
Elsubha.com – Al Hirz al Yamani; Hizb Saifi
“Untuk mengamalkan wirid ikhtiyari, alangkah lebih bijak jika dikonsultasikan terlebih dahulu kepada muqaddam masing-masing”
Hizb ini merupakan hizb yang biasa dibaca oleh Sayyidi Syaikh Ahmad at-Tijany Ra di pagi dan sore hari.
Sayyidi syaikh Ahmad at-Tijany Ra pemah berkata, “Malaikat Jibril pernah berkata kepada Nabi Saw, bahwa hizb Saifi ini memiliki 12.000 khasiat; 6000 di dunia dan 6000 lainnya di akhirat.”
Sayyidi syaikh Ahmad at-Tijany Ra pemah berkata, “Hizb Saifi dan shalawat Fatih merupakan dua wiridan yang mencakup semua wiridan yang ada, sebab tidak ada orang yang ber-taqarrub kepada Allah dengan bacaan yang lebih utama dari keduanya.”
Pahala membaca hizib saifi: Satu kali membaca hizib saifi memiliki pahala sebanding dengan berpuasa pada bulan Ramadhan, shalat qiyam dan juga ibadah satu tahun lamanya, serta begitu juga dengan pahala surah al Qadar.
Dalam Jawahir al Khumus karya Imam Muhammad bin Khathir ad-Din al ‘Aththar disebutkan: Diriwayatkan dari Tamim ats-Tsaqafi dari Sayyidina Ali Kw, dimana beliau dari Nabi Saw dan Nabi Saw dari Jibril As:
Orang yang membaca bahkan hafal hizib ini, maka dirinya tidak akan pernah tertipu dengan tipuan musuh, bahkan tidak akan kalah darinya.
Orang yang membacanya akan terjaga dari sihir dan santet, pandangan buruk, dari ular, kalajengking, beruang dan lain sebagainya.
Orang yang membacanya akan senantiasa diterima di masyarakat, memiliki wibawa dan ditaati oleh banyak orang. Bisa juga untuk mahabbah dan untuk menangani musuh.
Orang yang membacanya satu kali setara dengan pahala beribadah selama satu tahun.
Orang yang membacanya dua kali dalam sehari, maka setara dengan ibadah dua tahun dan seterusnya.
Catatan :
Membaca hizib ini dengan tujuan ibadah dan dengan izin khusus itu diperbolehkan, sebab keutamaan Allah itu luas dan tidak terhijab.
auste Dianjurkan setelah membaca hizib ini, dilanjutkan dengan membaca hizib al Mughni agar Allah tidak mengujinya dengan ujian kefakiran. Sebab, membaca hizib as-saifi ini tanpa hizib mughni, maka yang bersangkutan akan mendapat ujian kefakiran dari Allah.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
اللَّهُمَّ أَنْتَ اللهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ * الْمُبِينُ(*)، الْقَدِيمُ الْمُتَعَزِّزُ بِالْعَظَمَةِ وَالْكِبْرِيَاءِ الْمُتَفَرِّدُ بِالْبَقَاءِ الْحَيُّ الْقَيُّومُ، الْقَادِرُ الْمُقْتَدِرُ الْجَبَّارُ الْقَهَّارُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَنْتَ رَبِّي وَأَنَا عَبْدُكَ، عَمِلْتُ سُوْا، وَظَلَمْتُ نَفْسِي، وَاعْتَرَفْتُ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْلِي ذُنُوبِي كُلَّهَا، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ، يَا غَفُوْرُ يَا شَكُورُ ، يَا حَلِيمُ يَا كَرِيمُ، يَا صَبُوْرُ يَا رَحِيمُ
Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Ya Allah, Engkaulah Allah yang Maharaja, Maha Haq, Maha Terang, Maha Dahulu, yang di-Esakan dengan keagungan dan kesombongan, yang berdiri sendiri dengan kekekalan, Yang senantiasa hidup dan berdiri kokoh, Maha Kuasa, Maha berkuasa, Maha gagah, Maha Perkara yang tiada ilah yang patut disembah melainkan Engkau (Allah). Engkau adalah Rabbku, aku adalah hamba-Mu, aku telah melakukan perbuatan buruk dan menzhalimi diri sendiri, akupun mengakui dosaku itu, maka ampunilah seluruh dosa-dosaku, sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa-dosa melainkan Engkau (Allah), wahai yang Maha Mengampuni, wahai yang Maha menerima, wahai yang Maha pemurah, wahai yang Maha Sabar, Wahai yang Maha Penyayang.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَحْمَدُكَ وَأَنْتَ الْمَحْمُوْدُ وَأَنْتَ لِلْحَمْدِ أَهْلٌ، وَأَشْكُرُكَ وَأَنْتَ الْمَشْكُورُ وَأَنْتَ لِلشُّكْرِ أَهْلٌ، عَلَى مَا خَصَّصْتَنِي بِهِ مِنْ مَوَاهِبِ الرَّغَائِبِ، وَأَوْصَلْتَ إِلَيَّ مِنْ فَضَائِلِ الصَّنَائِعِ، وَأَوْلَيْتَنِي بِهِ مِنْ إِحْسَانِكَ، وَبَوَّأْتَنِي بِهِ مِنْ مَظِنَّةِ الصِّدْقِ عِنْدَكَ وَأَلْتَنِي بِهِ مِنْ مِنَتِكَ الْوَاصِلَةِ إِلَيَّ، وَأَحْسَنْتَ بِهِ إِلَيَّ كُلَّ (1)
مِنْ دَفْعِ الْبَلِيَّةِ عَنِّي (2) ،
وَالتَّوْفِيقِ لِي، وَالإِجَابَةِ لِدُعَائِي حِيْنَ أُنَادِيْكَ دَاعِيًا، وَأَنَاجِيْكَ رَاغِبًا، وَأَدْعُوْكَ مُتَضَرِّعًا مُصَافِيًا ضَارِعًا، وَحِيْنَ أَرْجُوْكَ رَاجِيًا فَأَجِدُكَ كَافِيًا، وَأَلُوْذُ بِكَ فِي الْمَوَاطِنِ كُلِّهَا، فَكُنْ لِي جَارًا حَاضِرًا حَفِيًّا، بَارًا وَلِيًّا، فِي الْأُمُورِ كُلِّهَا نَاظِرًا، وَعَلَى الْأَعْدَاءِ كُلِّهِمْ نَاصِراً، وَلِلْخَطَايَا وَالذُّنُوْبِ كُلِّهَا غَافِرًا، وَلِلْعُيُوْبِي كُلِّهَا سَاتِرًا، لَمْ أَعْدَمْ عَوْنَكَ وَبِرَّكَ وَخَيْرَكَ وَعِزَّكَ وَإِحْسَانَكَ طَرْفَةَ عَيْنٍ، مُنْذُ أَنْزَلْتَنِي دَارَ الْإِخْتِبَارِ وَالْفِكْرِ وَالاعْتِبَارِ، لِتَنْظُرَ مَا أُقَدِّمُ لِدَارِ الْخُلُوْدِ وَالْقَرَارِ وَالْمُقَامَةِ مَعَ الْأَخْيَارِ، فَأَنَا عَبْدُكَ فَاجْعَلْنِي يَارَبِّ عَتِيْقَكَ.
Ya Allah, sungguh aku memuji-Mu dan Engkau yang dipuji, Engkau memang berhak dipuji, akupun bersyukur pada-Mu, Engkaulah yang dipuji, Engkaulah memang yang berhak disyukuri atas apa yang telah Engkau khususkan bagiku dari ragam pemberian-Mu yang menyenangkan; apa yang Engkau telah khususkan padaku dari ragam keutamaan-Mu yang menyenangkan; apa yang Engkau telah berikan padaku dari sisi ihsan-Mu; Engkau telah tempatkan aku pada posisi keyakinan pada-Mu; Engkau telah mengulurkan beragam karunia-Mu yang telah sampai padaku; Engkau telah berbuat baik padaku pada setiap waktu; yang berupa menolak bala dariku, memberikanku taufik dan ijabah do’aku ketika aku memohon berdo’a dan bermunajat pada-Mu dengan hati yang senang; akupun memohon berdo’a pada-Mu dengan merendahkan diri, dengan kesucian diri dan merengek; ketika aku berharap pada-Mu dengan penuh harapan dan kudapati Engkau mencukupinya; Akupun berlindung pada-Mu dari semua kondisi yang ada; maka jadilah Engkau (ya Allah) senantiasa hadir disisi, menyambut dengan ramah, berbuat baik dan melindungi dalam seluruh perkara, senantiasa mengawasi, (dimana Engkau ya Allah) memberi pertolongan dari setiap musuh, mengampuni beragam kesalahan, dosa dan menutup beragam aibku, aku tidak menafikan adanya perlindungan-Mu, kebaikan-Mu, keperkasaan-Mu dan sisi ihsan-Mu sekejap matapun sejak Engkau turunkan aku pada negeri tempatnya ujian ini, tempatnya bertafakkur dan mengambil pelajaran, dengan tujuan Engkau melihat pada yang aku persembahkan untuk negeri yang abadi dan kekal bersama orang-orang yang baik. Maka aku ini adalah hamba-Mu, jadikanlah aku wahai Rabbku hamba sahaya yang Engkau merdekakan;
يَا إِلهِي وَمَوْلَايَ خَلَّصْنِي (3)
مِنَ النَّارِ وَمِنْ جَمِيعِ الْمُضَارُ وَالْمَضَالُ، وَالْمَصَائِبِ وَالْمَعَائِبِ (4)
وَالنَّوَائِبِ، وَالنَّوَازِمِ وَالْهُمُوْمِ، الَّتِي قَدْ سَاوَرْتَنِي فِيهَا الْغُمُوْمِ، بِمَعَارِضِ (5)
أَصْنَافِ الْبَلَاءِ وَضُرُوْبِ جَهْدِ الْقَضَاءِ.
إِلهِي لَا أَذْكُرُ مِنْكَ إِلَّا الْجَمِيْلَ، وَلَمْ أَرَ مِنْكَ إِلَّا التَّفْضِيلَ، خَيْرُكَ لِي شَامِلٌ، وَصُنْعُكَ لِي كَامِلٌ، وَلُطْفُكَ لِي كَامِلٌ، وَبَركَ لِي (6)
غَامِرٌ ، وَفَضْلُكَ عَلَيَّ دَائِمٌ مُتَوَاتِرٌ، وَنِعَمُكَ عِنْدِي مُتَّصِلَةٌ، لَمْ تُخْفِرْلِي جِوَارِي، وَأَمَّنْتَ خَوْفِي، وَصَدَّقْتَ رَجَائِي، وَحَقَّقْتَ آمَالِي، وَصَاحَبْتَنِي فِي أَسْفَارِي، وَأَكْرَمْتَنِي فِي إِحْضَارِي، وَعَافَيْتَ أَمْرَاضِي وَشَفَيْتَ أَوْصَانِي، وَأَحْسَنْتَ مُنْقَلَبِي وَمَثْوَايَ، وَلَمْ تُشْمِتْ بِيَ أَعْدَائِي وَحُسَّادِي* ، وَرَمَيْتَ مَنْ رَمَانِي بِسُوْءٍ (*) (7)،
وَكَفَيْتَنِي شَرَّ مَنْ عَادَانِي.
