
Elsubha.com – Catatan Berharga Sayyidi Syaikh Ahmad at-Tijany Ra : Keraguan dan Hilangnya Ketetapan Diri Membuat Terluputkan Beragam Kebaikan dan Karamah
Sayyidi Muhammad bin Abdul Karim Ra pernah berkata: Sebelum futuh aku pernah berjalan pada suatu tempat, ditampakkanlah lautan pada jalanku, dimana lautan itu tidak bisa disebrangi kecuali dengan sebuah perahu, lautan itupun sama dengan yang ada di burni, seketika itu timbullah keyakinan kuat dalam diriku untuk berjalan di atas air tersebut dan aku tidak tenggelam serta tidak terjadi apa-apa padaku.
Maka aku letakkan kedua kakiku di atas air, dimana keyakinanku semakin bertambah sampai aku berjalan di atasnya hingga sampai pada tepi pantai yang berada di seberang. Ketika aku berjalan pulang, keyakinanku berkurang sampai aku timbul keraguan bahwa aku bisa berjalan di atas air, lalu kedua kakiku aku julurkan ke laut untuk menguji hal tersebut, ternyata kaki tersebut pun tenggelam di dalam air itu, maka aku keluarkan kembali dari air tersebut dan aku tahu bahwa diriku tidak mampu berjalan di atasnya.
Sayyidi Muhammad bin Abdul Karim Ra melanjutkan: Selagi sebuah Dzat memiliki keyakinan yang kuat dengan sesuatu, maka syaithan pun tidak bisa mendekatinya. Syaithan mendekatinya ketika keyakinan kuat itu hilang, ia juga tahu kapan keyakinannya tersebut hilang, karena ia berjalan di jalan darahnya anak cucu Nabi Adam As. Maka apabila keyakinan itu telah hilang, syaithan pun datang memberikan rasa was-was hingga hilang beragam kebaikan.
Para ulama dan para wali Allah sepakat, bahwa keyakinan itu membawa pada keberuntungan dan keingkaran itu membawa kepada kerugian. (contoh dari hal ini adalah orang kafir yang membaca Al Qur’an mereka tidak mendapatkan manfaat dari bacaannya tersebut lantaran mereka tidak beriman).
