You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

Amalan Sayyidi Syaikh Ahmad at-Tijany Ra; Al Asma al Idrisiyyah

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – Wiridan Sayyidi Syaikh Ahmad at-Tijany Ra yang dibaca pada pagi dan sore hari adalah:

Al Asma al Idrisiyyah

“Untuk mengamalkan wirid ikhtiyari, alangkah lebih bijak jika dikonsultasikan terlebih dahulu kepada muqaddam masing-masing”

1. Beragam isim ini boleh dibaca secara umum jika memang diniatkan murni beribadah kepada Allah Swt dan juga untuk pembentengan diri; maksudnya boleh dibaca satu sampai tiga kali di waktu pagi dan sore, selebihnya maka butuh izin khusus lagi.

2. Apabila engkau ingin membacanya dengan jumlah perhitungan isim tersebut dan juga untuk tujuan tertentu, atau memang mencari sisi kekhususan isim ini, maka seyogyanya engkau meminta izin khusus kepada yang memilikinya, dimana izin ini bukanlah seperti izin yang di awal tadi.

3. Apalagi jika engkau ingin membacanya dengan jumlah perhitungan isim tersebut dan juga untuk tujuan tertentu dengan menggunakan wafaq khusus dan tashrif khusus, maka engkau harus meminta izin khusus kepada yang memilikinya, dimana izin ini bukanlah seperti yang pertama dan yang kedua tadi.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

1. سُبْحَانَكَ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، يَا رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَوَارِثَهُ وَرَازِقَهُ وَرَاحِمَهُ

“Maha Suci Engkau, tiada ilah yang patut disembah selain Engkau, wahai Rabbnya segala sesuatu, yang mewarisi (segala sesuatu), yang memberi rezeki (segala sesuatu) dan yang merahmati (segala sesuatu).”

Isim ini khusus untuk Nabi Adam As, dimana kekhususanya adalah untuk qabul hajat dunia dan akhirat, ketika ingin bertemu hakim, agar kalbu bersinar, ketika ingin mengambil peninggalan dan ketika ingin membuktikan kebenaran dari orang yang menghalang-halangi.

2. يَا إِلَهَ الْآلِهَةِ الرَّفِيعَ جَلَالُهُ

“Wahai Tuhannya para tuhan, yang Tinggi Keperkasaannya,”

Isim ini khusus untuk Nabi Nuh As, dimana khasiatnya adalah untuk menundukkan manusia, menolak himpitan hidup dan sempurnanya ma’rifat Dzat Allah.

3. يَا اللّٰهُ الْمَحْمُوْدُ فِي كُلِّ فِعَالِهِ

“Wahai Allah, yang dipuji pada segala perbuatan-Nya.”

Isim ini turun pada enam para nabi, diantaranya adalah Nabi Syits As. Khasiatnya adalah qadha semua hajat dan sembuh dari ragam penyakit.

4. يَا رَحْمَنَ كُلِّ شَيْءٍ وَرَاحِمَهُ

“Wahai Dzat yang Maha Pengasih segala sesuatu dan merahmatinya.”

Isim ini khusus untuk Nabi Ayyub As, khasiatnya adalah agar dicintai, mampu berbicara pada hakim dan menolak buruknya akhlak.

5. يَا حَيُّ، حِيْنَ لَا حَيَّ فِي دَيْمُوْمِيَّةِ (1) مُلْكِهِ وَبَقَائِهِ

“Wahai Dzat yang Maha Hidup, disaat tiada kehidupan pada keberlangsungan kerajaan dan kekekalan Dzat-Nya.”

Isim ini khusus Nabi Khidir As, khasiatnya adalah untuk qadha jahat, menghidukan kalbu yang mati, sembuh dari ragam penyakit zhahir dan bathin,

6. يَا قَيُّوْمُ فَلَا يَفُوْتُهُ شَيْءٌ مِنْ عِلْمِهِ وَلَا يَئُودُهُ

Wahai Dzat yang Mandiri, dimana tidak ada satupun yang terluputkan dari ilmu-Nya dan tidak pula Dia merasa berat.”