Wahai Ilah-ku dan tuanku, selamatkanlah aku dari neraka dan semua kemudharatan, kesesatan, mushibah, cacat, malapetaka yang datang bertubi-tubi, kegelisahan, yang ragam bencana yang Kau liputi aku dengannya serta dan kesengsaraan yang telah Engkau tetapkan.
Tuhanku, aku tidak menyebut apa yang datang dari-Mu kecuali berupa kebaikan, aku tidak melihat apa yang datang dari-Mu kecuali bentuk keutamaan, kebaikan-Mu padaku menyeluruh, perbuatan-Mu padaku sempurna, kasih sayang-Mu padaku yang menyeluruh, kebaikan-Mu padaku menyelimuti, keutamaan-Mu padaku langgeng dan terus menerus, beragam nikmat-Mu padaku senantiasa bersambung; Engkau tidak membiarkanku sendirian, Engkau telah berikan rasa aman pada takutku, Engkau telah membenarkan pengharapanku, Engkau telah mewujudkan angan-anganku, Engkau telah temani aku dalam bepergianku, Engkau telah muliakan aku di rumahku, Engkau telah sembuhkan ragam penyakitku, Engkau telah sehatkan ragam sel tubuhku, Engkau telah memperbagus temmpat kembaliku, Engkau tidak menjadikanku ejekan musuh-musuhku dan orang-orang yang hasud padaku, Engkau telah melempari orang yang telah melempariku dengan keburukan, Engkau telah mencukupiku dari ragam keburukan orang yang memusuhiku;
فَأَنَا أَسْأَلُكَ يَا اللَّهُ الْآنَ، أَنْ تَدْفَعَ عَنِّي كَيْدَ الْحَاسِدِينَ وَظُلْمَ الظَّالِمِينَ وَشَرَّ الْمُعَانِدِيْنَ، وَاحْمِنَي تَحْتَ سُرَادِقَاتِ عِزِّكَ، يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِيْنَ. وَبَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ أَعْدَائِي كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ، وَاخْطَفْ أَبْصَارَهُمْ (8)
عَنِّى بِنُوْرِ قُدْسِكَ، وَاضْرِبْ رِقَابَهُمْ بِجَلَالِ بَعْدِكَ، وَاقْطَعْ أَعْنَاقَهُمْ بِسَطَوَاتِ قَهْرِكَ، وَأَهْلِكُهُمْ وَدَمِّرْهُمْ تَدْمِيرًا . (9)
كَمَا دَفَعْتَ كَيْدَ الْحُسَّادِ عَنْ أَنْبِيَائِكَ، وَضَرَبْتَ رِقَابَ الْجَبَابِرَةِ لأَصْفِيَائِكَ، وَخَطَفْتَ أَبْصَارَ الأَعْدَاءِ عَنْ أَوْلِيَائِكَ، وَقَطَعْتَ أَعْنَاقَ الأَكَاسِرَةِ لِأَتْقِيَائِكَ، وَأَهْلَكْتَ الْفَرَاعِنَةَ، وَدَمَّرْتَ الدَّجَاجِلَةَ لِخَوَاصِكَ الْمُقَرَّبِينَ وَعِبَادِكَ الصَّالِحِينَ، يَاغِيَاثَ الْمُسْتَغِيثِينَ أَغِثْنِي (10)
عَلَى جَمِيعِ أَعْدَائِكَ.
Maka aku memohon kepada-Mu ya Allah, sekarang ini agar Engkau melepaskan tipudaya orang-orang hasud, kezhaliman orang-orang yang zhalim dan keburukan orang-orang yang membangkang, jagalah aku dibawah pavilion keperkasaan-Mu, wahai Dzat yang paling Pemurah. Jauhkanlah aku dari para musuhku sebagaimana Engkau jauhkan antara Timur dan Barat. Sambarlah mata mereka dengan cahaya suci-Mu, pukullah tengkuk mereka dengan perkasanya keagungan-Mu, potonglah leher mereka dengan kuatnya penaklukan-Mu, binasakan dan hancur leburkanlah mereka, sebagaimana Engkau tolak tipudaya orang-orang yang hasud dari para nabi-Mu, Engkau pukul tengkuk orang orang yang kejam terhadap orang-orang pilihan-Mu, Engkau sambar mata orang-orang yang memusuhi para wali-Mu, Engkau penggal leher-leher kaisar demi membela orang orang yang bertakwa pada-Mu, Engkau binasakan para fir’aun, Engkau hancurkan para dajjal lantaran orang-orang khusus disisi-Mu, yang senantiasa mendekat pada-Mu dan hamba-hamba-Mu yang shaleh. Wahai Allah sang penolong orang-orang yang memohon pertolongan pada-Nya, tolonglah aku dari semua musuh-musuhku.
فَحَمْدِي لَكَ يَا الهِي وَاجِبٌ ، (11)
وَثَنَائِي عَلَيْكَ مُتَوَاتِرٌ دَائِبًا (12)
دَائِمًا مِنَ الدَّهْرِ إِلَى الدَّهْرِ بِأَلْوَانِ التَّسْبِيحِ وَالتَّقْدِيْسِ وَصُنُوفِ اللُّغَاتِ الْمَادِحَةِ وَأَصْنَافِ التَّنْزِيْهِ، خَالِصًا لِذِكْرِكَ وَمَرْضِيًّا (13)
لَكَ بِنَاصِعِ التَّحْمِيدِ وَالتَّمْجِيدِ، وَخَالِصِ التَّوْحِيدِ، وَإِخْلَاصِ التَّقَرُّبِ وَالتَّقْرِيبِ وَالتَّفْرِيدِ، (14)
وَاِمْحَاضِ (15)
التَّمْجِيدِ بِطُولِ التَّعَبُّدِ وَالتَّعْدِيدِ.
Pujianku untuk-Mu wahai Tuhanku wajib hukumnya, pujianku untuk-Mu dengan ragam corak penyucian, ragam bahasa terus menerus terucap tanpa terputus selamanya dari masa ke masa, yang tulus ikhlas untuk mengingat-Mu dan ridha terhadap-Mu dengan ragam pujian, pengagungan dan tauhid yang ikhlas serta ikhlasnya ber-taqarrub dan didekatkan pada-Mu, ikhlasnya menyendiri dengan-Mu, memumikan pengagungan pada-Mu dengan panjang dan banyaknya penghambaan yang dilakukan.
لَمْ تُعَنْ فِي قُدْرَتِكَ، وَلَمْ تُشَارَكْ فِي أُلُوْهِيَّتِكَ، وَلَمْ تُعْلَمْ لَكَ مَا هِيَةٌ، فَتَكُوْنَ لِلْأَشْيَاءِ الْمُخَتَلِفَةِ مُحَانِسًا، وَلَمْ تُعَايَنْ إِذْ حُبِسَتِ (16)
الْأَشْيَاءِ عَلَى الْعَزَائِمِ الْمُخْتَلِفَاتِ، وَلَا خَرَقَتِ الْأَوْهَامُ حُجُبَ الْغُيُوبِ إِلَيْكَ، فَأَعْتَقِدُ مِنْكَ مَحْدُوْدًا فِي بَعْدِ عَظَمَتِكَ، لَا يَبْلُغُكَ بُعْدُ الْهِمَمِ وَلَا يَنَالُكَ غَوْصُ الْفِطَنِ، وَلَا يَنْتَهِي إِلَيْكَ بَصَرُ نَاظِرٍ فِي بَحْدِ جَبَرُوتِكَ ارْتَفَعَتْ عَنْ صِفَاتِ الْمَخْلُوقِيْنَ صِفَاتُ قُدْرَتِكَ، وَعَلَا عَنْ ذِكْرِ الذَّاكِرِينَ كِبْرِيَاءُ عَظَمَتِكَ، فَلَا يَنْتَقِصُ مَا أَرَدْتَ أَنْ يَزْدَادَ وَلَا يَزْدَادُ ما أَرَدتَ أَنْ يَنْتَقِصَ، لَا أَحَدَ شَهِدَكَ حِيْنَ فَطَرْتَ الْخَلْقَ وَلَانِدَّ وَلَا ضِدَّ حَضَرَكَ حِيْنَ بَدَأْتَ (17)
النُّفُوْسَ، كَلَّتِ (18)
الْأَلْسُنُ عَنْ تَفْسِيْرِ صِفَاتِكَ، (19)
وَانْحَسَرَتِ (20)
الْعُقُوْلُ عَنْ كُنْهِ مَعْرِفَتِكَ وَصِفَتِكَ، وَكَيْفَ يُوْصَفْ كُنْهُ صِفَتِكَ يَا رَبِّ ، وَأَنْتَ اللهُ الْمَلِكُ الْجَبَّارُ القُدُّوسُ الْأَزْلِيُّ الَّذِي لَمْ يَزَلْ وَلَا يَزَالُ أَزَلِيًّا بَاقِيًا أَبَدِيًّا سَرْمَدِيًّا دَائِمًا فِي الْغُيُوبِ وَحْدَكَ لَا شَرِيكَ لَكَ(*)، لَيْسَ فِيْهَا أَحَدٌ غَيْرُكَ وَلَمْ يَكُنْ إِلَهُ سِوَاكَ*، حَارَتْ فِي بِحَارِ بَهَاءِ مَلَكُوْتِكَ عَمِيْقَاتُ مَذَاهِبٍ التَّفَكَّرِ، وَتَوَاضَعَتِ الْمُلُوكُ لِيُبَتِكَ، وَعَنَتِ الْوُجُوهُ بِذِلَّةِ الاسْتِكَانَةَ لِعِزَّتِكَ، وَانْقَادَ كُلُّ شَيْءٍ لِعَظَمَتِكَ، وَاسْتَسْلَمَ كُلُّ شَيْءٍ لِقُدْرَتِكَ، وَخَضَعَتْ لَكَ الرِّقَابُ، وَكَلَّ دُونَ ذَلِكَ تَحْبِيرُ اللُّغَاتِ، وَضَلَّ هُنَالِكَ إِنْشَائِكَ التَّدْبِيرُ فِي تَصَارِيفِ الصَّفَاتِ، فَمَنْ تَفَكَّرَ فِي الْبَدِيعِ، وَثَنَائِكَ الرَّفِيعِ وَتَعَمَّنَ (21)
فِي ذلِكَ رَجَعَ طَرْفُهُ إِلَيْهِ خَاسِنًا حَسِيْرًا(*) *، وَعَقْلُهُ مَبْهُوْتًا وَتَفَكَّرُهُ مُتَحَيِّرًا أَسِيرًا.
