You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

As-Syama `il At-Tijaniyyah : Sandaran Nasab Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany radhiyallahu ‘anhu

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – As-Syama `il At-Tijaniyyah : Sandaran Nasab Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany radhiyallahu ‘anhu

Beliau adalah Al’Arif bi Rabbihi; Al Quthbur-Rabbani wal Ghauts Ash-Shamdhani, Abul ‘Abbas Ahmad bin Muhammad Fathan bin Al Mukhtar bin Ahmad bin Muhammad bin Sâlim bin ‘Abul ‘lied bin Ahmad bin Ahmad bin ‘Ali bin ‘Abdullah bin Al ‘Abbas, bin Abdul Jabbar bin Idris (Sebagian orang bodoh tentang nasab Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra menisbatkan Sayyidi Syaikh Ra termasuk anak keturunan Al Idrisi lantaran dalam sanad beliau terdapat dua nama Idris bin Idris, ini jelas salah. Sebab kedua nama ini merupakan anak keturunan dari Sayyidi Muhammad An-Nafs Zakiyyah sebagaimana tercantum di pohon sanad Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra. Dengan kata lain, ungkapan diatas adalah batil tidak memiliki sandaran yang benar, sebab Maula Idris Al Akbar yang datang ke kota Maghrib 172 H, itu merupakan salah satu saudara daripada Sayyidi An-Nafs Zakiyyah dan bukan dari anak-anak beliau atau dari cucu-cucu beliau. Sejarah pun telah membuktikannya.

Yang benar adalah bahwa nama “Idris bin Idris” dalam nasab Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra, keduanya merupakan anak keturunan Nabi Muhammad Saw yang datang ke Maghrib pada masa Daulah Idrisiyyah. Nah, nama keduanya ini sama dengan nama pendiri kerajaan Idrisiyyah; yaitu Maulana Idris bin Idris, ini pun dikarenakan banyaknya keturunan nabi Saw dari jalur Husain datang ke kota Maghrib ketka itu lantaran lari dari tekanan yang digencarkan oleh Daulah ‘Abbasiyyah di Masyriq, sementara bagi mereka, Maghrib adalah kota aman dan damai. Hal ini pun dilihat karena adanya daerah dinasti Arab Islami Hasaniyyah yang juga kala itu memimpin. Karena itulah anak keturunan Nabi Saw yang datang ke kota Maghrib memberikan nama anak-anak mereka dengan nama pendiri kerajaan Idrisiyyah; Maulana Idris sebagai simbol optimisme, kecintaan dan agungnya kedudukan beliau yang mampu membuat kerajaan tersendiri; yang didalamnya mengumpulkan anak keturunan Nabi Saw dari belahan dunia manapun.) bin Idris bin Ishaq bin Zainal Abidin bin Al ‘Arifbillah Sayyidi Ahmad bin Muhammad An-Nafsuz-Zakiyyah bin ‘Abdullah Al Kâmil bn Al Hasan Al Mutsanna bin Al Hasan As-Sibt bin Ali Kw dan Fatimah Az-Zahra; yang merupakan putri Rasulullah Saw.

Sumber : BUKU SYAMA’IL TIJANY (AS-SYAMA`IL AT-TIJANIYYAH) SYAIKH AL ‘ALLAMAH AHMAD BIN AL ‘IYASYI SUKAIRIJ AT-TIJANY