
Elsubha.com – Amalan Sayyidi Syaikh Ahmad at-Tijany Ra; Do’a al Jalalah
“Untuk mengamalkan wirid ikhtiyari, alangkah lebih bijak jika dikonsultasikan terlebih dahulu kepada muqaddam masing-masing”
Tatacara membacanya sebagai berikut:
1. Membaca isim jalalah sebanyak 44x,
2. Setelah selesai sejumlah tersebut, lalu berdo’a dengan do’a berikut:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِعَظَمَةِ الْأُلُوْهِيَّةِ، وَبِأَسْرَارِ الرُّبُوْبِيَّةِ، وَبِالْقُدْرَةِ الأَزَلِيَّةِ، وَبِالْقُوَّةِ السَّرْمَدِيَّةِ، وَبِحَقِّ ذَاتِكَ الْمُنَزَّهَةِ عَنْ الْكَيْفِيَّةِ وَالشَّبَهِيَّةِ، وَبِحَقِّ النُّوْرِ الْمُطْلَقِ وَالْبَيَانِ الْمُحَقَّقِ, وَالْحَضْرَةِ الأَحَدِيَّةِ وَالْحَضْرَةِ السَّرْمَدِيَّةِ (وَالْحَضْرَةِ الرُّبُوْبِيَّةِ) وَالْحَضْرَةِ الإلهِيَّةِ
“Ya Allah, aku memohon pada-Mu dengan (mengakui) keagungan sisi uluhiyyah-Mu, ragam rahasia sisi rububiyyah-Mu, dengan (mengakui) kemampuan azali-Mu, dengan (mengakui) kekuatan dan keagungan (Mu) yang abadi. (Akupun memohon pada-Mu) dengan kebenaran Dzat (Mu) yang tersucikan dari seluk-beluk bagaimana dan penyerupaan. (Akupun memohon pada-Mu) dengan kebenaran cahaya yang mutlak dan penjelasan yang terklarifikasi, dan hadhrah Ahadiyyah (sisi Kemanunggalan-Mu), hadhrah Sarmadiyyah (sisi keabadian-Mu); hadhrah Rububiyah (sisi pengayoman-Mu) dan sisi Uluhiyyah (sisi ketuhanan-Mu)
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِسَطْوَةِ الْأُلُوْهِيَّةِ، وَبِثُبُوْتِ الرُّبُوْبِيَّةِ، وَبِعِزَّةِ الْوَحْدَانِيَّةِ، وَبِقِدَمِ الْكَيْنُوْنِيَّةِ، وَبِقُدُّوْسِ الْجَبَرُوتِيَّةِ، وَبِدَوَامِ الصَّمَدِيَّةِ، وَبِحَقِّ مَلَائِكَتِكَ أَهْلِ الصَّفَةِ الْجَوْهَرِيَّةِ، وَبِحَقِّ عَرْشِكَ الَّذِي تَغْشَاهُ الْأَنْوَارُ وَبِمَا فِيْهِ مِنَ الْأَسْرَارِ. وَأَسْأَلُكَ اللَّهُمَّ بِاسْمِكَ الْقَدِيمِ الْأَزْلِي وَهُوَ : اللهُ اللهُ اللهُ ، أَنْتَ اللهُ الْعَظِيمُ الْأَعْظَمُ الَّذِي خَضَعَتْ لَهُ السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ، وَالْمُلْكُ وَالْمَلَكُوتُ وَالْجَبَرُوْتُ، أَنْ تُعِيْنَنِي وَتُمُدَّنِي بِعِزَّةٍ مِنْ قَهْرَمَانِ جَبَرُوتِكَ وَأَسْأَلُكَ اللَّهُمَّ بِاسْمِكَ الْفَرْدِ الْجَامِعِ لِمَعَانِي الْأَسْمَاءِ كُلِّهَا أَسْمَاءِ الذَّاتِ وَأَسْمَاءِ الصَّفَاتِ، الَّذِي لَا يُشْبِهُهُ كُلُّ اسْمٍ فِي تَأْثِيْرِهِ، وَهُوَ : الله الله الله، سَمَّيْتَ بِهِ ذَاتَكَ، وَلَمْ يُسَمَّ بِهِ أَحَدٌ غَيْرُكَ، أَمِدَّنِي بِقُوَّةٍ مِنْهُ نَأْخُذُ بِهِ الْأَرْوَاحَ وَالْأَنْفَاسَ، وَنَتَصَرَّفَ بِهِ فِي الْمَعَانِي وَالْحَوَاسِ.