Engkau tidak dibantu pada sisi kemampuan-Mu, tidak disekutui dalam sisi uluhiyyah-Mu, tidak diketahui suatu sisi dari Dzat-Mu sehingga Engkau disamakan dengan beragam hal yang berbeda-beda, Engkau tidak bisa diprediksi ketika beragam hal itu tertahan dalam perbedaan, sementara ragam angan-angan tidak dapat menyibak sisi ghaib-Mu, sampai aku mengira Engkau memiliki batasan dalam agungnya kekuasaan-Mu, beragam kemauan yang kuat tidak dapat sampai pada Dzat-Mu, beragam kecerdasan pun tidak dapat menjangkau-Mu, tajamnya pandangan mata kamipun tidak dapat menembus sisi keagungan Jabarut-Mu, beragam sifat-Mu melampaui sifat-sifat makhluk yang ada, sifat kemampuan Dzat-Mu paling luhur dari apa yang mampu disebutkan orang-orang yang mengingat-Mu, (begitu juga) dengan sisi sombongnya keagungan-Mu, maka tidak akan berkurang apa yang Engkau inginkan bertambah dan tidak akan bertambah apa yang Engkau inginkan berkurang, tak seorangpun yang menyaksikan-Mu disaat Engkau memulai penciptaan makhluk, tidak ada yang menyekutui-Mu, tidak ada yang menentang dalam hadhrah-Mu ketika Engkau menitahkan jiwa (nyawa), lidah terasa kelu untuk menafsirkan sifat-Mu, akal pikiran pun tak mampu sampai pada inti ma’rifat-Mu. Bagaimana bisa kami mensifati inti sifat-Mu wahai Rabb, sementara Engkaulah Allah Maha Raja, Maha Perkasa, Maha Suci dari segala ketidak sempurnaan, Maha Azali yang masih terus berlanjut dan tidak akan berhenti sisi azali-nya, yang kekal selamanya pada sisi ghaib, hanya Engkau sendirian, tiada yang menyekutui-Mu dan tidak ada seorangpun bersama-Mu pada sisi ghaib-Mu, tiada ilah yang patut disembah melainkan-Mu, akal pikiranku bingung dalam lautan kerajaan-Mu, semuaraja tunduk terhadap agungnya wibawa-Mu, semua wajah tertunduk hina terhadap ke-Esaan-Mu, segala sesuatunya merunduk pada keagungan-Mu, segala sesuatunya berserah diri terhadap kemampuan-Mu, semuanya tengkuk tertunduk pada-Mu, tidak ada lagi yang bisa membahasakannya dihadapan-Mu, beragam pengaturan sifat-sifat-Mu tidak berguna lagi. Orang yang berpikir mendalam akan indahnya ciptaan-Mu dan memuji-Mu dengan pujian yang tinggi dan mendalam, maka usahanya itu pun akan kembali dengan kehinaan dan sia-sia; akalnya kacau dan pikirannya bingung tersandera.
اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ حَمْدًا كَثِيرًا دَائِمًا مُتَوَالِيًا مُتَوَاتِرًا (22)
مُتَضَاعِفًا مُتَّسِعًا مُتَّسِقًا ، يَدُوْمُ وَلَا يَتَضَاعَفُ وَلَا يَبِيدُ، غَيْرَ مَفْقُوْدِ فِي الْمَلَكُوتِ، وَلَا مَطْمُوسٍ فِي الْمَعَالِمِ، (23)
وَلَا مُنْتَقَصٍ (24)
فِي الْعِرْفَانِ، فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَكَارِمِكَ الَّتِي لَا تُحْصَى وَنِعَمِكَ الَّتِي لَا تُسْتَقْصَى، فِي اللَّيْلِ إِذْ أَدْبَرَ، وَالصُّبْحِ إِذْ أَسْفَرَ، وَفِي الْبَرِّ وَالْبِحَارِ، وَالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ، وَالْعَشِيِّ وَالإِبْكَارِ، وَالظَّهِيرَةِ وَالأَسْحَارِ، وَفِي كُلِّ جُزْءٍ مِنْ أَجْزَاءِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ.
Ya Allah, segala puji hanya bagi-Mu dengan pujian yang banyak, yang kontinyu berkesinambungan, berlipat ganda, luas dan merata, yang langgeng dan berlipat ganda, tidak lekang ditelan masa, tidak hilang di alam malakut, tidak terhapus di beberapa alam dan tidak mengurangi sisi kemakrifatan akan-Mu. Maka segala puji bagi-Mu atas beragam kemurahan-Mu yang tidak terhitung dan ragam karunia-Mu yang tidak diketahui habisnya; baik ketika waktu malam pergi dan waktu siang menyongsong malam; baik di daratan maupun lauran, diwaktu pagi dan sore, petang dan fajar, disiang hari dan di tengah malam dan di semua saat-saat malam dan saat-saat siang.
اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ، بِتَوْفِيقِكَ قَدْ أَحْضَرْتَنِي النَّجَاةَ، وَجَعَلْتَنِي مِنْكَ فِي وَلَايَةِ الْعِصْمَةِ، فَلَمْ أَبْرَحْ فِي سُبُوْعِ نَعْمَائِكَ وَتَتَابُعِ آلَائِكَ، مَحْرُوْسًا بِكَ فِي الرَّدِّ وَالاِمْتِنَاعِ، وَمَحْفُوظًا بِكَ فِي الْمَنْعَةِ (25)
وَالدِّفَاعِ عَنِّي.
Ya Allah, segala puji bagi-Mu dengan taufik dari-Mu, Engkau telah menghadirkan keselamatan bagiku dan memasukkanku ke dalam wilayah pemeliharaan-Mu, sehingga aku berhenti dalam sempumanya ragam nikmat-Mu dan beragam rentetan karunia-Mu; selalu merasa dijaga oleh-Mu dalam penolakan dan tercegah, merasa dilindungi oleh-Mu dalam kondisi terhalang dan tercegah.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَحْمَدُكَ إِذْ لَمْ تُكَلِّفْنِي فَوْقَ طَاقَتِي، وَلَمْ تَرْضَ مِنِّي إِلَّا طَاعَتِي، وَرَضِيْتَ مِنِّي مِنْ طَاعَتِكَ وَعِبَادَتِكَ، دُوْنَ اِسْتِطَاعَتِي وَأَقَلَّ مِنْ وُسْعِي وَمَقْدُرَتِي، فَإِنَّكَ أَنْتَ اللَّهُ الَّذِي لا إلهَ إِلَّا أَنْتَ، لَمْ تَغِبْ (*) وَلَا تُغِيْبُ عَنْكَ غَائِبَةٌ، وَلَا تَخْفَى عَلَيْكَ خَافِيَةٌ، وَلَنْ (26)
تُضِلَّ عَنْكَ فِي ظُلْمِ الْخَفِيَّاتِ ضَالَّةٌ، إِنَّمَا أَمْرُكَ إِذَا أَرَدْتَ شَيْئًا أَنْ تَقُوْلَ لَهُ كُنْ فَيَكُوْن.
Ya Allah, sungguh aku memuji-Mu sebab Engkau tidak membebaniku diatas kemampuanku, Engkau tidak ridha dariku kecuali lantaran ketaatanku, Engkau telah ridha padaku dengan ketaatan dan ibadahku yang dibawah garis kemampuanku bahkan yang lebih sedikit dari itu, sungguh Engkau adalah Allah yang tiada ilah yang patut disembah melainkan Engkau, Engkau tidak tersembunyi dan tidak ada sesuatu yang tersembunyi dari-Mu, tidak ada yang tertutupi dari-Mu, tidak ada yang hilang dari-Mu pada kegelapan, perkara-Mu; jika Engkau inginkan sesuatu Engkau akan katakan, ‘jadilah’, maka sesuatu itupun terjadi.
اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ مِثْلَ مَا حَمِدَتْ بِهِ نَفْسَكَ، وَأَضْعَافَ مَا حَمِدَكَ بِهِ الْحَامِدُوْنَ، وَسَبَّحَكَ بِهِ الْمُسَبِّحُوْنَ، وَتَحَدَكَ بِهِ الْمُمَحِّدُوْنَ، وَكَبَّرَكَ بِهِ الْمُكَبِّرُوْنَ، وَهَلَّلَكَ بِهِ الْمُهَلِّلُوْنَ، وَقَدَّسَكَ بِهِ الْمُقَدِّسُوْنَ، وَوَحْدَكَ بِهِ الْمُوَحِّدُوْنَ، وَعَظَمَكَ بِهِ الْمُعَظَّمُوْنَ، وَاسْتَغْفَرَكَ بِهِ الْمُسْتَغْفِرُوْنَ، حَتَّى يَكُوْنَ لَكَ مِنِّي وَحْدِي فِي كُلِّ طَرْفَةِ عَيْنٍ وَأَقَلَّ مِنْ ذَلِكَ، مِثْلُ حَمْدِ جَمِيعِ الْحَامِدِينَ، وَتَوْحِيدِ أَصْنَافِ الْمُوَحَدِيْنَ وَالْمُخْلِصِينَ، وَتَقْدِيْسِ أَجْنَاسِ الْعَارِفِينَ، وَثَنَاءِ جَمِيعِ الْمُهَلِّلِينَ وَالْمُصَلَّيْنَ وَالْمُسَبِّحِينَ، وَمِثْلُ مَا أَنْتَ بِهِ عَالِمٌ، وَأَنْتَ مَحْمُوْدٌ وَمَحْبُوبٌ وَمَحْجُوْبٌ مِنْ جَمِيعِ خَلْقِكَ كُلِّهِمْ، وَمِنَ (27)
الْحَيَوَانَاتِ وَالْبَرَايَا وَالْأَنَامِ.
Ya Allah, segala puji bagi-Mu dengan pujian yang seperti pujian-Mu untuk Dzat-Mu sendiri, pujian yang berlipat dari apa yang dipujikan oleh orang-orang yang memuji-Mu, penyucian yang lebih banyak dari apa yang diserukan orang yang mensucikan-Mu, pemuliaan yang lebih dari apa yang dimuliakan orang-orang yang memuliakan-Mu, pembesaran yang lebih besar dari apa yang diserukan orang-orang yang bertakbir membesarkan Dzat-Mu, pengikraran ke-uluhiyyah-Mu yang lebih dari apa yang dilantangkan orang yang ber-tahlil (mengucapkan La ilaha illallah), pensucian yang lebih dari apa yang disucikan orang-orang yang mensucikan Dzat-Mu, peng-Esaan yang lebih dari apa yang di-Esakan oleh orang-orang yang meng-Esakan-Mu, pengagungan yang lebih dari apa yang diagungkan orang-orang yang mengagungkan-Mu, permohonan ampunan yang lebih dari apa yang dipinta oleh orang-orang yang memohon ampunan-Mu, sampai semua itu untuk-Mu yang berasal dariku pada setiap kedipan mata, dimana yang paling sedikit dari itu ukurannya adalah seperti pujiannya semua orang yang memuji-Mu, tauhidnya ragam golongan yang mentauhidkan dan tulus ikhlas untuk-Mu, pensucianya beragam jenis orang-orang yang Arif billah, pujiannya semua yang ber-tahlil (mengucapkan La ilaha illallah), bershalawat, mengucapkan kalimat tasbih dan yang semisal dengan itu semua yang Engkau ketahui, Engkau dipuji, Engkau dicinta, Engkau ter-hijab dari semua makhluk-Mu secara keseluruhan; baik dari hewan maupun manusia.
