidak melakukan dosa, niscaya Allah lenyapkan kalian dan mendatangkan kembali kaum yang senantiasa berbuat dosa, dimana mereka memohon ampunan pada Allah dan Allah mengampuni mereka.”

Sabda nabi Muhammad Saw ini ingin menunjukkan sisi keutamaan Allah pada makhluk-Nya.

Didalam ayat diatas terdapat gambaran tentang pengharapan yang besar, janji yang mulia bahwa sungguh orang yang memohon ampunan Allah Swt dengan merendahkan diri kepada-Nya dengan benar, niscaya Allah Swt akan mengampuni dosanya sebanyak apapun. Dalam kondisi ini terdapat gambaran pengharapan yang besar, dimana banyak orang yang lalai tentang hal ini. Dalam ayat ini hanya berisikan permohonan ampunan saja meski tanpa diringi tobat.

Apabila dirinya benar-benar merendahkan diri dihadapan Allah Swt dalam memohon ampunan, maka ia akan mendapati Allah Swt dalam kondisi memberikan ampunan dan juga kasih sayang padanya, karena seorang hamba pada hari Kiamat nanti akan melihat catatan amalnya dan tidak menemukan catatan dosa, lalu ia kembali memohon ampunan pada Allah Swt dan Allah pun memberikan ampunan, catatan amalnya pun tidak akan diletakkan diatas mizan (timbangan amal). Sedangkan hamba yang tidak memohon ampunan pada-Nya, maka catatan amalnya akan diletakkan di atas timbangan amal.

-Selesai sudah apa yang di-imla’ kan pada kami dari hafalan dan perkataan Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra.-

Sumber : BUKU SAYYIDI SYAIKH RA MENJAWAB JILID 1 – KAJIAN SEPUTAR AL-QUR’AN (JAWAHIR AL MA’ANI) SYAIKH AL HAJJ ALI HARAZIM AT-TIJANY