Isim ini khusus untuk Nabi Isa As, khasiatnya adalah agar diberi ketetapan kalbu, ketika kebenaran datang, untuk membuka pemahaman dan hafalan, kembalinya barang yang hilang atau dicuri.

7. يَا وَاحِدُ، الْبَاقِي أَوَّلَ كُلِّ شَيْءٍ وَآخِرَهُ

“Wahai Dzat Yang Maha Kuasa, yang Maha Kekal, yang merupakan awal dan akhir segala sesuatu.”

Isim ini khusus untuk Nabi Idris As, khasiatnya adalah untuk mencegah pemikiran negatif, rasa sakit dan rasa takut.

8. يَا دَائِمُ، فَلَا فَنَاءَ وَلَا زَوَالَ لِمُلْكِهِ وَبَقَائِهِ

“Wahai Dzat yang selamanya ada, maka tidak ada kefana’an dan tidak pula hilang kerajaan serta keberadaan-Nya.”

Isim ini khusus untuk Nabi Yahya As, khasiatnya adalah untuk menentukan hukum perkara yang zhahir dan yang bathin dan juga agar bisa mendapat rasa aman dari orang-orang zhalim.

9. يَا صَمَدُ ، مِنْ غَيْرِ شَبِيْهٍ (2) فَلَا شَيْئَ كَمِثْلِهِ

“Wahai Dzat tempat berlindung tanpa ada dzat yang serupa (dengan-Nya), maka tidak ada sesuatu pun yang sepadan dengan-Nya.”

Isim khusus untuk Nabi Auriya As, khasiatnya adalah untuk menolak ragam perkara buruk dan menumbuhkan rasa cinta diantara suami-istri.

10. يَا بَارُّ (3) ، فَلَا شَيْئَ كُفُؤُهُ يَدَانِيْهِ، وَلَا إِمْكَانَ لِوَصْفِهِ

“Wahai Dzat Maha Penderma, tidak ada satu sepadan pun yang mendekati-Nya dan tidak pula ada yang bisa mensifati-Nya.”

Isim ini khusus untuk Nabi Armiya As, khasiatnya adalah untuk memohon agar hajat lekas ditunaikan, untuk mengikat lisan musuh dan orang yang hasud serta untuk ma’rifat.

11. يَا كَبِيرُ ، أَنْتَ (4) الَّذِي لَا تَهْتَدِي الْعُقُوْلُ لِوَصْفِ عَظَمَتِهِ

“Wahai Dzat yang Maha Besar, Engkaulah yang akal ini tidak bisa mensifati keagungan-Nya.”

Isim ini khusus untuk Nabi Shalih As, khasiatnya adalah untuk memohon agar hajat dunia dan akhirat lekas diberikan, agar bisa membayar hutang, untuk menjadikan jiwa ammarah menjadi jiwa yang mutma innah (tenang) dan menatapkan ragam perkara rakyat.

12. يَا بَارِئَ النُّفُوْسِ بِلَا مِثَالٍ خَلَا (5) مِنْ غَيْرِهِ

“Wahai Dzat pencipta jiwa, tanpa ada yang semisal-Nya.’

Isim ini khusus untuk Nabi Yafis As, khasiatnya adalah untuk qadha hajat, menolak sihir dan pandangan hasut, juga menolak semua penyakit. la juga untuk menarik rezeki dan kekayaan.

13. يَا زَكِيُّ (6)، الطَّاهِرُ مِنْ كُلِّ آفَةٍ بِقُدْسِهِ

“Wahai Dzat yang suci, yang Maha Bersih dari segala cacat dengan kesucian-Nya.”

Isim ini untuk Nabi Sam As, khasiatnya adalah untuk qadha memohon agar hajat disegerakan, untuk penerang kalbu, agar bisa menguasai jin, syaithan dan mengumpulkan jiwa yang terseok.

14. يَا كَافِي، الْمُوَسِّعُ لِمَا خَلَقَ مِنْ عَطَايَا فَضْلِهِ

“Wahai Dzat Yang Mencukupi, yang memperluas pemberian keutamaan yang telah diciptakan-Nya.”

Isim ini untuk Nabi Musa As, khasiatnya adalah untuk memperluas rezeki, mempermudah urusan yang sulit dan juga untuk mendapatkan rezeki yang halal.