اِلهِي (28)
أَسْأَلُكَ بِمَسَائِلِكَ وَأَرْغَبُ بِكَ إِلَيْكَ (29)
فِي بَرَكَةِ مَا أَنْطَقْتَنِي بِهِ مِنْ حَمْدِكَ، وَوَفَقْتَنِي لَهُ (30)
مِنْ شُكْرِكَ، وَتَمْجِيدِي لَكَ. فَمَا أَيْسَرَ مَا كَلَّفْتَنِي بِهِ مِنْ حَقِّكَ، وَأَعْظَمَ مَا وَعَدْتَنِي بِهِ مِنْ نَعْمَائِكَ، وَمَزِيْدِ الْخَيْرِ عَلَى شُكْرِكَ. ابْتَدَأْتَنِي بِالنِّعَمِ فَضْلًا وَطُولاً، وَأَمَرْتَنِي بِالشُّكْرِ حَقًّا وَعَدْلًا، وَوَعَدْتَنِي عَلَيْهِ أَضْعَافًا وَمَزِيدًا، وَأَعْطَيْتَنِي مِنْ رِزْقِكَ رِزْقًا وَاسِعًا (31)
كَثِيرًا، اِخْتِيَارًا وَرِضًا، وَسَأَلْتَنِي مِنْهُ شُكْرًا يَسِيرًا .
Tuhanku, aku memohon pada-Mu dengan semua permintaan (yang pernah terucap) pada-Mu, aku senang pada-Mu dalam hal keberkahan pujian yang Engkau buat lisanku berucap pujian pada-Mu dan Engkau berikan lisanku taufik untuk bisa bersyukur pada-Mu dan bentuk pengangunganku pada-Mu. Betapa ringan yang Engkau berikan bebankan padaku terkait hak-Mu dan Engkau janjikan padaku paling agungnya nikmat-Mu bahkan dan tambahan kebaikan padaku atas syukurku pada-Mu; Engkau mulai dengan memberikanku ragam nikmat dari sisi keutamaan dan perpanjangan-Mu, Engkau perintahkan aku untuk mensyukuri secara hak dan juga adil, bahkan Engkaupun janjikan padaku lipat ganda (ganjaran) dan tambahan (kebaikan), Engkaupun telah berikan padaku berupa rezeki yang luas dan banyak; sebagai bentuk pilihan-Mu dan bentuk keridhoan-Mu, bahkan Engkau hanya pinta dariku rasa syukur yang sedikit.
لَكَ الْحَمْدُ اللَّهُمَّ عَلَيَّ، إِذْ نَخَيْتَنِي وَعَافَيْتَنِي بِرَحْمَتِكَ مِنْ جَهْدِ الْبَلَاءِ وَدَرْكِ (32)
الشَّقَاءِ، وَلَمْ تُسْلِمْنِي لِسُوْءٍ قَضَائِكَ وَبَلَائِكَ، وَجَعَلْتَ مَلْبَسِي الْعَافِيَةَ، وَأَوْلَيْتَنِي الْبَسْطَةَ وَالرَّحَاءَ، وَ شَرَّعْتَ لِي أَيْسَرَ الْقَصْدِ، وَضَاعَفْتَ لِي أَشْرَفَ الْفَضْلِ مَعَ مَا عَبَدْتَنِي مِنَ الْمَحَجَّةِ (33)
الشَّرِيفَةِ، وَبَشَّرْتَنِي بِهِ مِنَ الدَّرَجَةِ الْعَالِيَةِ (34)
الرَّفِيْعَةِ، وَاصْطَفَيْتَنِي بِأَعْظَمِ النَّبِيِّينَ دَعْوَةً وَأَفْضَلِهِمْ شَفَاعَةً، وَأَرْفَعِهِمْ دَرَجَةً، وَأَقْرَهِمْ مَنْزِلَةً، وَأَوْضَحِهِمْ حُجَّةً ، سَيِّدِنَا (35)
مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِهِ (36)
وَعَلَى جَمِيعِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ وَأَصْحَابِهِ الطَّيِّبِيْنَ الطَّاهِرِينَ.
Segala puji bagimu ya Allah, kala Engkau telah menyelamatkan dan mensehatkanku dengan rahmat-Mu dari susahnya malapetaka dan kesengsaraan yang menimpa, Engkau jadikan kesehatan sebagai pakaianku, Engkau berikan keleluasaan dan hidup yang nyaman, Engkau telah buat untukku paling mudahnya pekerjaan, bahkan Engkau lipatgandakan paling mulianya anugerah-Mu padaku bersamaan dengan hujah mulia; yang dengannya aku bisa beribadah (pada-Mu), Engkau telah berikanku kabar gembira dengan derajat tinggi dan luhur, Engkau pilihkan aku pada sosok nabi yang paling agung ajakannya dan paling utama syafa’at, paling tinggi derajat, paling dekatnya posisi disisi Allah dan paling jelasnya hujjah; Penghulu kami Muhammad,-Semoga shalawat terlimpah pada beliau dan juga pada keluarga, pada semua nabi dan utusan Allah serta para sahabat beliau yang baik lagi mensucikan diri.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا (37)
مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا (38)
مُحَمَّدٍ، وَاغْفِرْ لِي مَا لَا يَسَعَهُ إِلَّا مَغْفِرَتُكَ (*) وَلَا يَمْحُقُهُ إِلَّا عَفْوُكَ، وَلَا يُكَفِّرُهُ إِلَّا تَحَاوُزُكَ وَفَضْلُكَ، وَهَبْ لِي فِي يَوْمِي هَذَا وَلَيْلَتِي هَذِهِ وَسَاعَتِي هَذِهِ وَشَهْرِي هَذَا وَسَنَتِي هَذِهِ يَقِينًا صَادِقًا يُهوِّنُ عَلَيَّ مَصَائِبَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَأَحْزَانَهُمَا، وَيُشَوِّقُنِي إِلَيْكَ، وَيُرَغْبُنِي فِيْمَا عِنْدَكَ، وَاكْتُبْ لِي عِنْدَكَ الْمَغْفِرَةَ، وَبَلِّغْنِي الْكَرَامَةَ مِنْ عِنْدِكَ، وَأَوْزِعْنِي شُكْرَ مَا أَنْعَمْتَ بِهِ عَلَيَّ، فَإِنَّكَ أَنْتَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ الْوَاحِدُ الْأَحَدُ الرَّفِيعُ الْبَدِيعُ الْمُبْدِئُ الْمُعِيدُ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ الَّذِي لَيْسَ لِأَمْرِكَ مَدْفَعْ، وَلَا عَنْ قَضَائِكَ مُمْتَنَعٌ،
Ya Allah, haturkanlah shalawat pada penghulu kami Muhammad, juga pada keluarga penghulu kami Muhammad, ampunilah dosa kami yang tidak terhapus kecuali dengan ampunan-Mu, yang tidak terlebur kecuali dengan ampunan-Mu dan tidak terhapus kecuali dengan lapangnya ampunan dan keutamaan-Mu. Berikanlah padaku pada malam ini, pada jam ini, pada bulan ini dan pada tahun ini yang berupa keyakinan tulus yang dapat meringankan musibah serta kesedihan di dunia dan akhirat padaku, menggandrungkanku pada-Mu, membuatku suka pada apa yang ada pada sisi-Mu. Tuliskanlah ampunan-Mu untukku di sisi-Mu, sampaikanlah aku pada kemuliaan yang berasal dari-Mu, hantarkanlah aku untuk dapat mensyukuri apa yang telah Engkau berikan padaku, sungguh Engkau adalah Allah yang tiada ilah yang patut disembah melainkan Engkau; yang satu dan tunggal, yang Maha Luhur, yang Maha Pencipta, yang Maha Memulai, Yang Maha Mengembalikan, yang Maha Mendengar, yang Maha Mengetahui, tidak yang bisa menolak perintah-Mu, tidak pula ada yang bisa menolak ketentuan-Mu.
وَأَشْهَدُ أَنَّكَ رَبِّي وَرَبُّ كُلِّ شَيْءٍ (39)
فَاطِرُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ الْعَلِيُّ (40) الْكَبِيرُ الْمُتَعَالِ * « » اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الثَّبَاتَ فِي الْأَمْرِ (*) وَالْعَزِيمَةَ عَلَى الرُّشْدِ وَالشَّكْرَ عَلَى نِعَمِكَ وَأَسْأَلُكَ حُسْنَ عِبَادَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ كُلِّ مَا تَعْلَمُ وَأَعْوذُبِكَ مِنْ شَرِّ (41)
كُلِّ مَا تَعْلَمُ وَأَسْتَغْفِرُكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ مَا تَعْلَمُ إِنَّكَ أَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ. وَأَسْأَلُكَ أَمْنًا (42)
وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ جَوْرِ كُلِّ جَائِرٍ، وَمَكْرِ كُلِّ مَاكِرٍ، وَظُلْمِ كُلِّ ظَالِمٍ، وَسِحْرِ كُلِّ سَاحِرٍ، وَبَغْيِ كُلِّ بَاعٍ، وَحَسَدِ كُلِّ حَاسِدٍ، وَغَدْرِ كُلِّ غَادِرٍ، وَكَيْدَ كُلِّ كَائِدٍ، (43)
وَعَدَاوَةِ كُلِّ عَدُوٌّ، وَطَعْنِ كُلِّ طَاعِنٍ، وَقَدْحٍ كُلِّ قَادِحٍ، وَحِيْلَ كُلِّ مُتَحَيَلِ، (44)
وَشَمَاتَةِ كُلِّ شَامِتٍ، وَكَشْحِ كُلِّ كَاشِحٍ.
Aku bersaksi bahwa sungguh Engkau adalah Rabbku dan Rabbnya segala sesuatu, tiada ilah yang patut disembah melainkan Engkau, yang menciptakan langit dan bumi, yang mengetahui hal ghaib dan yang nyata, yang Agung dan Maha Tinggi. Ya Allah, sungguh aku memohon pada-Mu ketetapan dalam perkara, kokoh dalam petunjuk dan mampu mensyukuri nikmat-Mu. Akupun memohon baiknya penghambaanku. Akupun memohon segala kebaikan yang Engkau tahu dan aku memohon perlindungan dari segala keburukan yang Engkau tahu, akupun memohon ampunan-Mu dari segala keburukan yang Engkau tahu, sungguh Engkaulah yang mengetahui segala perkara ghaib. Akupun memohon pada-Mu rasa aman dan aku berlindung pada-Mu dari kesemena-menaan setiap diktator. tipu daya setiap orang yang membuat makar, ke-zhalim-an setiap orang yang berbuat zhalim, sihimya setiap orang yang menyihir, kedurjanaan setiap orang yang durjana, hasudnya setiap orang yang menghasud, khianatnya setiap orang yang berkhianat, tipu dayanya setiap orang yang menipu, permusuhannya setiap orang yang bermusuhan, tikamannya setiap orang yang menikam, sayatan setiap orang yang mencela, rekayasa setiap orang yang membuat rekayasa, olokan setiap orang yang mengolok-olok dan ancaman orang yang menyembunyikan permusuhan.
