
Elsubha.com – Aku bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang maksud firman Allah Swt,
وَمَنْ اَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِيْ فَاِ نَّ لَـهٗ مَعِيْشَةً ضَنْكًا وَّنَحْشُرُهٗ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اَعْمٰى
wa man a’rodho ‘ang zikrii fa inna lahuu ma’iisyatang dhongkaw wa nahsyuruhuu yaumal-qiyaamati a’maa
“Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta.””
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 124)
Ayat ini berlaku nanti di akhirat, Aku (Syaikh Ali Harazim) berkata, “Dari kesesuaian ayat tersebut menunjukkan bahwa itu berlaku di dunia.”
Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra menjawab:
Secara kasat mata pun ayat itu menunjukkan bahwa perkara itu berlaku nanti di akhirat, sebab kita banyak menyaksikan orang-orang kafir yang kehidupannya lapang, jikalau memang kehidupan yang sempit itu di dunia, maka mereka pun tidak mungkin hidup lapang, maka kelapangan hidup di dunia yang kita saksikan ini menunjukkan bahwa kehidupan sulit berlaku di akhirat bagi orang yang berpaling dari peringatan Allah Swt.
Dalil yang menguatkan pendapat ini adalah firman Allah Swt, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
ذٰ لِكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَفْرَحُوْنَ فِى الْاَ رْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَبِمَا كُنْـتُمْ تَمْرَحُوْنَ
zaalikum bimaa kungtum tafrohuuna fil-ardhi bighoiril-haqqi wa bimaa kungtum tamrohuun
“Yang demikian itu disebabkan karena kamu bersuka ria di bumi (tanpa) mengindahkan kebenaran dan karena kamu selalu bersuka ria (dalam kemaksiatan).”
(QS. Ghafir 40: Ayat 75)
Jikalau memang kehidupan yang sempit adalah penghujung nasib mereka, maka merekapun tidak akan senang. Dalil lainnya adalah firman-Nya, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اِنَّهُمْ كَا نُوْا قَبْلَ ذٰلِكَ مُتْرَفِيْنَ
innahum kaanuu qobla zaalika mutrofiin
“Sesungguhnya mereka sebelum itu (dahulu) hidup bermewah-mewah,”
(QS. Al-Waqi’ah 56: Ayat 45)
Redaksi مُتْرَفِيْنَ “Bermewahan” berkaitan dengan nikmat tubuh, sementara nikmat tubuh itu mustashil jika hidup dalam keadaan sulit, karena dalam kehidupan yang sulit itu ada kesedihan yang menyebabkan badan tidak enak.
-Selesai sudah apa yang di-imla’ kan pada kami dari hafalan dan perkataan Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra.-