15. يَا نَقِياً مِنْ كُلِّ جَوْرٍ لَمْ يَرْضَهُ وَلَمْ يُخَالِطْهُ فِعَالُهُ

“Wahai Dzat yang terbebas dari segala kedurjanaan, Dia tidak ridha akan itu dan perbuatan-Nya pun tidak dicampuri itu.”

Isim ini khusus untuk Nabi Yafis As, khasiatnya adalah Allah memberikan hidayah bagi musuh, agar bisa selamat dari tangan orang yang zhalim, selamat dari penjara. la juga untuk bisa ma’rifat pada Allah dan ma’rifat akan hakekat sesuatu.

16. يَا حَنَّانُ، أَنْتَ الَّذِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ رَحْمَةً وَعِلْمًا

“Wahai Dzat yang Maha Penyayang, Engkaulah yang cakupan rahmat dan ilmu-Mu meliputi pada segala sesuatu.”

Isim ini khusus untuk Nabi Sulaiman As, khasiatnya adalah untuk penyembuhan ragam penyakit mata, lisan, akal, diberi kepahaman, guna mendapatkan lapang dada, kalbupun selamat dari rasa dendam dan benci, serta guna mendapatkan rasa qana’ah dengan apa yang sudah Allah tentukan.

17. يَا مَنَّانُ ذَا الْإِحْسَانِ، قَدْ عَمَّ كُلَّ الْخَلَائِقِ مِنُّهُ

“Wahai Dzat Pemberi Karunia, yang memiliki sisi ihsan, karunia-Mu telah berlaku umum bagi setiap makhluk.”

Isim ini khusus untuk Nabi Ibrahim As, khasiatnya adalah agar bisa membayar hutang yang terasa tidak mampu dibayar, dan juga agar mendapatkan rasa aman dari segala hal yang ditakutkan atau dikhawatirkan.

18. يَا دَيَّانَ الْعِبَادِ، كُلٌّ يَقُوْمُ خَاضِعاً لِرَهْبَتِهِ وَرَغْبَتِهِ

“Wahai Tuhannya para hamba Allah, segalanya berdiri tertunduk pada sisi takut dan senang.”

Isim ini khusus untuk Nabi Hud As, khasiatnya adalah untuk menolak bala, penyakit. la juga untuk mahabbah. Ia juga diamalkan guna memohonkan ampunan bagi sorang mayyit.

19. يَا خَالِقُ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ، كُلٌّ (7) إِلَيْهِ مَعَادُهُ

“Wahai Dzat pencipta yang ada di langit dan bumi, seluruhnya akan kembali pada-Nya.”

Isim ini khusus untuk Nabi Ya’qub As, khasiatnya adalah untuk menghadirkan yang ghaib, guna menggapai sisi kewalian zhahir dan bathin serta guna menapaki tangga kema’rifatan; ma’rifat dzat dan ma’rifat shifat (Allah).

20. يَا رَحِيْمَ كُلِّ صَرِيخٍ وَمَكْرُوبٍ، وَغِيَاثَهُ وَمَعَاذَهُ

“Wahai Dzat Yang Menyayangi setip orang yang berteriak dan tertimpa mushibah, Dialah tempat memohon pertolongan dan tempat berlindung.”

Isim ini khusus untuk Nabi Ham As, khasiatnya adalah untuk mahabbah, sehingga seluruh makhluk patuh pada orang yang mengamalkan ini.

21. يَا تَامُّ فَلَا تَصِفُ الْأَلْسُنُ كُنْهَ (8) جَلَالِهِ وَعِزِّهِ وَمُلْكِهِ

“Wahai Dzat yang sempurna, inti keagungan, keperkasaan dan kerajaan-Nya tidak tersifati dengan lisan.”

Isim ini khusus untuk Nabi Thaluth dan Nabi Iskandar As, khasiatnya adalah untuk mengikat lisan (musuh) dan untuk menekan serta menghancurkan musuh.

22. يَا مُبْدِعَ الْبَدَائِعِ لَمْ يَبْغِ فِي إِنْشَائِهَا عَوْنَا مِنْ خَلْقِهِ

“Wahai Dzat yang Maha Menciptakan segala yang indah, yang dalam menciptakan tidak perlu bantuan dari makhluk-Nya.”