اللَّهُمَّ بِكَ أَصُوْلُ عَلَى الْأَعْدَاءِ وَالْقُرَنَاءِ، وَإِيَّاكَ أَرْجُوْ وِلَايَةَ الأَحِبَّاءِ وَالْأَوْلِيَاءِ وَالْقُرَبَاءِ. فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا لَا أَسْتَطِيعُ إِحْصَاءَهُ وَلَا تَعْدِيْدَهِ مِنْ عَوَائِدِ فَضْلِكَ وَعَوَارِفِ رِزْقِكَ وَأَلْوَانِ مَا أَوْلَيْتَنِي بِهِ مِنْ إِرْفَادِكَ، (45)
فَإِنَّكَ أَنْتَ اللَّهُ الَّذِي لا إِلهَ إِلَّا أَنْتَ الْفَاشِي فِي الْخَلْقِ حَمْدُكَ، الْبَاسِطُ بِالْجُوْدِ يَدَكَ، لَا تُضَادُّ فِي حُكْمِكَ وَلَا تُنَازَعُ فِي أَمْرِكَ وَسُلْطَانِكَ وَمُلْكِكَ، وَلَا تُشَارِكُ فِي رُبُوْبِيَّتِكَ وَلَا تُزَاحَمُ فِي خَلْقِكَ، (46)
تَمْلِكُ مِنَ الْأَنَامِ مَا تَشَاءُ وَلَا يَمْلِكُوْنَ مِنْكَ (47)
إِلَّا مَا تُرِيدُ. (*)
Ya Allah, dengan-Mulah aku melumatkan para musuh dan kroni-kroninya, hanya pada-Mulah aku mengharapkan perlindungannya orang-orang yang Engkau cinta, para wali dan orang-orang yang senantiasa bertaqqarrub kepada-Mu. Segala puji hanya bagi-Mu atas beragam keutamaan, rezeki dan ragam keutamaaan yang telah Engkau beri padaku; yang aku tidak dapat menghitung dan membilangkannya, yang semua itu muncul dari bantuan dan sisi kemurahan-Mu, sungguh Engkau adalah Allah, tiada ilah yang patut disembah melainkan Engkau, pujian-Mu telah tersebar pada makhluk, tangan-Mu (kekuasaan-Mu) yang membentangkan kedermawanan, hukum-Mu tidak ada yang bertentangan, perkara-Mu, kekuasaan-Mu dan kerajaan-Mu tidak lagi diperselisihkan, tiada yang berserikat dalam sisi Rububiyyah-Mu dan tiada yang mendesak dalam penciptaan-Mu, Engkau memiliki apa saja yang Engkau inginkan dari manusia sesuai kehendak-Mu, sementara mereka (para hamba-Mu) tidak memiliki dari-Mu kecuali yang Engkau kehendaki.
اللَّهُمَّ أَنْتَ الْمُنْعِمُ الْمُتَفَضَّلُ الْقَادِرُ الْمُقْتَدِرُ الْقَاهِرُ (48)
الْمُقَدِّسُ فِي نُوْرِ الْقُدْسِ، تَرَدَّيْتَ بِالْمَجْدِ وَالْبَهَاءِ وَتَعَظَّمْتَ (49)
بِالْعِزَّةِ وَالْعُلَاءِ، وَتَأَزَّرْتَ بِالْعَظَمَةِ وَالْكِبْرِيَاءِ، (50) « »
وَتَغَشَّيْتَ بِالنُّوْرِ وَالصِّيَاءِ، وَتَجَلَّلْتَ بِالْمَهَابَةِ وَالْبَهَاءِ لَكَ الْمَنَّ الْقَدِيمُ، وَالسُّلْطَانُ الشَّامِحُ، وَالْمُلْكُ الْبَاذِخُ، وَالْجُوْدُ الْوَاسِعُ، وَالْقُدْرَةُ الْكَامِلَةُ، وَالْحِكْمَةُ الْبَالِغَةُ، وَالْعِزَّةُ الشَّامِلَةُ.
Ya Allah, Engkaulah Dzat yang senantiasa memberikan kucuran karunia, yang memberi ragam anugerah, yang Maha Kuasa dan menakdirkan, yang Maha Memaksa, yang Maha Suci dengan keagungan pada cahaya kesucian. Engkau telah berselendang dengan selendang keperkasaanan dan keagungan; Engkau Agung dalam keperkasaan dan keluhuran. Engkau berpakaian dengan keagungan dan kesombongan, Engkau telah menyelimuti Dzat-Mu dengan cahaya rembulan dan cahaya matahari, Engkau telah ber-tajalli dengan kewibawaan dan keanggunan. Untuk-Mu karunia yang qadim, kekuasaan yang menghegemoni, kerajaan yang royal, kedermawanan yang luas, kemampuan yang sempurna, hikmah yang mengena, keperkasaan yang menyelimuti,
فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا (51)
جَعَلْتَنِي مِنْ أُمَّةِ سَيِّدِنَا (52)
مُحَمَّدٍ صلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِهِ، (53) *
وَهُوَ أَفْضَلُ بَنِي آدَمَ الَّذِينَ كَرَّمْتَهُمْ وَحَمَلْتَهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْتَهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْتَهُمْ عَلَى كَثِيرٍ مِنْ خَلْقِكَ تَفْضِيْلًا. وَخَلَقْتَنِي (54)
سَمِيعًا بَصِيرًا صَحِيْحًا سَوِيًّا سَالِمًا مُعَافًا، وَلَمْ تَشْغِلْنِي (55)
بِنُقْصَانٍ فِي بَدَنِي عَنْ طَاعَتِكَ، وَلَا بِآفَةٍ فِي جَوَارِحِي، وَلَا عَاهَةٍ فِي نَفْسِي وَلَا فِي عَقْلِي وَلَمْ تَمْنَعْنِي كَرَامَتَكَ إِيَّايَ، وَحُسْنُ صَنِيْعِكَ عِنْدِي وَفَضْلَ مَنَائِحِكَ (56)
لَدَيَّ وَنَعْمَائِكَ عَلَيَّ.
Maka segala puji bagi-Mu yang telah menjadikanku bagian dari umat penghulu kami Muhammad -semoga Allah berkenan menyampaikan shalawat pada beliau dan keluarga beliau- beliau lah paling utamanya anak keturunan Adam As, yang telah Engkau muliakan dan giring mereka (anak keturunan nabi Adam As) di darat dan lautan, Engkau beri mereka rezeki yang baik dan Engkau utamakan mereka dari kebanyakan makhluk-Mu. Engkau telah membuatku bisa mendengar, melihat, sehat, sempurna, terlindungi dari penyakit; kekurangan yang ada di tubuhku, cacat yang ada di jasadku dan wabah yang ada pada anggota badanku dan akalku tidak membuatku sibuk dari ibadah pada-Mu. Hal itu juga tidak menghalangi kemuliaan yang Engkau berikan padaku, tidak pula menghalangi perbuatan baik-Mu padaku, tidak pula mengurangi keutamaan pemberian-Mu padaku, tidak pula mengurangi ragam karunia-Mu padaku,
أَنْتَ الَّذِي أَوْسَعْتَ عَلَيَّ فِي الدُّنْيَا رِزْقًا وَفَضَّلْتَنِي عَلَى كَثِيرٍ مِنْ أَهْلِهَا تَفْضِيلاً . فَجَعَلْتَ لِي سَمْعًا يَسْمَعُ آيَاتِكَ، وَعَقْلاً يَفْهَمُ إِيْمَانَكَ، وَبَصَرًا يَرَى قُدْرَتَكَ، وَفُؤَادًا يَعْرِفُ عَظَمَتَكَ، وَقَلْبًا يَعْتَقِدُ تَوحِيْدَكَ. فَإِنِّي لِفَضْلِكَ عَلَيَّ شَاهِدٌ حَامِدٌ شَاكِرٌ، وَلَكَ نَفْسِي شَاكِرَةٌ، وَبِحَقِّكَ عَلَيَّ شَاهِدَةٌ، وَأَشَهَدُ أَنكَ حَيٌّ قَبْلَ كُلِّ حَيٍّ، وَحَيٌّ بَعْدَ كُلِّ حَيٍّ، وَحَيٌّ بَعْدَ كُلِّ مَيِّتِ، وَحَيٌّ لَمْ تَرِثِ الْحَيَاةَ مِنْ حَيٍّ، وَلَمْ تَقْطَعْ خَيْرَكَ عَنِّي في كُلِّ وَقْتٍ، وَلَمْ تَقْطَعْ رَجَائِ، وَلَمْ تُنْزِلْ بِيَ عُقُوْبَاتِ النَّقَمِ، وَلَمْ تُغَيِّرُ عَلَيَّ (57)
وَثَائِقَ النَّعَمِ، وَلَمْ تَمْنَعْ عَنِّي دَقَائِقَ الْعِصَمِ.
Engkaulah yang telah melapangkan rezeki padaku, mengutamakanku dari orang yang memiliki keutamaan itu. Engkau telah memberikanku telinga yang dengannya aku bisa mendengar ayat-ayat-Mu, (Engkau telah memberikanku) mata yang senantiasa dapat melihat sisi kemampuan-Mu, (Engkau telah memberikanku) fuad (salah satu kondisi kalbu) yang dengannya senantiasa dapat mengetahui keagungan-Mu, (Engkau telah memberikanku) kalbu yang dengannya senantiasa meyakini ketauhidan-Mu. Sungguh aku mengakui, memuji, dan bersyukur atas keutamaan-Mu padaku. Untukmulah jiwaku ini bersyukur dan dengan kebenaran-Mu lah akupun bersaksi.
Aku bersaksi bahwa sungguh Engkau Maha Hidup sebelum adanya yang hidup, Engkau Maha Hidup setelah semua yang ada ini hidup, Dzat-Mu Maha Hidup setelah semuanya mati, Dzat-Mu Maha Hidup dan tidak mewarisi kehidupan dari yang hidup, kebaikan-Mu tidak pernah terputus dariku setiap waktu, harapanku pada-Mu pun tidak terputus, Engkaupun tidak menurunkan siksaan padaku dan tidak merubah ragam janji nikmat-Mu padaku, Engkaupun tidak pernah melepaskanku dari perlindungan-Mu.
فَلَوْ لَمْ أَذْكُرْ مِنْ إِحْسَانِكَ وَإِنْعَامِكَ عَلَيَّ، إِلَّا عَفْوَكَ عَنِّي وَالتَّوْفِيقَ لِي وَالاِسْتِجَابَةَ (58)
لِدُعَائِي حِيْنَ رَفَعْتُ صَوْتِي بِدُعَائِكَ وَتَحْمِيدِكَ وَتَوْحِيدِكَ (*) وَتَمْجِيْدِكَ وَتَهْلِيْلِكَ وَتَكْبِيْرِكَ وَتَعْظِيمِكَ، وَإِلَّا فِي تَقْدِيرِكَ خَلْقِي حِيْنَ صَوَّرْتَنِي فَأَحْسَنْتَ صُورَتِي، وَإِلَّا فِي قِسْمَةِ الْأَرْزَاقِ حِيْنَ قَدَّرْتَهَا لِي، لَكَانَ فِي ذلِكَ مَا يَشْغَلُ فِكْرِي عَنْ جَهْدِي. (59)
فَكَيْفَ إِذَا فَكَرْتَ فِي النِّعَمِ الْعِظَامِ الَّتِي أَتَقَلَّبُ فِيْهَا وَلَا أَبْلُغُ شُكْرَ شَيْءٍ مِنْهَا. فَلَكَ الْحَمْدُ عَدَدَ مَا حَفِظَهُ (60)
عِلْمُكَ وَجَرَى بِهِ قَلَمُكَ وَنَفَذَ بِهِ حُكْمُكَ فِي خَلْقِكَ، وَعَدَدَ مَا وَسِعَتْهُ رَحْمَتُكَ (مِنْ جَمِيعِ خَلْقِكَ)، (61)
وَعَدَدَ مَا أَحَاطَتْ بِهِ قُدْرَتُكَ، وَأَضْعَافَ مَا تَسْتَوْجِبُهُ مِنْ جَمِيعِ خَلْقِكَ.