Ya Allah aku memohon pada-Mu dengan cakupan sisi ulihiyyah-Mu, dengan tegapnya sisi pengayoman-Mu, dengan agungnya sisi manunggaling-Mu, dengan terdahulunya sisi keberadaan-Mu, dengan sucinya sisi Jabarut-Mu, dengan konsistensi sisi perlindungan-Mu, dengan kebenaran para malaikat-Mu yang memiliki sifat inti-Mu, dengan kebenaran Arasy-Mu yang ditutupi ragam cahaya yang didalamnya juga ada ragam rahasia (Mu). Akupun memohon pada-Mu ya Allah dengan nama-Mu yang qadim lagi azali, yaitu: Allah, Allah, Allah, Engkau adalah Allah yang agung dan paling Agung, yang mana langit dan bumi, para malaikat, alam malaikat dan alam Jabarut tunduk pada-Mu agar Engkau menolongku dan memberiku kemuliaan dari sisi cengkraman sifat Jabarut-Mu.
Aku memohon pada-Mu dengan nama-Mu, “Yang menyendiri,” yang terkumpul didalamnya seluruh makna ragam nama Dzat dan sifat-Mu, nama yang tidak diserupai oleh setiap nama-nama lain dalam pengaruhnya; yaitu Allah, Allah, Allah.. Engkau telah namai Dzatmu dengannya dan Engkau tidak pernah namai yang lain dengan nama tersebut kecuali hanya Dzat-Mu, berikanlah aku pertolongan berupa kekuatan dari nama tersebut, dimana nama tersebut dapat kami giring ke ruh dan jiwa (kami), dan kamipun mampu mempergunakan nama tersebut dalam ragam makna dan panca indera (kami).
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِاسْمِكَ الله الله الله، الْعَظِيمِ الْأَعْظَمِ، الكَبِيْرِ الْأَكْبَرِ الَّذِي مَنْ دَعَاكَ بِهِ أَجَبْتَهُ، وَمَنْ سَأَلَكَ بِهِ أَعْطَيْتَهُ، وَأَسْأَلُكَ اللَّهُمَّ بِاسْمِكَ : الله الله الله الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، إِلَّا مَا قَضَيْتَ حَاجَتِي يَا قُدُّوسُ قَدَّسْنِي مِنَ الْعُيُوْبِ وَالْأَفَاتِ، وَطَهَّرْنِي مِنَ الذُّنُوْبِ وَالسَّيِّئَاتِ يَا اللَّهُ يَا اللَّهُ يَا اللَّهُ، نَوْرْنِي بِنُوْرِكَ، وَلَا تَجْعَلْنِي مِمَّنْ تَغْشَى قُلُوْبَهُمْ بِظَلَامِ الظُّلُمَاتِ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.
Ya Allah, sungguh aku memohon pada-Mu dengan namamu: Allah, Allah, Allah, yang agung dan teragung, yang besar dan terbesar, yang mana orang yang memohon (berdo’a) pada-Mu dengannya, niscaya Engkau ijabah; Orang yang meminta pada-Mu dengan perantaranya, niscaya Engkau beri (permintaannya). Akupun memohon pada-Mu dengan nama-Mu: Allah, Allah, Allah, yang tiada ilah yang patut disembah melainkan Engkau Rabbnya Arsy yang Agung, kecuali Engkau kabulkan hajatku, wahai Dzat yang Maha Suci, sucikanlah aku dari ragam aib dan kekurangan, bersihkanlah aku dari ragam dosa dan kesalahan ya Allah, ya Allah ya Allah. Terangkanlah aku dengan cahaya-Mu dan jangan Kau jadikan aku orang-orang yang Engkau tutupi kalbu mereka dengan gelapnya ragam kegelapan wahai Rabb semesta alam.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِثَبَاتِ اِسْمِكَ، وَهُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى الَّذِي هَذِهِ الْأَسْمَاءُ مِنْهُ وَهُوَ مِنْهَا . اللَّهُمَّ يَا مَنْ هُوَ هَكَذَا وَلَا يَكُوْنُ هَكَذَا أَحَدٌ غَيْرُكَ، اجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَّقِينَ وَمِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ وَأَوْلِيَائِكَ الْمُحْسِنِينَ
Ya Allah, aku memohon pada-Mu dengan ketetapan nama-Mu, yaitu Dialah Allah yang tiada ilah yang patut disembah melainkan Dia, yang memiliki ragam nama yang baik, yang mana ragam nama ini dari-Nya dan dari-Nya lah ragam nama ini bersumber.
