
Elsubha.com – Isim A’zham Al Kabir
Perlu diketahui bahwa kata isim a’zham merupakan kata umum, yang didalamnya memuat makna yang hanya diketahui oleh Allah Swt.
Secara umum, Allah Swt telah menciptakan semua alam semesta dengan beragam lapisannya dan menundukkannya untuk manusia, sementara manusia sendiri tidak tahu bahkan tidak bisa merasakan sisi penundukan Allah Swt bagi alam semesta dengan kebiasaan yang berlaku pada alam manusia.
Nah, ketika seorang manusia terlepas dari aspek kebiasaan ini dan sebagian hukum Allah Swt berkurang bagi dirinya, maka ia baru akan merasakan nikmat Allah Swt yang berupa taskhir (penundukan alam semesta untuk manusia). Ia tidak akan merasakan nikmatnya sehat kecuali ketika ia sakit, ia tidak akan merasakan nikmatnya makan dan minum kecuali ketika ia lapar dan haus. Manusia adalah penghulunya alam pada lapisan tinggi dan rendahnya, semua semesta melihat manusia dengan pandangan besar dan mau menurutinya.
Jikalau manusia berdzikir mengingat tuhannya maka seluruh makhluk; baik itu benda mati, tumbuhan dan hewan yang ada di sekelilingnya pun turut ikut berdzikir bersamanya, meski ia tidak merasakannya, hal ini lantaran adanya asrar khusus bagi jiwa manusianya tadi dan bukan lantaran manusia lain. Setiap lapisan yang terbuka baginya, baik itu lapisan malaikat dan alam semesta, maka ketika itu ia akan dapat melihat dan mendengar apapun; maka ketika ia menyuruh, ia akan dipatuhi. Kalimat rahasia inilah yang disebut dengan isim a’zham. Kondisi yang demikian ini adalah kondisinya para wali quthb.
Sementara sosok dibawah derajat itu, maka seluruhnya bergantung pada kadar futuh dan kekuatannya. Sebagian manusia ada yang mampu ber-tasharruf (melakukan suatu perbuatan) disekitar orang tersebut, sebagian lain ada yang ber-tasharruf dilingkup kotanya dan sebagian lain juga ada yang ber-tasharruf di negaranya dan juga kawasan yang meliputi negara itu.
Setiap manusia memiliki isim yang khusus bagi jiwanya. Sungguh Allah Swt itu Maha Luas, Dia memberikan setiap anak keturunan nabi Adam berupa salah satu dari isim-Nya, yang dengan itu ketika ia memerintah ditaati, semua lapisan alam tidak memiliki perkara ini, semuanya hanya bisa tunduk patuh melakukan untuk manusia, sesuai dengan keutamaan yang Allah Swt berikan padamu dari isim ini, baik dalam kondisi bermimpi atau secara yaqzhah, atau Rasulullah Saw lah yang memberikan itu padamu atau juga Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra. Hal ini tentunya tidak bisa didapatkan kecuali setelah ber-mujahadah dan bersuluk yang benar atau juga dalam kondisi jadzab.
Sedangkan apa yang didapatkan oleh para murid yang berupa ijazah dari para masyayikh, atau apa yang ia lihat dibeberapa catatan penting (kunnasy), maka sisi kemanjuran (amalan tersebut) pada semua ini sudah diangkat, yang tersisa sekedar pengetahuan akan isim tersebut dan bukan yang lainnya.
Isim a’zham ini, baik lafazh-nya merupakan huruf arab yang sudah dikenal dan memiliki makna yang satu, seperti lafazh: “Allah, dan asmaul husna.” Atau ia merupakan nama-nama huruf, dimana setiap huruf memiliki makna tersendiri, seperti: )
الم، حم عسق، كهيعص
“Alif Laam Miim, Ha Miim ‘Aiin Syiin Qaaf, Kaaf Ha Ya ‘Aiin Shaad.”
Lafazh “Allah,” merupakan pangkal dari setiap isim a’zham, yang darinya pula isim bersumber dan kepadanya dikembalikan, ia terdiri 11 huruf.
Alif = 3, Laam = 3, Laam = 3 dan Haa = 2, sehingga jumlahnya 11. Dari isim inilah ada bilangan isim yang tak terhingga.
Lafazh,” Allah,” merupakan isim a’zham yang nampak, ia merupakan isim dari martabat uluhiyyah. Sedangkan isim a’zham yang tersembunyi, maka itu adalah rahasia antara Allah Swt dan hamba-Nya.
Sumber : BUKU FAEDAH TIJANY (AR-RAHIQ AL-MAKHTUM FI THARIQAH AL QUTHBIL MAKTUM) SYAIKH SHALAHUDDIN AT-TIJANY