Andai toh aku tidak mengingat sisi kebaikan dan pemberian karunia-Mu padaku kecuali sisi pemberian ampunan-Mu, taufik-Mu padaku dan pengkabulan do’a-do’aku ketika aku angkat suara dengan ragam do’a, pujian, tauhid, tahlil (ucapan La ilaha illallah), takbir (ucapan Allahu Akbar) dan pengagungan. Jika tidak seperti itu Engkau tetap memiliki peran dalam menentukan bentukku dan memperbagusnya saat Kau ciptakan aku, jika bukan itu pula, Engkau pun tetap memiliki peran dalam membagi rezeki yang telah Kau tentukan tanpa menyibukkan pikiranku akannya, bagaimana kondisinya jika aku memikirkan beragam nikmat agung yang sili berganti datang padaku dan tidak aku syukuri satupun.
Puji syukur hanya bagi-Mu ya Allah sebanyak yang diketahui ilmu-Mu, dan telah ditulis qalam-Mu dan apa yang telah berlaku ketetapan hukumnya pada makhluk-Mu; (Puji syukur hanya bagi-Mu ya Allah) sebanyak cakupan rahmat-Mu yang ada pada makhluk-Mu; (Puji syukur hanya bagi-Mu ya Allah) sebanyak cakupan kemampuan-Mu dan berlipat gandanya pujian yang wajib bagi-Mu dari semua makhluk-Mu.
اللَّهُمَّ إِنِّى مُقِرٌّ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، فَتَمِّمْ (62)
إِحْسَانَكَ إِلَيَّ (*) فِيْمَا بَقِيَ مِنْ عُمْرِي كَمَا (63)
أَحْسَنْتَ إِلَيَّ فِيْمَا مَضَى مِنْهُ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.
Ya Allah, sungguh aku mengakui beragam nikmat-Mu, maka sempurnakanlah sisi ihsan-Mu pada sisa umurku dengan penyempurnaan yang paling agung, paling sempurna, paling lengkap dan paling baiknya kebaikan yang telah Kau berikan padaku sebelumnya dengan rahmat-Mu wahai Dzat yang paling penyayang.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ وَأَتَوَسَّلُ إِلَيْكَ بِتَوْحِيدِكَ وَتَمْجِيدِكَ وَتَحْمِيدِكَ وَتَهْلِيْلِكَ وَتَكْبِيْرِكَ وَتَسْبِيحِكَ وَكَمَالِكَ وَتَدْبِيْرِكَ وَتَعْظِيْمِكَ وَتَقْدِيْسِكَ، وَنُوْرِكَ وَرَأْفَتِكَ وَرَحْمَتِكَ، وَعِلْمِكَ وَحِلْمِكَ، وَعُلُوِّكَ وَوِقَارِكَ وَفَضْلِكَ وَجَلَالِكَ وَمَنَّكَ وَكِبْرِيَائِكَ وَسُلْطَانِكَ وَقُدْرَتِكَ وَإِحْسَانِكَ وَامْتِنَانِكَ، وَجَمَالِكَ وَبَهَائِكَ، وَبُرْهَانِكَ وَغُفْرَانِكَ وَنَبِيِّكَ وَوَلِيِّكَ وَعِتْرَتِهِ الطَّاهِرِينَ، أَنْ تُصَلِّيَ عَلَى سَيِّدِنَا (64)
مُحَمَّدٍ وَعَلَى سَائِرِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، وَأَنْ لَا تَحْرِمْنِي رِفْدَكَ (*) وَفَضْلَكَ وَجَمَالَكَ وَجَلَالَكَ، وَفَوَائِدَ كَرَامَاتِكَ، فَإِنَّهُ لَا تَعْتَرِيْكَ (65)
لِكَثْرَةِ مَا قَدْ نَشَرْتَ مِنَ الْعَطَايَا، عَوَائِقُ الْبُخْلِ، وَلَا يَنْقُصُ جُوْدَكَ التَّقْصِيرُ فِي شُكْرِ نِعْمَتِكَ، وَلَا تُنْفِذُ خَزَائِنَكَ مَوَاهِبُكَ الْمُتَّسِعَةِ، وَلَا تُؤَثِّرُ (66)
فِي جُوْدِكَ الْعَظِيمِ مِنَحُكَ الْفَائِقَةُ الجليْلَةُ الْجَمِيْلَةُ الأَصِيْلَةُ، وَلَا تَخَافُ ضِيْمَ إِمْلَاقٍ فَتُكْدِيَ، وَلَا يَلْحَقُكَ خَوْفُ عُدْمٍ فَيَنْقُصَ مِنْ جُوْدِكَ فَيْضُ فَضْلِكَ. إِنَّكَ عَلَى مَا تَشَاءُ (67)
قَدِيْرٌ وَبِالْإِجَابَةِ جَدِيرٌ.
Ya Allah, sungguh aku ber-tawassul pada-Mu dengan ketauhidanku pada-Mu, pengagunganku pada-Mu, pujianku pada-Mu, ucapan tahlil-ku untuk-Mu, untaian takbirku untuk-Mu, untaian tasbihku untuk-Mu; (aku ber-tawassul) dengan kesempurnaan-Mu, pengaturan-Mu, pengagungan-Mu, kesucian-Mu,, cahaya-Mu, kasih sayang-Mu, rahmat-Mu, ilmu-Mu, kemurahan-Mu, keluhuran-Mu, wibawa-Mu, keutamaan-Mu, keperkasaan-Mu, karunia-Mu, sisi kesombongan-Mu, kekuasaan-Mu, kemampuan-Mu, sisi ihsan-Mu, pemberian-Mu, keelokan-Mu, keindahan-Mu, tanda-tanda-Mu, ampunan-Mu, nabi-Mu, wali-Mu keturunan nabi-Mu yang suci agar Engkau berkenan menghaturkan shalawat pada penghulu kami Muhammad dan para nabi serta utusan Allah; dan juga agar Engkau tidak menghalangiku dari ragam pemberian, keutamaan, keelokan, keagungan dan ragam karomah-Mu, sungguh ragam kebakhilan tidak tersusupi pada Dzat-Mu, kedemawanan-Mu yang sedikit tidak mengurangi rasa syukurku pada-Mu, pemberian-Mu yang luas tidak mengurangi perbendaharaan-Mu, pemberian-Mu yang unggul, yang besar, yang bagus dan asli tidak memberikan pengaruh pada kedermawanan-Mu yang agung, Engkaupun tak takut miskin, sehingga Engkau lelah; takutnya kehilangan sesuatu tidak mengurangi kucuran pemberian ilahiyyah-Mu, sungguh Engkau berkauasa atas sesuatu yang Kau kehendaki dan terlebih hanya mengabulkan do’a.
اللَّهُمَّ ارْزُقْنِي قَلْبًا خَاشِعًا خَاضِعًا ضَارِعًا، وَعَيْنًا بَاكِيَةً، وَبَدَنَا صَحِيْحًا صَابِرًا، وَيَقِيْنَا صَادِقًا، بِالْحَقِّ صَادِعًا، وَتَوْبَةً نَصُوحًا، وَلِسَانًا ذَاكِرًا وَحَامِدًا، (68)
وَإِيْمَانًا صَحِيحًا، وَرِزْقًا حَلَالًا طَيِّبًا وَاسِعًا، وَعِلْمًا نَافِعًا ، وَوَلَدًا صَالِحًا وَصَاحِبًا مُوَافِقًا، وَسِنَّا طَوِيلًا فِي الْخَيْرِ، مُشْتَغِلًا بِالْعِبَادَةِ الْخَالِصَةِ، وَخُلُقًا حَسَنًا، وَعَمَلًا صَالِحًا مُتَقَبَّلًا، وَتَوْبَةً مَقْبُوْلَةً، وَدَرَجَةً رَفِيْعَةً، وَامْرَأَةً مُؤْمِنَةً طَائِعَةً.
Ya Allah, limpahkanlah kami rezeki berupa kalbu yang khusyu, kalbu yang tunduk, kalbu yang merengek, mata yang bisa menangis, tubuh yang baik, tubuh yang sabar, keyakinan yang pasti, sikap yang membela kebenaran, tobat nasuha, lisan yang senantiasa berdzikir dan memuji-Mu, keimanan yang benar, rezeki yang halal, baik dan luas, ilmu yang manfaat, teman yang sepemikiran, usia yang panjang dalam kebaikan beribadah yang tulus, akhlak yang baik, amal shaleh yang diterima, tobat nasuha yang diterima, derajat yang tinggi dan istri yang beriman lagi ta’at.
اللَّهُمَّ لَا تُنَسِّنِي (69)
ذِكْرَكَ، وَلَا تُوَلَّنِي غَيْرَكَ، وَلَا تُؤَمِّنِّي مَكْرَكَ، وَلَا تَكْشِفْ عَنِّي سِتْرَكَ، وَلَا تَقْنِّطْنِي مِنْ رَحْمَتِكَ، وَلَا تُبَعَدْنِي (70)
مِنْ كَنَفِكَ وَجِوَارِكَ، وَأَعِذْنِي مِنْ سَخَطِكَ وَغَضَبِكَ، وَلَا تُؤَيِسْنِي (71)
مِنْ رَحْمَتِكَ وَرَوْحِكَ، وَكُنْ لِي أَنَيْسًا مِنْ كُلِّ رَوْعَةٍ وَخَوْفٍ وَوِحْشَةٍ وَغُرْبَةٍ، وَاعْصِمْنِي مِنْ كُلِّ هَلَكَةٍ، وَنَحْنِي مِنْ كُلِّ بَلِيَّةٍ وَآفَةٍ وَعَاهَةٍ وَغُصَّةٍ وَمِحْنَةٍ وَزَلْزَلَةٍ وَشِدَّةٍ وَإِهَانَةٍ وَذِلَّةٍ وَغَلَبَةٍ وَقِلَّةٍ وَجُوْعٍ وَعَطَشٍ وَفَقْرِ وَفَاقَةٍ وَضَيْقٍ (72)
وَفِتْنَةٍ وَوَبَاءٍ وَغَرَقٍ (73)
وَحَرَقٍ وَبَرَقٍ وَسَرَقٍ وَحَرِّ وَبَرَدٍ وَنَهْبٍ وَغَيْ وَضَلَالٍ وَضَالَّةٍ وَهَامَّةٍ وَزَلَلٍ وَخَطَايَا وَهَمْ وَغَمٌ وَمَسْلٍ وَخَسْفٍ وَقَذْفٍ وَحَلَّةٍ وَعِلَّةٍ وَمَرَضِ وَجُنُوْنٍ وَجُذَامٍ وَبَرَصٍ (74)
وَنَقْصٍ وَهَلَكَةٍ وَفَضِيْحَةٍ وَقَبِيحَةٍ في الدَّارَيْنِ، إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ الْمِيْعَادَ.