Ya Allah, wahai Dzat yang Dzatnya seperti ini, Tunggal dan tidak ada yang lainnya, jadikanlah aku tergolong orang-orang yang bertakwa, termasuk hamba-hamba-Mu yang shaleh serta termasuk kalangan para wali-Mu yang banyak berbuat kebajikan.
إِلهِي هَذَا ذُلَّى ظَاهِرٌ بَيْنَ يَدَيْكَ، وَهَذَا حَالِي لَا يَخْفَى عَلَيْكَ، مِنْكَ أَطْلُبُ الْوَصْلَ إِلَيْكَ، وَبِكَ أَسْتَدِلُّ فَاهْدِنِي بِنُوْرِكَ إِلَيْكَ، وَأَقِمْنِي بِصِدْقِ الْعُبُودِيَّةِ بَيْنَ يَدَيْكَ, أَسْأَلُكَ بَخَفِي حَفِيٌّ لُطْفِكَ، بِلَطِيْفِ لَطِيْفِ صُنْعِكَ، تَجَمِيْلِ جَمِيْلِ سِتْرِكَ، بِعَظِيمٍ عَظِيمٍ عَظَمَتِكَ، بِسِرٌ سِرِّ أَسْرَارِ قُدْرَتِكَ، بِمَكْنُونِ غَيْبِكَ. تَحَصَّنْتُ بِاسْمِكَ، تَشَفَعْتُ بِمُحَمَّدٍ رَسُوْلِكَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Tuhanku, inilah kekerdilanku yang nampak dihadapan-Mu, inilah kondisi jiwaku yang tidak tersembunyi dari-Mu, maka aku memohon ketersambungan dengan-Mu, dengan-Mulah aku berdalil, maka berilah aku hidayah dengan cahaya-Mu yang menyeru pada-Mu. Posisikanlah aku dengan jujurnya sisi ubudiyyah dihadapan-Mu. Maka aku memohon pada-Mu dengan sisi tersembunyi dari kelembutan-Mu yang tersembunyi, (aku memohon pada-Mu) dengan sisi lembut dari perbuatan-Mu yang lembut; (akupun memohon pada-Mu) dengan sisi keindahan dari indahnya tirai perlindungan-Mu; (akupun memohon pada-Mu) dengan sisi agung dari agungnya keagungan (Dzat-Mu); (akupun memohon pada-Mu) dengan rahasianya rahasia dari sisi kemampuan Dzat-Mu, dengan sisi ghaib-Mu.
Aku membentengi diri dengan nama-Mu, akupun pun memohonkan syafa’at dengan (perantara) Muhammad rasul-Mu.