Isim ini khusus untuk Nabi Harun As dan Nabi Khidir As, khasiatnya adalah untuk menggapai ilmu ladunni dan hikmah dari sisi ghaib, juga untuk menggapai hidayah untuk kemaslahatan dunia dan akhirat.

23. يَا عَلَّامَ الْغُيُوبِ، فَلَا يَفُوْتُهُ شَيْءٌ مِنْ حِفْظِهِ

“Wahai Dzat yang Mengetahui Perkara yang ghaib, tidak ada sesuatupun yang terluput dari pemeliharaan-Nya.”

Isim ini khusus untuk Nabi Danial As, khasiatnya adalah untuk menggapai kebahagiaan azali di dunia dan akhirat. la juga untuk menguatkan hafalan dan mencegah dari kelupaan diri.

24. يَا حَلِيمَ ذَا الْأَنَاةِ (9) فَلَا يُعَادِلُهُ شَيْءٌ فِي خَلْقِهِ

“Wahai Dzat yang Maha Penyantun lagi pemilik egoisme, tidak ada satupun makhluk yang menyamai-Nya.”

Isim ini khusus untuk Nabi Ilyas As, khasiatnya adalah untuk mundukkan makhluk. Pengamal isim ini, perkataannya pasti diterima orang dan tidak mudah tersinggung.

25. يَا مُعِيدَ مَا أَفْنَاهُ، إِذَا بَرَزَ الْخَلَائِقُ لِدَعْوَتِهِ مِنْ مَخَافَتِهِ

“Wahai Dzat yang mengembalikan apa yang sudah Dia binasakan; ketika para makhuk menonjolkan do’a lantaran takut pada-Nya.”

Isim ini khusus untuk Nabi Zakariyya As, khasiatnya adalah untuk menyibak kesusahan hidup, menggapai derajat tingggi dan petunjuk bagi orang yang pusing dengan permasalahan hidup.

26. يَا حَمِيْدَ الْفِعَالِ، ذَا الْمَنِّ عَلَى جَمِيعِ خَلْقِهِ بِلُطْفِهِ

“Wahai Dzat yang perbuatannya terpuji, yang memberi karunia pada semua makhluk dengan kelembutan-Nya.”

Isim ini khusus untuk Nabi Dawud As, khasiatnya adalah untuk menghasilkan harta halal yang sulit didapat.

27. يَا عَزِيزُ الْمَنِيعُ، الْغَالِبُ عَلَى جَمِيعِ أَمْرِهِ فَلَا شَيْئَ يُعَادِلُهُ

“Wahai Dzat yang Perkasa, yang Maha Mencegah, yang menang atas semua perkara-Nya, tidak ada sesuatu yang menyamai-Nya.”

Isim ini khusus untuk Nabi Syu’aib As, khasiatnya adalah untuk memusnahkan permusuhan pada perkara yang diridhai Allah.

28. يَا قَاهِرُ (10) ، ذَا الْبَطْشِ الشَّدِيدِ، أَنْتَ الَّذِي لَا يُطَاقُ انْتِقَامُهُ

“Wahai Dzat yang Memaksa, Pemilik hantaman yang pedih, Engkaulah yang pembalasan-Nya tidak mampu dihadang.”

Isim ini khusus untuk Nabi Yusa’ As, khasiatnya adalah untuk menolak musuh yang nampak dan tidak nampak serta menampakkan kebesaran diri (pengamalnya), serta guna melepaskan ikatan, serta masih banyak manfaat kebaikan lainnya.

29. يَا قَرِيبُ، الْمُتَعَالِي فَوْقَ كُلِّ شَيْءٍ عُلُوُّ ارْتِفَاعِهِ

“Wahai Dzat yang Dekat, yang tinggi keagungan-Nya diatas segala sesuatu.”

Isim ini khusus untuk Nabi Naj As dan Nabi Nuh As, khasiatnya adalah untuk menggepai tingginya derajat di dunia dan akhirat, mengokohkan janin di perut sang ibu serta untuk menurunkan hakim yang zhalim.