Ya Allah, jangan Kau buat aku lalai dari mengingat-Mu, janganlah Engkau serahkan aku pada selain-Mu, jangan Kau jadikan aku merasa aman dari makar-Mu, jangan Kau singkapkan tirai penghalang-Mu dariku, jangan Kau jadikan aku putus asa dari rahmat-Mu, jangan Kau jauhkan aku dari pemeliharaan dan sisi-Mu, lindungilah aku dari murka dan kemarahan-Mu, jangan Kau putus asakan aku dari rahmat dan ridha-Mu. Jadilah Engkau penghiburku dalam setiap kepanikan, ketakutan, keburukan, keterasingan; lindungilah aku dari setiap kebinasaan, selamatkanlah aku dari setiap bencana, wabah, gangguan kesehatan, kesusahan, cobaan, gempa, segsara, hina, rendah diri, tertekan, kekurangan, kelaparan, kehausan, kefakiran, ketiadaan, kesempitan, fitnah, wabah, bencana, kebanjiran, kebakaran, petir, pencurian, kepanasan, kedinginan, perampokan, kesalahan, kesesatan, kehilangan, serangga yang merusak, kekeliruan, dosa, kesusahan, keprihatinan, kutukan yang merubah wujud, penenggelaman, tuduhan tanpa bukti, kemiskinan, penyakit, sakit, gila, lepra, kusta, lumpuh separuh, ambein, enyakit ngompol, kekurangan, kerusakan, dipermalukan perbuatan tercela dan dipermalukan perbuatan jahat di dunia dan akhirat, sungguh Engkau tidaklah mengingkari janji.
اللَّهُمَّ ارْفَعْنِي وَلَا تُضَعْنِي، وَادْفَعْ عَنِّي وَلَا تَدْفَعْنِي، وَأَعْطِنِي وَلَا تَحْرِمْنِي، وَزِدْنِي وَلَا تَنْقُصْنِي، وَارْحَمْنِي وَلَا تُعَذِّبْنِي، وَفَرِّجْ همي وَاكْشِفْ غَمِّي وَأَهْلِكْ عَدُوِّي، وَانْصُرْنِي وَلَا تَخْذُلْنِي، وَأَكْرِمْنِي وَلَا تُمِنِّي، وَاسْتُرْنِي وَلَا تَفْضَحْنِي، وَاثْرِنِي وَلَا تُؤْثِرْ عَلَيَّ، وَاحْفَظْنِي وَلَا تُضَيِّعْنِي، فَإِنَّكَ عَلَى مَا تَشَاءُ قَدِيرٌ، يَا أَقْدَرَ الْقَادِرِيْنَ وَيَا أَسْرَعَ الْحَاسِبِيْنَ، وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَسَلَّمَ أَجْمَعِينَ، يَاذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ.
Ya Allah, angkat derajatku dan jangan Engkau hinakan, cegahlah aku dan jangan Engkau dorong jerumuskan aku, berilah aku dan jangan Engkau halangi aku, tambahkanlah untukku dan jangan Engkau kurangi dariku, rahmatilah aku dan jangan Engkau siksa aku, lapangkanlah kesusahanku dan hilangkanlah keprihatinanku, binasakanlah musuhku, berilah aku pertolongan dan jangan Engkau hinakan aku, muliakanlah aku dan jangan Engkau hinakan aku, tutupilah aibku dan jangan Engkau permalukan aku, dahulukanlah aku dan jangan Engkau dahulukan orang lain daripada aku, peliharalah aku dan jangan Engkau sia-siakan aku, sungguh Engkau berkuasa atas segala sesuatu, wahai Dzat yang Maha Kuasa, wahai Dzat yang Maha cepat menghitung amal, semoga Allah berkenan menghaturkan shalawat dan salam kepada penghulu kami Muhammad dan semua keluarganya.
اللَّهُمَّ أَنْتَ أَمَرْتَنَا بِدُعَائِكَ، وَوَعَدْتَنَا بِإِجَابَتِكَ، وَقَدْ دَعَوْنَاكَ كَمَا أَمَرْتَنَا ، فَأَجِبْنَا كَمَا وَعَدْتَنَا، يَاذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ الْمِيْعَادَ.
Ya Allah, Engkaulah yang telah menyuruh kami untuk berdo’a pada-Mu, Engkau telah janjikan ijabah untuk kami, kami ini telah berdo’a pada-Mu sebagai Engkau telah memerintahkan kami, sungguh Engkau tidak mengingkari janji.
اللَّهُمَّ مَا قَدَّرْتَ لِي مِنْ خَيْرٍ، وَشَرَعْتُ فِيْهِ بِتَوْفِيقِكَ وَتَيْسِيْرِكَ، فَتَمِّمْهُ لِي بِأَحْسَنِ الْوُجُوهِ كُلِّهَا وَأَصْوَبِهَا وَأَصْفَاهَا، فَإِنَّكَ (75)
عَلَى مَا تَشَاءُ قَدِيرٌ وَبِالْإِجَابَةِ جَدِيْرٌ، نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرُ. وَمَا قَدَّرْتَ لِي مِنْ شَرِّ وَتُحَذِّرُنِي (76)
مِنْهُ، فَاصْرِفْهُ عَنِّى يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ، يَا مَنْ قَامَتِ السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُوْنَ بِأَمْرِهِ، يَا مَنْ يُمْسِكُ السَّمَاءَ أَنْ تَفَعَ عَلَى الْأَرْضِ إِلا بِإِذْنِهِ. (77)
يَا مَنْ أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَنْ يَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُوْنُ. فَسُبْحَانَ الَّذِي بِيَدِهَ مَلَكُوتُ كُلِّ شَيْءٍ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ. سُبْحَانَ الْقَادِرُ الْقَاهِرُ الْقَوِيُّ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْحَيُّ الْقَيُّومُ بِلَا مُعِينٍ وَلَا ظَهِيْرٍ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْتُ.
Ya Allah, kebaikan dan syari’at yang telah Kau tetapkan untuku dengan taufik dan kemudahan dari-Mu, maka sempurnakanlah bagiku dengan sisi yang paling baik dari sisi kebenaran dan kemurniannya, sungguh Engkau berkuasa atas segala sesuatu yang Kau kehendaki, Engkaulah yang patut mengabulkan do’a. Engkaulah sebaik-baiknya Tuhan dan penolong. (Ya Allah) keburukan yang telah Kau tetapkan untukku dan Kau ingatkan aku darinya, maka jauhkanlah aku hal itu dariku, wahai Dzat yang Maha Hidup lagi berdiri sendiri, wahai Dzat yang menegakkan langit dan bumi dengan perintah-Nya, wahai Dzat yang mengendalikan langit agar tidak jatuh ke bumi kecuali dengan izin-Nya, wahai Dzat yang jika Dia menghendaki pada perkaranya, “jadilah!,”, maka sesuatu itu pun terjadi. Maha Suci Allah dimana kerajaan segalanya ada dalam genggaman-Nya dan kepada-Nyalah tempat kembali. Maha Suci Allah yang Maha mampu, gagah, kuat perkasa, Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri tanpa ada yang menolong dan membantu, dengan rahmat-Mulah aku memohon pertolongan.
اللهُمَّ هَذَا الدُّعَاءُ (78)
وَمِنْكَ الإِجَابَةُ، وَهَذَا الْجُهْدُ مِنِّى (79)
وَعَلَيْكَ التَّكْلَانُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ. وَالْحَمْدُ للهِ أَوَّلًا وَآخِرًا وَظَاهِرًا وَبَاطِئًا. وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ (80)
الطَّيِّبِينَ الطَّاهِرِينَ، وَسَلَّمَ تَسْلِيمًا كَثِيرًا أَثِيْرًا. (81)
دَائِمًا أَبَدًا إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. وَحَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكَيْلُ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.
Ya Allah, ini adalah do’a, dari-Mulah ijabah do’a, inilah usaha kesungguhanku dan kepada-Mulah aku pasrah diri, tiada daya dan upaya melainkan dengan pertolongan dari Allah yang Maha Luhur dan Agung. Segala puji bagi Allah sejak diawal hingga akhir, yang zhahir dan yang bathin, semoga Allah berkenan menghaturkan shalawat dan salam yang banyak, yang membekas, yang abadi hingga hari Kiamat dan juga bagi keluarga beliau yang suci. Cukuplah Allah dan Dialah sebaik-baiknya Dzat yang dipasrahi, Maha Suci Tuhanku pemilik kemuliaan sebagaimana yang disifati oleh orang-orang kafir, semoga salam pun tersampaikan kepada para utusan Allah. Segala puji hanya bagi Allah Rabb semesta alam.
Catatan :
Redaksi yang bertandakan * (*) (). Ini merupakan riwayat Sayyidi Ali Harazim dari Sayyidi Syaikh Ahmad at- Tijany Ra dalam hizib Saifi.
1. Dalam al Jaisy disebutkan dengan redaksi, (فِي كُلِّ وَقْتٍ)
2. Sayyidi Mahmud menulis sebuah naskah dengan menyebutkan redaksi, (الْبَلَاءِ)
3. Dalam cetakan Darul Kutub disebutkan dengan redaksi, (خَلَّصْنى وَأَهْلِي)
4. Dalam al Jaisy dan al Kharidah disebutkan dengan redaksi, (الْمَعَايِبِ)
5. Dalam berbagai naskah disebutkan dengan redaksi, (بِمَعَارِيْضِ)
6. Dalam al Jaisy disebutkan dengan redaksi, (بِيَ)
7. Dalam cetakan Darul Kutub disebutkan dengan redaksi, (بِيَ)
8. Ini merupakan riwayat Sayyidi Ali Harazim dari Sayyidi Syaikh Ahmad at- Tijany Ra
9. Dalam cetakan Darul Kutub disebutkan dengan redaksi, (عَنِّى أَبْصَارَهُمْ)
10. Dalam al Kharidah disebutkan dengan redaksi, (تَدْمِيْرًا امِيْنَ)
11. Dalam al Kharidah disebutkan dengan redaksi, (أَغْنِنِى وأعِنِّى)
12. Dalam sebuah naskah, redaksi, (وَاجِبٌ) terhapus, sedangkan dalam al Kharidah dan juga naskah lainnya redaksi, (وَاجِبٌ) tertulis permanen
13. Dalam ar-Rimah, redaksi, (دَائِبًا) dihapus.
14. Seperti inilah yang tertera didalam dua naskah Fess. Dalam cetakan Darul Kutub, al Kharidah dan pada al Jaisy disebutkan dengan redaksi,(مُرْضَيًا)
15. Dalam al Kharidah dan cetakan Darul Kutub, redaksi, (وَالتَّفْرِيْدِ) dihapus.
16. Maksud dari redaksi, (وَإِمْحَاضِ التَّمْجِيدِ) adalah ikhlasnya pemujian (untuk Allah).
17. Dalam al Jaisy disebutkan demikian. Yang benar adalah (حَبَسْتَ)
18. Seperti inilah yang tertera dalam Dua naskah; naskah Fess dan juga dalam al Kharidah. Dalam naskah lainnya disebutkan dengan redaksi, (بَرَأتَ)
19. Dalam ar-Rimah disebutkan dengan redaksi, (وَكَلَّتِ)
20. Seperti inilah yang tertera dalam dua naskah; Naskah Fess dan juga dalam al Kharidah, sedangkan dalam naskah lainnya disebutkan dengan redaksi, (صِفَتِكَ)
21. Dalarn naskah Darul Kutub disebutkan dengan redaksi, (وَالْحَصَرَتِ)
22. Seperti inilah dalam naskah Fess, dalam naskah lainnya disebutkan dengan redaksi, (تَعَمَّنَ) . Dalam al Kharidah disebutkan dengan (تَعَمَّق) yang artinya mengamati dan jeli dalam berpikir..
