You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

Pembahasan 23. Akupun bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang lingkaran ma’rifat orang yang ‘Arifbillah

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – Akupun bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang lingkaran ma’rifat orang yang ‘Arifbillah

Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra menjawab:

Orang yang ‘Arifbillah jika ia diangkat ke posisi al qurb maka lingkaran kema’rifatan dirinya akan meluas.

Allah memiliki sifat mendengar, melihat, kalam, qudrah dan irâdah, setiap sifat ini dapat menyelimuti makhluk pada satu saat, perkara ini pun tidak akan tertukar lantaran dzat makhluknya berbeda-beda atau lafazh-nya berbeda-beda atau gerakannya pun berbeda-beda. Allah Swt mampu membeda-bedakan itu semua dengan pembedaan yang tidak akan tercampur dengan yang lainnya; tidak terkait sifat mendengar, tidak terkait sifat melihat dan tidak pula terkait dengan sifat yang lainnya.

Inilah gambaran orang yang ‘Arifbillah ketika diangkat ke posisi al qurb, pendengarannya mampu mendengar seperti pendengarannya Allah Al Haqq dengan luasnya lingkaran kema’rifatan dirinya. Sebab, pada lingkaran yang sempit, perkara diatas tidaklah dipikul kecuali oleh satu orang saja, bahkan perkaranya bukan yang berkaitan dengan lafazh, bukan yang berkaitan dengan dzat dan tidak pula berkaitan dengan gerakan, hal ini lantaran sempitnya lingkaran dan cakupan ma’rifat orang tersebut.

Maka jika ia diangkat ke posisi al qurb, maka lingakaran dirinya pun akan semakn luas dengan keluasan kebajikannya, sehingga dia mampu memikul ragam gerakan, dzat dan lafazh dari alam ini pada satu waktu yang sama sesuai dengan keluasan sisi ma’rifat nya. Oleh karenanya, ragam suara makhluk pun tidak akan tertukar pada waktu yang sama, wujud dzat makhlukpun tidak akan tertukar pada waktu yang sama dan gerakan makhluk pun tidak akan tertukar pada waktu yang sama; baik digapai dengan cara didengar maupun diihat.

Beginilah makna hadits, وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِمَا “Dan tangannya yang dia gunakan untuk memegang,” sungguh cengkraman tangan itu sesuai dengan luasnya sisi kemampuan ilahiyyah pada masa azali, misalnya dia mampu melampaui bumi dalam sekejap mata. Begitu pula kaki yang dia gunakan untuk berjalan, maka ia mampu berjalan diantara makhluk yang ada dalam sekejap mata. Inilah makna dari hadits, Aku menjadi” كُنتُ سَمْعَهُ pendengaran-nya…..” dalam riwayat lainnya, كُنْتُهُ “Aku menjadinya,” maknanya adalah Aku menjadi wakil darinya dengan semua sifat-Ku, dalam arti lain dia akan mendengar dengan pendengaran Allah Al Haqq, melihat dengan penghilatan Allah Al Haqq dan seterusnya. -Selesai sudah apa yang di-imla’ kan Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra kepada kami.-

Sumber : BUKU SAYYIDI SYAIKH RA MENJAWAB JILID 2 – KAJIAN SEPUTAR HADITS, SULUK, DAN FIKIH (JAWAHIR AL MA’ANI) SYAIKH AL HAJJ ALI HARAZIM AT-TIJANY