30. يَا مُذِلَّ كُلِّ جَبَّارٍ عَنِيْدٍ (11)، بِقَهْرِ عَزِيزِ سُلْطَانِهِ

“Wahai Dzat yang Menghinakan setiap penguasa yang bertindak sewenang-wenang lagi menolak (kebenaran) dengan paksaan keperkasaan kerajaan-Nya.”

Isim ini khusus untuk Nabi Yusuf As, khasiatnya adalah untuk menekan permusuhan yang terlihat dan yang tidak terlihat. la juga untuk bertemu hakim yang zhalim, juga untuk mengembalikan harta yang diambil orang lain tanpa izin.

31. يَا نُورَ كُلِّ شَيْءٍ وَهُدَاهُ، أَنْتَ الَّذِي فَلَقَ الظُّلُمَاتِ بِنُوْرِهِ (12)

“Wahai cahaya dan petunjuk segala sesuatu, Engkaulah yang telah membuka kegelapan dengan cahaya-Nya.”

Isim ini khusus untuk Nabi Isma’il As, khasiatnya adalah agar memiliki ma’rifat tauhid yang benar, juga agar senantiasa mendapatklan sisi kelembutan Allah dalam semua perkara. la pun berguna agar diberi kalbu yang bersinar, tubuh yang bersinar dan kuburan yang bersinar.

32. يَا عَالِي، الشَّامِخُ فَوْقَ كُلِّ شَيْءٍ عُلُوُّ ارْتِفَاعِهِ

“Wahai Dzat Yang Luhur, Yang Tingginya keluhuran Dzat-Nya diatas segala sesuatu.”

Isim ini khusus untuk Nabi Isma’il As, khasiatnya adalah untuk mengangkat perkara yang benar dari rendah ke tinggi, juga agar bisa kaya, juga berguna untuk perubahaan ragam kondisi jiwa menuju kondisi yang paling baik.

33. يَا قُدُّوسُ، الطَّاهِرُ مِنْ كُلِّ سُوْءٍ، فَلَا شَيْئَ يُعَادِلُهُ مِنْ جَمِيعِ خَلْقِهِ

“Wahai Dzat yang suci, Yang Bersih dari segala keburukan, tidak ada satupun makhluk yang menyamai-Mu.”

Isim ini khusus untuk Nabi Shiddiqina As, khasiatnya adalah untuk mendapatkan kerajaan Sulaiman, mendapatkan kesucian diri yang nampak dan yang tidak nampak. la juga untuk memutuskan diri (fokus) hanya pada Allah Swt [ini merupakan pijakan pertama dalam suluk menuju Allah].

34. يَا مُبْدِئَ الْبَرَايَا وَمُعِيدَهَا بَعْدَ فَنَائِهَا بِقُدْرَتِهِ

“Wahai pemula makhluk dan yang mengembalikan setelah ke-fana ‘an dengan kemampuan-Nya.”

Isim ini khusus untuk Nabi Isma’il As, khasiatnya adalah agar diri bisa mensifati sifat Allah, agar disembuhkan dari penyakit. la pun bisa membuka ragam pintu ilmu dan asrar.

35. يَا جَلِيلُ، الْمُتَكَبِّرُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ، فَالْعَدْلُ أَمْرُهُ وَالصِّدْقُ وَعْدُهُ

“Wahai Dzat yang Maha Mulia, yang sombong atas segala sesuatu, keadilan adalah perkara-Nya dan ketepatan adalah janji-Nya.”

Isim ini khusus untuk Nabi Ishaq As, khasiatnya adalah untuk memeperoleh kedudukan yang tinggi, keperkasaan, menggapai angan-angan dan agar menang dari musuh.

36. يَا مَحْمُودُ، فَلَا تَبْلُغُ الْأَوْهَامُ كُنْهَ (13) ثَنَائِهِ وَمَجْدِهِ

“Wahai Dzat yang dipuji, inti pujian dan keagungan-Nya tidak pernah dapat dicapai dengan praduga.”

Isim ini khusus untuk Nabi Muhammad As, khasiatnya yang paling penting adalah mampu menyaksikan semua nabi, mendapat tambahan kemuliaan di dunia dan akhirat. la pun juga bisa digunakan untuk menghilangkan akhlak yang tercela dan menghiasi diri dengan ragam sifat Allah Swt.

