
Elsubha.com – Aku bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang maksud firman Allah Swt,
وَلَـنَبْلُوَنَّكُمْ حَتّٰى نَعْلَمَ الْمُجٰهِدِيْنَ مِنْكُمْ وَا لصّٰبِرِيْنَ ۙ وَنَبْلُوَا۟ اَخْبَا رَكُمْ
wa lanabluwannakum hattaa na’lamal-mujaahidiina mingkum wash-shoobiriina wa nabluwa akhbaarokum
“Dan sungguh, Kami benar-benar akan menguji kamu sehingga Kami mengetahui orang-orang yang benar-benar berjihad dan bersabar di antara kamu; dan akan Kami uji perihal kamu.”
(QS. Muhammad 47: Ayat 31)
Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra menjawab:
Cobaan itu ada dua macam: Pertama, cobaan yang bermakna ujian, seperti yang tertera dalam firman-Nya,
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَيَبْلُوَنَّكُمُ اللّٰهُ بِشَيْءٍ مِّنَ الصَّيْدِ تَنَا لُـهٗۤ اَيْدِيْكُمْ وَ رِمَا حُكُمْ لِيَـعْلَمَ اللّٰهُ مَنْ يَّخَا فُهٗ بِا لْـغَيْبِ ۚ فَمَنِ اعْتَدٰى بَعْدَ ذٰلِكَ فَلَهٗ عَذَا بٌ اَ لِيْمٌ
yaaa ayyuhallaziina aamanuu layabluwannakumullohu bisyai-im minash-shoidi tanaaluhuuu aidiikum wa rimaahukum liya’lamallohu may yakhoofuhuu bil-ghoiib, fa mani’tadaa ba’da zaalika fa lahuu ‘azaabun aliim
“Wahai orang-orang yang beriman! Allah pasti akan menguji kamu dengan hewan buruan yang dengan mudah kamu peroleh dengan tangan dan tombakmu agar Allah mengetahui siapa yang takut kepada-Nya, meskipun dia tidak melihat-Nya. Barang siapa melampaui batas setelah itu, maka dia akan mendapat azab yang pedih.”
(QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 94)
Juga seperti yang tertera dalam firman-Nya,
وَلَـنَبْلُوَنَّكُمْ حَتّٰى نَعْلَمَ الْمُجٰهِدِيْنَ مِنْكُمْ وَا لصّٰبِرِيْنَ ۙ وَنَبْلُوَا۟ اَخْبَا رَكُمْ
wa lanabluwannakum hattaa na’lamal-mujaahidiina mingkum wash-shoobiriina wa nabluwa akhbaarokum
“Dan sungguh, Kami benar-benar akan menguji kamu sehingga Kami mengetahui orang-orang yang benar-benar berjihad dan bersabar di antara kamu; dan akan Kami uji perihal kamu.”
(QS. Muhammad 47: Ayat 31)
Kedua, cobaan yang bukan ujian tetapi adzab, hal ini seperti yang tertera dalam firman-Nya,
اَمْ حَسِبْتُمْ اَنْ تَدْخُلُوا الْجَـنَّةَ وَ لَمَّا يَأْتِكُمْ مَّثَلُ الَّذِيْنَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ ۗ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَآءُ وَا لضَّرَّآءُ وَزُلْزِلُوْا حَتّٰى يَقُوْلَ الرَّسُوْلُ وَا لَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗ مَتٰى نَصْرُ اللّٰهِ ۗ اَ لَاۤ اِنَّ نَصْرَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ
am hasibtum ang tadkhulul-jannata wa lammaa ya-tikum masalullaziina kholau ming qoblikum, massat-humul-ba-saaa-u wadh-dhorrooo-u wa zulziluu hattaa yaquular-rosuulu wallaziina aamanuu ma’ahuu mataa nashrulloh, alaaa inna nashrollohi qoriib
“Ataukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan, dan diguncang (dengan berbagai cobaan), sehingga rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, “Kapankah datang pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 214)
Redaksi pada ayat lainnya,
وَلَـنَبْلُوَنَّكُمْ حَتّٰى نَعْلَمَ الْمُجٰهِدِيْنَ مِنْكُمْ وَا لصّٰبِرِيْنَ ۙ وَنَبْلُوَا۟ اَخْبَا رَكُمْ
wa lanabluwannakum hattaa na’lamal-mujaahidiina mingkum wash-shoobiriina wa nabluwa akhbaarokum
“Dan sungguh, Kami benar-benar akan menguji kamu sehingga Kami mengetahui orang-orang yang benar-benar berjihad dan bersabar di antara kamu; dan akan Kami uji perihal kamu.”
(QS. Muhammad 47: Ayat 31); maka yang dimaksud dengan pengetahuan disini adalah pengetahuan yang tampak saja dan bukan pengetahuan aslinya, sebab ilmu Allah Swt meliputi semua yang akan terjadi, meliputi perkara yang akan terjadi pada mereka, meliputi perkara yang datangnya dari mereka dan titik akhir perkara mereka. Pengetahuan seperti ini memang tersembunyi dan tidak ditampakkan, berbeda dengan pengetahuan akan apa yang tampak saja.
Contoh dari pengetahuan yang nampak, hal ini nyata dalam firman-Nya,
وَمِنْهُمْ مَّنْ عَاهَدَ اللّٰهَ لَئِنْ اٰتٰٮنَا مِنْ فَضْلِهٖ لَـنَصَّدَّقَنَّ وَلَنَكُوْنَنَّ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ
wa min-hum man ‘aahadalloha la-in aataanaa ming fadhlihii lanashshoddaqonna wa lanakuunanna minash-shoolihiin
“Dan di antara mereka ada orang yang telah berjanji kepada Allah, “Sesungguhnya jika Allah memberikan sebagian dari karunia-Nya kepada kami, niscaya kami akan bersedekah dan niscaya kami termasuk orang-orang yang saleh.””
(QS. At-Taubah 9: Ayat 75)
فَلَمَّاۤ اٰتٰٮهُمْ مِّنْ فَضْلِهٖ بَخِلُوْا بِهٖ وَتَوَلَّوْا وَّهُمْ مُّعْرِضُوْنَ
fa lammaaa aataahum ming fadhlihii bakhiluu bihii wa tawallaw wa hum mu’ridhuun
“Ketika Allah memberikan kepada mereka sebagian dari karunia-Nya, mereka menjadi kikir dan berpaling, dan selalu menentang (kebenaran).”
(QS. At-Taubah 9: Ayat 76)
Dalam ayat ini Allah Swt mempermalukan mereka dan menampakkan kondisi mereka yang sebenarnya, maka inilah pengetahuan yang nampak itu.
