You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

Arsip Kategori 4.1.8. AN-NAFA`IS AS-SUKAIRIJIYYAH

Nafa`is dan Asrar : Perbedaan Antara Asma Takhalluq Dan Ta’alluq

Elsubha.com – Nafa`is dan Asrar : Perbedaan Antara Asma Takhalluq Dan Ta’alluq Seluruh Asmaul Husna (nama-nama Allah yang baik); baik untuk ta’alluq dan untuk takhalluq. Perkataan ini membutuhkan penjabaran yang panjang namun hasilnya adalah seperti yang telah diisyaratkan oleh pengarang Mafâtih a Falah dalam menjelaskan hakekat pertama dan kaidah orang yang berdzikir suatu dzikiran dimana dzikiran itu memiliki makna yang dapat dinalar, maka sisa atau…

Baca selengkapnya

Nafa`is dan Asrar : Tatacara Berdzikir Asmaul Husna Dengan Ber-khalwat

Elsubha.com – Nafa`is dan Asrar : Tatacara Berdzikir Asmaul Husna Dengan Ber-khalwat Terkait dengan hal ini saya kira tulisan Syaikh Al Arifbillah Abu Zaid Sayyidi Abdurrahman asy-Syâmi Ra dalam kitab yang berjudul Sullam as-Sulûk Ila at-Taraqqi Fi Asma `i Mâlik al Mulûki, kitab ini berisikan catatan yang di dalamnya membahas masalah futuh secara sempurna, karena sang pengarang telah mengizinkan kepada siapapun yang ingin mengamalkannya Seraya…

Baca selengkapnya

Nafa`is dan Asrar : Perhatian Terhadap Ahlubait

Elsubha.com – Nafa`is dan Asrar : Perhatian Terhadap Ahlubait Andai engkau termasuk orang yang setuju wahai saudaraku, maka muliakanlah tuan kita Ahlubait dengan kalbu dan jasad. Sungguh menginfakkan satu sen untuk menyenangkan mereka, itu lebih utama daripada 1000 sen untuk yang lainnya. Lazimkan adab dalam menghormati mereka dengan keyakinan adanya keutamaan pada diri mereka, dan bahwa tangan mereka adalah tangan yang tinggi, apa yang mereka…

Baca selengkapnya

Nafa`is dan Asrar : Silaturahmi Yang Terabaikan

Elsubha.com – Nafa`is dan Asrar : Silaturahmi Yang Terabaikan Syaikh Muhyidin Ibnu ‘Arabi al Hatimi Ra menyebutkan dalam Futuhât al Makkiyyah bahwa suatu hari ia bersama para sahabatnya pernah menunaikan ibadah haji dan umrah dengan niatan mewakilkan dari ayah kita; Nabi Adam As dan ibu kita; Hawa, lalu ia melihat banyak sekali malaikat yang mendapatkan pahala dari perbuatan tersebut seraya senang dengan hal itu. Ia…

Baca selengkapnya

Nafa`is dan Asrar : Wiridan Yang Dibaca Seusai Shalat

Elsubha.com – Nafa`is dan Asrar : Wiridan Yang Dibaca Seusai Shalat 1. Konsistenkan bacaan berikut seusai shalat, yaitu: شَهِدَ اللّٰهُ اَنَّهٗ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۙ وَا لْمَلٰٓئِكَةُ وَاُ ولُوا الْعِلْمِ قَآئِمًا بِۢا لْقِسْطِ ۗ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ syahidallohu annahuu laaa ilaaha illaa huwa wal-malaaa-ikatu wa ulul-‘ilmi qooo-imam bil-qisth, laaa ilaaha illaa huwal-‘aziizul-hakiim “Allah menyatakan bahwa tidak ada tuhan selain Dia; (demikian pula) para malaikat dan orang…

Baca selengkapnya

Nafa`is dan Asrar : Keutamaan Bacaan Basmalah Bersambung dengan Surah Al Fatihah

Elsubha.com – Nafa`is dan Asrar : Keutamaan Bacaan Basmalah Bersambung dengan Surah Al Fatihah Sayyidi Syaikh Ahmad at-Tijany Ra pernah berkata, “Seumur hidupku, aku belum permah meninggalkan bacaan basmalah yang bersambung dengan surah al Fatihah, tidak disaat shalat dan tidak pada waktu lainnya, ini kulakukan lantaran riwawat hadits yang mengungkapkan keutamaan-nya; yang ditegaskan dengan shighat sumpah.” Teks haditsnya adalah sebagai berikut: قَالَ اللهُ تَعَالَى :…

Baca selengkapnya

Nafa`is dan Asrar : Kebiasaan pada Malam Genap dan Ganjil

Elsubha.com – Nafa`is dan Asrar : Kebiasaan pada Malam Genap dan Ganjil Sayyidi Ahmad bin Muhammad at-Tijany Ra pernah berkata: Aku pernah melihat Nabi Saw mengulang-ulang bacaan surah al Fatihah pada syaf’ wa al watr (malam genap dan ganjil).” Sebab perkataan ini adalah bahwa beliau Ra pernah ditanya tentang apakah nabi mengulang-ulang bacaan tersebut, maka munculnya perkataan beliau diatas. Nabi Saw senantiasa mengulang-ulangi bacaan surah…

Baca selengkapnya

Nafa`is dan Asrar : Cara Men-jabr (menambal) Shalat Witir Yang Luput

Elsubha.com – Nafa`is dan Asrar : Cara Men-jabr (menambal) Shalat Witir Yang Luput Engkau shalat sunah empat raka’at setelah shalat Jum’at; inilah raka’at yang engkau siapkan untuk setiap shalat fardhu dan sunah yang pernah terluputkan sejak awal usia baligh hingga hari dimana ia (melakukan) shalat ini. Maka empat raka’at pada hari Jum’at itulah sebagai pengganti semuanya. (Lihat, Sayyidi Ahmad al ‘lyyasy Sukairij, Raf an-Niqab Ba’da…

Baca selengkapnya