37. يَا كَرِيمَ الْعَفْوِ ذَا الْعَدْلِ، أَنْتَ الَّذِي مَلَأَ كُلَّ شَيْءٍ عَدْلُهُ

“Wahai Dzat yang Murah Maaf-nya, yang berlaku adil, Engkaulah yang keadilannya memenuhi segala sesuatu.”

Isim ini khusus untuk Nabi Muhammad As, khasiatnya adalah untuk memohon ampunan dosa, terhindar dari kezhaliman secara umum dan juga terhindar dari kezhaliman diri secara khusus.

38. يَا عَظِيمُ، ذَا الثَّنَاءِ الْفَاخِرِ، وَالْعِزِّ وَالْمَجْدِ وَالْكِبْرِيَاءِ، فَلَا يَزُولُ (14) عِزُّهُ

“Wahai Dzat yang Agung, pemilik pujian yang membanggakan, pemilik keperkasaan, keagungan dan kesombongan; Keperkasaannya tidak akan hilang.”

Isim ini khusus untuk Nabi Ibrahim As dan Lukman al Hakim, khasiatnya adalah untuk menggapai derajat yang tinggi dan mendapatkan keutamaan di dunia dan akhirat.

39. يَا قَرِيبُ، الْمُجِيْبُ، الْمُتَدَانِي (15) مِنْ كُلِّ شَيْءٍ قُرْبُهُ

“Wahai Dzat yang dekat, Yang menjawab (setiap do’a), yang kedekatan-Nya lebih dekat pada segala sesuatu.”

Isim ini khusus untuk Nabi Habil As, khasiatnya adalah untuk mendapatkan rahasia ketuhanan dan mengunci lisan yang buruk.

40. يَا عَجِيْبَ الصَّنَائِعِ (16)، فَلَا تَنْطِقُ الْأَلْسُنُ بِكُلِّ آلَائِهِ وَنَعْمَائِهِ

“Wahai Yang menciptakan penciptaan yang ajaib, lisan ini kelu tidak mampu menyebutkan setiap karunia, pujian dan ragam nikmat-Nya.”

Isim ini khusus untuk Nabi Muhammad Saw, inilah yang beliau Saw lantunkan di dalam Gua Hira khasiatnya adalah untuk mendapatkan apa yang diinginkan, mengunci lisan, mampu menampakkan ragam keajaiban ilmu, hikmah dan juga memperluas rezeki.

41. غِيَاثِي عِنْدَ كُلِّ كُرْبَةٍ، وَمُجِيْبِي عِنْدَ كُلِّ دَعْوَةٍ، وَمَعَاذِي عِنْدَ كُلِّ شِدَّةٍ، وَيَا رَجَائِي (17) حِيْنَ تَنْقَطِعُ حِيْلَتِي

“Wahai penolongku pada setiap duka nestapa, yang menjawab setiap do’aku, tempat berlindungku pada setiap kesulitan dan harapanku ketika harapanku sudah habis.”

Isim ini khusus untuk Semua Nabi As, khasiatnya adalah untuk melepaskan diri dari tangan yang zhalim, melepaskan diri dari penjara, ia juga dapat digunakan untuk menyingkap semua alam. la pun akan mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk sebelum perkara itu terjadi, sesuai dengan kehendak Allah Swt.

Setelah lengkap membaca Asma Idrisiyyah ini, kemudian membaca do’a dibawah ini:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِحَقِّ هَذِهِ الْأَسْمَاءِ الشَّرِيفَةِ، وَشَرَفِهَا وَكَرَامَتِهَا، أَنْ تُصَلِّيَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَأَسْأَلُكَ إِيْمَانًا وَأَمْنًا مِنْ عُقُوْبَاتِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، وَأَنْ تَحْبِسَ عَنِّى أَبْصَارَ الظُّلَمَةِ الْمُرِيدِينَ لِيَ السُّوءَ، وَأَنْ تَصْرِفَ قُلُوْبَهُمْ مِنْ شَرِّ مَا يَضْمِرُونَهُ إِلَى خَيْرِ مَا يَمْلِكُهُ غَيْرُكَ