23. Dalam al Kharidah, redaksi, (مُتَوَاتِرًا) dihapus atau hilang.
24. Dalam naskah Darul Kutub disebutkan dengan redaksi, (الْعَوَالِمِ)
25. Seperti inilah disebutkan dalam naskah Fess, sedangkan dalam al Jaisy dan Darul Kutub disebutkan dengan redaksi, (مُنْتَقِصٍ)
26. Seperti inilah yang tertera dalam semua naskah dan juga dalarn naskah Sayyidi al ‘Arabi bin Sa`ih. Sedangkan dalam naskah Sayyidi Mahmud bin Sayyidi Ahmad Ash-Shaghir disebutkan dengan redaksi, (الْمَنَعَةَ)
27. Dalam naskah Sayyidi al ‘Arabi bin Sa ih disebutkan dengan redaksi, (لَمْ)
28. Dalam naskah lainnya huruf (وَ) dihapus.
29. Dalam naskah cetakan Darul Kutub disebutkan dengan redaksi, (اللَّهُمَّ)
30. Dalam ar-Rimah disebutkan dengan redaksi, (إِلَيْكَ بِكَ)
31. Dalam ar-Rimah disebutkan dengan redaksi, (إِلَيْهِ)
32. Ini merupakan redaksi naskah Fess dan juga al Kharidah serta al Jaisy. Maksudnya adalah berikanlah padaku rezeki yang lapang. Sedangkan dalam naskah ar-Rimah dan cetakan Darul Kutub disebutkan dengan redaksi, (مِنْ رِزْقِكَ وَاسِعًا)
33. Seperti inilah diberi harakat pada dua naskah Fess dan al Jaisy. Dalam naskah Darul Kutub disebut dengan redaksi, (دَرَكِ)
34. Dalam naskah cetakan Darul Kutub disebutkan dengan redaksi, (الْمَحَبَّةِ)
35. Seperti inilah yang tertera dalam semua naskah. Sayyidi Mahmud memberikan catatan pinggir dengan kata (الْعَلِيَّةِ)
36. Seperti inilah yang tertera dalam dua naskah Fess, ar-Rimah dan catatan pinggir Sayyidi Mahmud, namun ia dihapus dalam al Jaisy dan cetakan Darul Kutub serta naskah asli milik Sayyidi Mahmud.
37. Dalam ar-Rimah disebutkan dengan redaksi, (صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمَ)
38. Seperti ini yang disebutkan dalam naskah Fess dan al Kharidah. Dalam al Jaisy dan ar-Rimah redaksi, (سَیِّدِنَا) tidak disebutkan.
39. Seperti ini yang disebutkan dalam naskah Fess dan al Kharidah. Dalam al Jaisy dan ar-Rimah redaksi, (سَیِّدِنَا) tidak disebutkan.
40. Dalam ar-Rimah disebutkan dengan redaksi, (لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ فَاطِرُ)
41. Ini merupakan naskah Fess, al Kharidah, Darul Kutub, dan juga catatan Sayyidi Mahmud. Dalam Al jays, redaksi (الْعَلِيُّ) terhapus Yang benar adalah apa yang ada dalam catatan Sayyidi Mahmud.
42. Dalam al Kharidah disebutkan dengan redaksi, (مِنْ ذَنْبِ)
43. Dalam ar-Rimah disebutkan dengan redaksi, (أَمْنًا لِي وَلأَحْبَابِي)
44. Seperti ini yang disebutkan dalam naskah Fess dan Ar-Rimah, cetakan Darul Kutub, al Kharidah. Yang benar adalah (وَكَيْدِ كُلِّ كَائِدٍ وَغَذْرِ كُلِّ غَادِرٍ)
45. Dalam ar-Rimah disebutkan dengan redaksi, (مُحْتَالِ)
46. Dalam al Kharidah disebutkan dengan redaksi, (إِمْدَادِكَ). (الرَّقْدُ) maknanya adalah pemberian.
47. Ini merupakan naskah Fess, al Kharidah, Darul Kutub, al Jaisy dan ar-Rimah. Yang benar adalah (خَلِيفَتِكَ)
48. Dalam naskah Darul Kutub, redaksi (مِنْكَ) terhapus.
49. Asal redaksi ini terdapat pada naskah Fess, al Kharidah dan cetakan Darul Kutub serta al Jaisy, yaitu (اللَّهُمَّ أَنْتَ الْمُنْعِمُ الْمُتَفَضَّلُ الْقَادِرُ الْمُقْتَدِرُ الْقَاهِرُ الْمُقَدِّسُ)
Dalam ar-Rimah pun disebutkan semisalnya hanya saja redaksi, (الْمُتَفَضَّلُ) diganti dengan redaksi, (المُفَضَّلُ)
50. Dalam ar-Rimah disebutkan dengan redaksi, (وَتَعَاظَمْتَ) Sedangkan dalam naskah Darul Kutub redaksi, (وَتَعَظَّمْتَ بِالْعِزَّةِ وَالْعُلَاءِ) tidak disebutkan.
51. Perumpamaan dengan (الإِزَارُ), maknanya adalah bahwa keperkasaan dan kesombongan Allah Swt, meskipun ragam hijab penghalang terangkat bagi manusia, maka keperkasaan Allah pun akan tetap nyata.
52. Seperti inilah naskah yang ada di tanganku. Sayyidi Mahmud memberikan catatan padanya.
53. Redaksi, (سَيِّدِنَا) terhapus dalam ar-Rimah, cetakan Darul Kutub dan al Jaisy dan inilah yang benar.
54. Dalam ar-Rimah disebutkan dengan redaksi, (وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمْ) Sementara dalam al Jaisy disebutkan dengan redaksi, (وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ)
55. Dalam al Kharidah disebutkan dengan redaksi, (وَجَعَلْتَنِي)
56. Dalam catakan Darul Kutub disebutkan dengan redaksi, (تُشْغِلْنىِ)
57. Maksudnya adalah, (عَطَايَاكَ): ragam pemberian-Mu.
58. Dalam cetakan Darul Kutub disebutkan dengan redaksi, (عَنِّى)
59. Seperti inilah yang tertera dalam naskah Fess, cetakan Darul Kutub, ar-Rimah dan al Kharidah dan al Jaisy. Yang benar adalah redaksi, (الْإِجَابَةَ). Begitu pula Sayyidi Mahmud menyebutkan dalam catatan pinggir naskah dengan redaksi, (الْإِسْتِجَابَةَ)
60. Dalan redaksi al Kharidah disebutkan dengan redaksi, (جَهْلِی) bisa jadi ini sengaja diselewengkan.
61. Dalam redaksi al Kharidah disebutkan dengan redaksi, (مَا أَحَاطَ بِهِ)
62. Dalam al Kharidah, redaksi (مِنْ جَمِيعِ خَلْقِكَ) terhapus
63. Seperti inilah yang tertera dalam naskah Fess, cetakan Darul Kutub, al Kharidah dan al Jaisy. Yang benar adalah bahwa Sayyidi Mahmud menyebutkannya dengan redaksi (فَأَتْمِمْ). Sedang dalam catatan pinggir naskah diberi catatan, (فَتَمِّمْ)
64. Dalam al Kharidah disebutkan dengan redaksi, (أَعْظَمَ وَأَتَّمَّ وَأَكْمَلَ وَأَحْسَنَ مِمَّا أَحْسَنْتَ)
65. Dalam ar-Rimah, redaksi (سَيِّدِنَا) terhapus.
66. Ini seperti yang tertera dalam naskah Fess, naskah asli yang ada pada Sayyidi Mahmud, cetakan Darul Kutub, a/Jaisy. Yang benar ini terdapat dalam al Kharidah, Sayyidi a/ Arabi, catatan pinggir naskah Sayyidi Mahmud dituliskan dengan redaksi, (فَإِنَّكَ لَا تَعْتَرِيْكَ). Sedangkan dalam ar-Rimah disebutkan dengan redaksi, (فَإِنَّكَ لَا يَعْتَرِيكَ)
67. Dalam naskah Fess, cetakan Darul Kutub, al Kharidah disebutkan dengan redaksi, (تُؤَثِّرُ). Sedangkan dalam al Jaisy dan ar-Rimah disebutkan dengan redaksi yang benar yaitu: (يُؤَثِّرُ)
68. Dalam al Jaisy disebutkan dengan redaksi, (إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ)
69. Dalam naskah cetakan Darul Kutub disebutkan redaksi (حَامِدًا) tanpa ada huruf wawu.
70. Seperti inilah yang tertera dalam al Jaisy dan naskah Fess.
71. Seperti inilah yang tertera dalam naskah Fess.
72. Seperti ini yang benar.
73. Memang terharokati seperti itu dalam naskah Fess dan naskah Darul Kutub.
74. Dalam al Jaisy disebutkan seperti ini, sementara yang benar adalah (غَرْقٍ)
75. Dalam al Kharidah disebutkan dengan menambahkan redaksi, (وَفَالِجٍ وَبَاسُورٍ)
76. Dalam cetakan Darul Kutub disebutkan dengan redaksi, (إِنَّكَ)
78. Seperti ini yang tertera dalam naskah Fess. Sayyidi Mahmud memberikan catatan pinggir dalam naqskah tersebut. Sedangkan dalam al Jaisy, ar-Rimah, al Kharidah dan naskah Sayyidi al Arabi bin Sa ih serta cetakan Darul Kutub disebutkan dengan redaksi, (وَحَذَّرْتَنِي)
79. Dalam al Kharidah disebutkan dengan redaksi, (إِلَّا بِأَمْرِهِ)
80. Dalam al Kharidah disebutkan dengan redaksi, (هَذَا الدُّعَاءُ مِنِّي).
81. Dalam al Kharidah disebutkan dengan redaksi, (وَهذَا الْجُهْد مِنىِّ). Ini merupakan catatanku, maka tulislah!.
82. Dalam al Kharidah disebutkan dengan redaksi, (…وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَسَلَّمَ)
83. Redaksi ini tertera dalam naskah Fess, sedangkan dalam aljaisy, ar-Rimah dan cetakan Darul Kutub terhapus.
