You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

Amalan Pembentengan Diri Para Sahabat Sayyidi Syaikh Ahmad at-Tijany Ra

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – Amalan Pembentengan Diri

“Untuk mengamalkan wirid ikhtiyari, alangkah lebih bijak jika dikonsultasikan terlebih dahulu kepada muqaddam masing-masing”

Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad at-Tijany Ra ketika kondisinya mendesak (genting), beliau meminta sembilan sahabat khusus beliau untuk membaca dzikiran tahshin (pembentengan diri), mereka itu adalah:

1. Sayyidi Muhammad al Musyri, beliau membaca hizb saifi sebanyak 7x antara malam dan siang hari.

2. Al Faqih al Jalil As-Sayyid al ‘Abbas Asy-Syarqawi membaca,

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

“Dengan nama Allah yang tiada sesuatupun yang bisa memberikan mudharat di langit dan di bumi) dan Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Tahu,” sebanyak 500x pagi dan sore.

3. Asy-Syarif al Ajall Sayyidi Umar ad-Dibagh biasa membaca bacaan,

حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ

“Cukuplah Allah bagiku dan Dialah sebaik-baiknya wakil,” sebanyak 10.000x pagi dan sore.

4. Al Faqih as-Sayyid Abu Mas’ud biasa membaca bacaan hauqalah,

لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ

 “Tiada daya dan upaya melainkan dari Allah yang Maha Luhur dan Agung,” 500x pada pagi hari dan 500x lainnya pada waktu sore. Diapun membaca ayat kursi 100x pada pagi hari dan 100x pada sore hari.

5. Abul Hasan Sayyidi Bû Hafsh bin Abdurrahman (anak Sayyidi Syaikh Ra) biasa membaca bacaan,

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ، يَا حَفِيظُ، يَا مَنِيْعُ، يَالَطِيفُ، حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ

“Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Wahai Dzat yang Maha Mencegah, wahai Dzat yang Lembut. Cukuplah Allah bagi kami dan Dialah sebaik-baik yang pelindung.” sebanyak 500x pada pagi hari dan 500x lainnya pada sore hari.

6. As-Sayyidi Abu Samâhah biasa membaca bacaan,

يَالَطِيفُ

“Wahai Dzat yang Maha Lembut” sebanyak 1000x pada pagi hari dan 1000x lainnya pada sore hari.

7. Asy-Syarif al Amjad, as-Sayyid Abdul Wahid Bû Ghalib setiap hari biasa membaca 100x bacaan shalawat Jauharah al Kamâl.

8. Sayyidi al Hajj ‘Ali Amlaas biasa membaca ayat kursi sebanyak 500x, setelahnya membaca do’a berikut sebanyak 7x:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلَيَّ الْعَظِيمِ، حَسْبِيَ اللهُ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ، وَلَا يَقِفُ لِأَمْرِ اللَّه شَيْءٌ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ، حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ

“Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Tiada daya dan upaya melainkan dari pertolongan Allah yang Maha luhur dan Maha Agung. Cukuplah Allah bagiku dari segala sesuatu. Tidak ada satupun makhluk yang mengetahui perkara Allah. Tiada daya dan upaya melainkan dari pertolongan Allah yang Maha Luhur dan Maha Agung. Cukuplah Allah bagi kami dan Dialah sebaik-baik pelindung (7 kali).”

9. As-Sayyid Abdurahman Barrâdah biasa membaca bacaan ini sebanyak 21x pada pagi hari, bacaannya demikian:

احْتَجَبْتُ بِنُوْرِ وَجْهِ اللَّهِ الْقَدِيمِ الْكَامِلِ، وَتَحَصَّنْتُ بِحِصْنِ اللهِ الْقَوِيِّ الشَّامِلِ، وَرَمَيْتُ مَنْ بَغَى عَلَيَّ بِسَهْمِ اللَّهِ وَسَيْفِهِ الْقَاتِلِ، اللَّهُمَّ يَا غَالِبًا عَلَى أَمْرِهِ وَيَا قَائِمًا فَوْقَ خَلْقِهِ وَيَا حَائِلًا بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهِ حُلَّ بَيْنِي وَبَيْنَ الشَّيْطَانِ وَنَزْغِهِ وَبَيْنَ مَا لَا طَاقَةَ لِي بِهِ مِنْ أَحَدٍ مِنْ خَلْقِكَ كُفَّ أَلْسِنَتَهُمْ وَاغْلُلْ أَيْدِيَهُمْ وَأَرْجُلَهُمْ، وَاجْعَلْ بَيْنِي وَبَيْنَهُمْ  سَدًّا مِنْ نُوْرِ عَظَمَتِكَ وَحِجَابًا مِنْ قُدْرَتِكَ وَجُنْدًا مِنْ سُلْطَانِكَ، إِنَّكَ حَيُّ قَادِرٌ. اَللَّهُمَّ أَعْشِ عَنِّي أَبْصَارَ النَّاظِرِينَ حَتَّى أَرِدَ الْمَوَارِدِ، وَأَعْشِ عَنِّي أَبْصَارَ النُّوْرِ وَالظُّلُمَاتِ حَتَّى لَا أُبَالِي بِأَبْصَارِهِمْ: (يَكَادُ سَنَا بَرْقِهِ يَذْهَبُ بِالْأَبْصَارِ يُقَلِّبُ اللَّهُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارِ)

“Aku (telah) menghijab diriku dengan cahaya Allah yang lampau nan sempurna, akupun telah membentengi diri dengan benteng Allah yang kuat lagi menyeluruh, aku telah melempar orang yang durjana padaku dengan panah Allah dan pedang-Nya yang menyambar. Ya Allah, wahai Dzat yang perkaranya (selalu) menang, wahai Dzat yang berdiri diatas makhluknya (menguasai), wahai Dzat pemisah antara seseorang dan kalbunya, pisahkanlah antara aku dan syaithan berikut dorongannya dan juga (pisahkanlah aku) antara (perkara) yang aku tidak sanggup (menanggungnya) dari salah seorang hamba-Mu, tutup lisan mereka, belenggu tangan dan kaki mereka, jadikanlah antara aku dan mereka sekat dari cahaya keagungan-Mu, tirai dari kemampuan-Mu, pasukan dari kerajaan-Mu, sungguh engkaulah Dzat yang Maha Hidup lagi mampu. Ya Allah, lemahkanlah dariku pandangan orang yang melihat, hingga aku masuki sumber air, lemahkanlah juga dariku pandangan cahaya dan kegelapan itu, hingga aku tidak pedulikan pandangan mereka. ((Kilauan kilat itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan. Allah mempergantikan malam dan siang)). Setelah ini kemudian membaca bacaan surah al Ikhlas sebanyak 21x. Seperti ini pula yang dilakukannya pada sore hari.

Catatan :

Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad at-Tijany Ra selalu membaca hizib bahr bersama mereka, dilanjut dengan membaca qashidah, “Ma Arsalar-rahmânu aw yursila..”

Sayyidi Syaikh Ra juga memiliki ragam do’a dan dzikiran yang penuh dengan asrar dan anwar yang tidak ditulis di kertas, namun ini dibacakan secara musyafahah bagi orang yang memiliki adab yang luhur.

Sumber : BUKU AHZAB WA AWRAD (AHZAB WA AWRAD AL QUTHB AR-RABBANI WA AL ‘ARIF ASH-SHAMDANI) SAYYIDI SYAIKH AHMAD AT-TIJANY RA, TAHQIQ : SYAIKH MUHAMMAD AL HAFIZ AT-TIJANY AL MISHRI