You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

Bukti Penguat Maqam Khatmiyyah Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – Bukti Penguat Maqam Khatmiyyah Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra

Sudah sejauh ini ulasan kami, kamipun telah mengerahkan semua kemampuan guna memaparkan perkara ini agar lebih terperinci, setelah sebelumnya kami paparkan secara global berupa ragam dalil guna menegaskan maqam khatmiyyah pada Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra. Kamipun meng-aplikasikan beragam pembahasan yang telah lalu; baik materinya sering kami ulang, kami pastikan kebenaran-nya, serta cocokkan dengan kesempurnaan maqam Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra; bahwa beliaulah pemilik maqam ini secara khusus, dengan ini pula Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra muncul sebagai sosok wali yang memiliki maqam khatmiyyah dan katmiyyah, terkecuali ketika ada orang yang tidak tahu sisi keilmuan maqam ini, maka kamipun tidak akan tampakkan perkara ini, atau ada orang yang pura-pura bodoh tentang perkara maqam ini namun berpenampilan layak orang ‘Alim lantas mengingkari maqam ini. Kedua tipe orang ini lebih banyak memberikan mudharat daripada manfaat.

Telah menjadi sunnatulllah, bahwa Allah Swt tidak akan membuka pintu ilmu bagi orang yang dungu, mereka bergelimang dalam kedunguan itu meski menduduki jabatan ulama. Perkataan kami ini tertuju bagi orang yang tidak yakin pada kalangan Sufi. Mereka tidak tahu perihal wali apalagi seputar ragam kekhususan dan lakob, seperti wali nujaba’, wali abdal apalagi wali quthub, wali ghauts, wali khatam dan lain sebagainya; yang memiliki martabat dan istilah khusus. Mereka hanya mencukupkan diri dengan memberikan isyarat nama sosok wali yang jelas memiliki martabat. Sebab, setiap martabat sebenarnya hanya diketahui oleh sosok yang menempati martabat tersebut, contohnya seperti martabat badaliyyah (wali pengganti); ketika sang wali menempati maqam wali abdal dan berkata, “Aku adalah salah satu wali abdal.” sehingga tidak mungkin ada orang yang berkata, “Orang itu sedang mengabarkan suatu alam yang sedang ia pijak.” Jika demikian, maka ia sedang menilai orang lain tanpa bukti, berbeda halnya jika orang yang menempati martabat tersebut mengabarkan status dirinya, dimana ia dalam kondisi yakin akan maqam yang ia miliki. Lantas mengapa kondisi ini bisa dinafikan oleh orang yang tidak tahu seluk beluk maqam tersebut?!. Seperti inilah yang sering terjadi disetiap maqam kewalian, bahwa akan ada orang yang merasa telah menempati suatu maqam, seperti maqam khatmiyyah, dimana tidak ada maqam diatasnya kecuali maqam kenabian dan risalah. Terlebih khusus orang yang telah diberi izin untuk menjelaskan martabat dirinya dan ia wajib bersyukur atas nikmat yang telah dia terima, iapun telah mengetahui kadar karunia yang datang padanya dari Allah-hadhrah al Jûd wa al karam-.

Tidak diragukan lagi, bahwa orang yang telah diberi izin untuk mengungkapkan martabat dirinya sesuai dengan ilham, atau ia melabeli dirinya dengan maqam Shidq pada taraf yang tinggi, ia dinyatakan jujur dengan apa yang dia beritakan dalam rangka bersyukur atas apa yang didapatnya, dia tidak dicela dengan kondisinya ini. Sebab, orang yang ingkar kepada orang yang memberita-kan sesuatu berlandaskan penyaksian diri, maka orang yang ingkar tersebut tidak akan beruntung dan tidak pula mendapat apa yang dia harapkan, khususnya ketika yang mengabarkan perkara tersebut dalam rangka bersyukur kepada Allah Swt atas nikmat yang telah diterima, seperti Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra, beliau pernah mengatakan: “Sayyidil wujud Saw mengabarkan bahwa akulah al Quthub al Maktum (sang wali quthub tersembunyi). Berita itu dari Rasulullah Saw kepadaku disampaikan secara yaqzhah (terjaga) dan tidak dalam mimpi.” Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra memberita-kan martabat ini sebagai ungkapan syukur atas keutamaan yang Allah Swt berikan kepadanya.

Berikut ini kami (penulis) akan jelaskan secara terperinci maksud pernyataan Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra dengan tambahan beragam pernyataan lain, yang mampu menyegarkan dahaga orang yang mem-percayai martabat beliau Ra dan memupuskan niatan orang yang mengkritik martabat tersebut.

Dalam buku ini, kami akan memaparkan sebagian dalil dari beragam sisi keilmuan yang langsung dari pakarnya terkait kebenaran martabat wali khatam dan wali katam Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra, tentunya setelah kami paparkan secara gamblang ragam istilah para ulama Sufi untuk menjelaskan perkataan beliau yang belum jelas, guna memahamkan akal orang yang memiliki keilmuan sedikit dari kalangan orang yang percaya terhadap martabat beliau ataupun orang yang mengingkarinya. Allah Swt yang berfirman dan Dialah penunjuk pada jalan hidayah.-

Berikut ini ragam dalil yang mengukuhkan kebenaran martabat wali khatam dan wali katam pada Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra:

1. Bukti Dari Ilmu Aljabar

2. Bukti Dari Ilmu Bayyinat

3. Bukti Dari Ilmu Nîm (Semiotika)

4. Bukti Dari Ilmu Zawa`ij

5. Bukti Dari Ilmu Jafr

Sumber : BUKU KUPAS TUNTAS MAQAM KHATMIYYAH & KHATMIYYAH SAYYIDI SYAIKH AHMAD AT-TIJANI RA (NAHJ AL HIDAYAH FI KHATM AL WILAYAH) SYAIKH AL ‘ALLAMAH SAYYIDI AHMAD SUKAIRIJ AT-TIJANY