You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

Berdo’a Dengan Hasil Ilham Diperbolehkan

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – Berdo’a Dengan Hasil Ilham Diperbolehkan

Jika ada orang yang beranggapan bahwa berdo’a dengan selain yang dido’akan oleh Nabi Saw adalah perkara bid’ah, maka dia telah berdusta atas nama Rasulullah Saw dan atas nama syari’at, sebab para sahabat nabi pun telah melakukan itu dan sepakat akannya sebagaimana syari’at pun telah mengakui hal ini.

Diriwayatkan dari Barîdah Ra, bahwa Nabi Saw mendengar seorang lelaki berdo’a seraya mengatakan,

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِأَنَّكَ أَنْتَ اللَّهُ الأَحَدُ الصَّمَدُ الَّذِي لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ، وَلَمْ ،يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

“Ya Allah, sungguh aku memohon pada-Mu, bahwa sungguh aku bersaksi bahwa Engkau adalah dzat yang tunggal lagi tempat berlindung yang tidak beranak dan tidak memiliki anak dan tidak ada yang satupun yang sepadan dengan-Mu.”

Nabi Saw bersabda,

لَقَدْ سَأَلَ اللَّهَ بِاسْمِهِ الأَعْظَمِ الَّذِي إِذَا دُعِيَ بِهِ أَجَابَ، وَإِذَا سُئِلَ بِهِ أَعْطَى

“Demi jiwa yang ada pada genggaman-Nya, dia telah memohon berdo’a dengan nama Allah yang paling agung, yang apabila seseorang berdo’a dengannya akan diijabah, apabila dipinta dengannya, maka akan diberi.” (HR. al Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi, an-Nasa`i; at-Tirmidzi menilainya hasan, Ibnu Hibban men-shahih-kannya; al Hafiz al Maqdisi berkata, “Tidak ada masalah dalam riwayat tersebut.)

Diriwayatkan dari Auf bin Malik al Asyja’i: Kami melakukan ruqyah pada masa Jahiliyyah, maka kami katakan kepada Rasulullah Saw, Wahai Rasulullah, bagaimana pandangan baginda akan perkara tersebut?”

Beliau Saw bersabda,

أَعْرِضُوا عَلَيَّ رُقَاكُمْ، ثُمَّ قَالَ : لَا بَأْسَ بِمَا لَيْسَ فِيْهِ شِرْكٌ

“Tunjukkan pada kami ruqyah kalian,” kemudian beliau Saw bersabda, “Tidak mengapa selagi tidak ada unsur kesyirikan.” (HR. Muslim dalam Shahih-nya; Abu Daud.)

Ini merupakan izin dari Nabi Saw bagi umatnya, dimana para sahabat tidak hanya mencukupi diri dengan do’a-do’a beliau dan berdo’a dengan apa yang Allah Swt ilham-kan pada mereka; dimana para sahabat merupakan manusia yang paling tau akan perkara halal dan haram.

Sumber : BUKU AHZAB WA AWRAD (AHZAB WA AWRAD AL QUTHB AR-RABBANI WA AL ‘ARIF ASH-SHAMDANI) SAYYIDI SYAIKH AHMAD AT-TIJANY RA, TAHQIQ : SYAIKH MUHAMMAD AL HAFIZ AT-TIJANY AL MISHRI