
Elsubha.com – Catatan Berharga Sayyidi Syaikh Ahmad at-Tijany Ra : Urgensi Memperisai Diri Dengan Al Qur`an dan As-Sunnah; Jangan Taqlid Tanpa Kajian Mendalam
Sungguh setiap sufi itu adalah orang yang faqih dan tidak setiap faqih itu sufi. Itu karena pengkaji tasawuf tidak akan sampai pada derajat sufi kecuali dia telah ber-tafaqquh fid-diin (mengkaji agama secara mendalam), mengetahui seluk-beluk Al Qur’an dan Sunnah Nabi Saw. Seorang hamba tidaklah sampai pada hakekat penghambaan yang memberikan manfaat (bagi dirinya) ketika ia melakukan amal sholeh yang diakui dan sempurna (dalam kaidah agama) kecuali ia menjauhkan diri dari taqlid dan takjub dengan ragam pendapat yang tidak diketahui dalilnya dari Al Qur’an dan tidak pula dari As-Sunnah. Karena mayoritas hal seperti itu akan membawa pada kehancuran suatu amalan ataupun mendapat celaan.
Anggap saja engkau mengutus seorang utusan dengan modal pemikiranmu dan kata-katamu, namun utusan yang engkau kirim adalah orang bodoh lagi tak pandai berbicara (di hadapan orang lain), maka sungguh ketika sang utusan berada pada suatu kondisi yang memintanya untuk menampilkan diri demi menjawab orang yang menyelisihinya, maka pemikiranmu tidak lagi berguna dan sang utusan pun tetap dalam kebodohannya. Berbeda dengan utusan Allah Swt yang berakal, sungguh akalnya (kecerdasannya) beliau akan ditambahkan pada akalmu, sehingga akal maupun bagian dari akalnya tentu bersandar kepada Al Qur’an dan juga hadits Nabi Saw.