اللَّهُمَّ اجْذِبْنِي إِلَيْكَ يَا سَيِّدِي وَيَا مَوْلَايَ، وَارْزُقْنِي الْفَنَاءَ فِيْكَ عَنِّى، وَلَا تَجْعَلْنِي مَفْتُوْنَا بِنَفْسِي، مَحْجُوْبًا بِحِسّى وَاعْصِمْنِي فِي القَوْلِ وَالْفِعْلِ
اللَّهُمَّ يَا مَنْ كَسَا قُلُوْبَ الْعَارِفِينَ مِنْ نُوْرِ الْأُلُوْهِيَّةِ فَلَمْ تَسْتَطِعِ الْمَلَائِكَةُ رَفْعَ رُؤُوسِهِمْ مِنْ سَطْوَةِ الْجَبَرُوتِيَّةِ، يَا مَنْ قَالَ فِي مُحْكُم كِتَابِهِ الْعَزِيزِ وَكَلِمَاتِهِ الْأَزَلِيَّةِ: (ادْعُوْنِي اسْتَجِبْ لَكُمْ)
Ya Allah, tariklah aku pada-Mu wahai penghulu dan tuanku, karuniakanlah padaku kefana’an diriku pada-Mu dan jangan jadikan aku terfitnah dengan diriku, terhijab dengan panca inderaku, dan jagalah aku pada perkataan dan perbuatanku.
Ya Allah, wahai Dzat yang mengenakan pakaian dari cahaya pada kalbu orang-orang yang ‘Arifbillah, sehingga para malaikat tidak mampu mengangkat kepala mereka lantaran dahsyatnya sisi cengkraman Jabarutiyyah (Allah). Wahai Dzat yang berfirman dalam kitab-Nya yang agung dan kalimat-Nya yang azali, ((Mohonlah padaku, niscaya Aku kabulkan,))
اللَّهُمَّ اسْتَجِبْ لَنَا مَا ذَكَرْنَا وَمَا نَسِيْنَا، اسْتَجِبْ لَنَا دُعَاءَنَا فَضْلًا مِنْكَ امِيْنَ امِينَ، يَا مَنْ يَقُوْلُ لِلشَّيْئِ كُنْ فَيَكُوْنُ اللَّهُ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ، مَثَلُ نُوْرِهِ كَمِشْكَاةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ الْمِصْبَاحُ فِي زُجَاجَةٍ الزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّيٌّ يُوقَدُ مِنْ شَجَرَةٍ مُبَارَكَةٍ زَيْتُونَةٍ لَا شَرْقِيَّةٍ وَلَا غَرْبِيَّةٍ، يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِيءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ، نُورٌ عَلَى نُورٍ يَهْدِي اللَّهُ لِنُوْرِهِ مَنْ يَشَاءُ، وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ، وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ، فِي بُيُوتٍ أَذِنَ اللَّهُ أَنْ تُرْفَعَ)
Ya Allah kabulkanlah untuk kami apa yang kami ingat, apa yang kami lupa, kabulkanlah do’a kami sebagai sisi keutamaan-Mu…Amîn…Amîn… Wahai Dzat yang ber-firman pada sesuatu, ((Jadilah maka jadilah.)) ((Allah (pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat (nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan))
اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَأَنْ تَفْعَلَ بِنَا يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ، مَا أَنتَ لَهُ أَهْلٌ إِنَّكَ أَهْلُ التَّقْوَى وَأَهْلُ الْمَغْفِرَةِ، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ، وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَثِيرًا إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.
Ya Allah, semoga Engkau berkenan bershalawat atas penghulu kami Muhammad, dan atas keluarga penghulu kami Muhammad, juga agar melakukan itu pada kami wahai Rabb semesta alam apa yang Engkau berhak melakukannya, sungguh Engkaulah Tuhan yang (kita) patut bertakwa kepada-Nya dan berhak memberi ampunan, sungguh Engkau mampu akan segalanya, wahai Rabb Alam semesta. Semoga shalawat terlimpah atas penghulu kami Muhammad sebanyak-banyaknya hingga Kiamat tiba.
3. Ulangi ini sampai 1000x [ketika engkau selesai membaca 44x isim ini dan lalu berdo’a, maka engkau tarik satu butir dari tasbihmu (satu kali bacaan), engkau lakukan ini hingga lengkap 100 butiran dari tasbihmu dan ulangi yang seperti ini hingga sepuluh kali putaran tasbih].
4. Amalan ini dilakukan secara berkesinambungan, jangan sampai sibuk kecuali dengan perkara fardhu dan darurat.
5. Jika pengamalan pada pertama kali belum membuahkan hasil, maka lakukan lagi yang kedua atau yang ketiga kalinya hingga Allah kabulkan do’a ini.