اللَّهُمَّ هَذَا الدُّعَاءُ، وَمِنْكَ الإِجَابَةُ. وَهَذَا الْجُهْدُ مِنِّى وَعَلَيْكَ التَّكْلَانُ. وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَظِيْمِ. وَصَلَّى اللَّهُ تَعَالَى عَلَى خَيْرِ خَلْقِهِ مُحَمَّدٍ وَآلِهِ الطَّيِّبِينَ الطَّاهِرِينَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

“Ya Allah, sungguh aku memohon pada-Mu dengan hak nama-nama-Mu yang mulia yang penuh dengan kemuliaan dan karamah, agar Engkau berkenan menghaturkan shalawat kepada penghulu kami, Muhammad. Akupun memohon pada-Mu keimanan dan keamanan dari beragam cobaan dunia dan akhirat, serta agar Engkau mancegah pandangan kezhaliman orang-orang yang hendak berbuat buruk padaku, juga agar Engkau palingkan kalbu mereka dari keburukan apa yang mereka sembunyikan menuju kebaikan yang hanya dimiliki oleh-Mu

Ya Allah, ini adalah do’a, dari-Mulah ijabah do’a, inilah usaha dariku, kepada-Mu aku bertawakkal, tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan dari Allah yang Maha Luhur dan Agung. Semoga Allah berkenan menghaturkan shalawat pada sebaik-baik makhluk-Nya; Muhammad dan juga bagi keluarga beliau yang baik lagi suci, dengan rahmat-Mu wahai Dzat yang paling penyayang.”

Catatan :

1. Dalam naskah Jawahir al Khumus disebutkan dengan redaksi, (دَيْمُوْمَةِ)

2. Dalam naskah Jawahir al Khumus disebutkan dengan redaksi, (شِبْهٍ)

3. Dalam ar-Rimah disebutkan dengan redaksi, (يَابَارِىُٔ) Yang benar adalah (يَابَارُّ)

4. Dalam naskah yang benar disebutkan dengan redaksi,  (اَنْتَ اللّٰهُ الّذِى)

5. Dalam al Kharidah disebutkan dengan penyambung kata (عَنْ) bisa jadi ini terhapus.

6. Dalam naskah Jawahir al Khumus disebutkan dengan redaksi, (يَا زَاكِى)

7. Dalam naskah Jawahir al Khumus disebutkan dengan redaksi, (وَكُلٌّ)

8. Dalam naskah Jawahirul Khumus disebutkan dengan redaksi, (كُلَّ)

9. Dalam ar-Rimah disebutkan dengan redaksi, (الْأَنَاءَةِ)

10. Dalam salah satu naskah Jawahirul Khumus disebutkan dengan redaksi, (يَاقَهَّارُ)

11. Dalam salah satu naskah, redaksi, (عَنِيْدٍ) terhapus

12. Dalam salah satu naskah, disebutkan dengan redaksi, (نُوْرَهُ)

13. Dalam Jawahir al Khumus disebutkan dengan redaksi, (كُلٌّ)

14. Dalan salah satu naskah Jawahir al Khumus disebutkan dengan redaksi, (يَذِلُّ) dalam naskah lainnya disebutkan dengan redaksi, (يَزَالُ)

15. Dalam al Kharidah dan ar-Rimah disebutkan dengan redaksi,  (المتدانى كل شيئ)

16. Dalam ar-Rimah disebutkan dengan redaksi, (يَا عَجِيْبَ أَعْحَبَ الصَّنَائِعِ)

17. Dalam ar-Rimah disebutkan dengan redaksi, (وَرَجَاىِٔی) Dalam Asma’al Idrisiyyah ini kami mengkuti riwayat seperti yang tertera dalam al Kharidah lantaran sesuai dengan apa yang ada dalam Jawahir al Khumus yang Sayyidi Ali Harazim nukil ke Jawahir al Ma’ani.

Sumber : BUKU AHZAB WA AWRAD (AHZAB WA AWRAD AL QUTHB AR-RABBANI WA AL ‘ARIF ASH-SHAMDANI) SAYYIDI SYAIKH AHMAD AT-TIJANY RA, TAHQIQ : SYAIKH MUHAMMAD AL HAFIZ AT-TIJANY AL MISHRI