You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

Jaminan Dari Rasulullah ﷺ (Dalam Sebuah Bisyarah)

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – Jaminan Dari Rasulullah Saw (Dalam Sebuah Bisyarah)

Beragam jaminan dalam thariqah Tijaniyyah ini sebenarnya adalah warisan kenabian, seolah-olah Rasulullah Saw telah memberikan lempengan koin uang kepada kita sebagai tiket masuk surga. Disebutkan dalam sebuah hadits:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُمَا ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: تُوْضَعُ لِلأَنْبِيَاءِ مَنَابِرُ مِنْ ذَهَبٍ يَجْلِسُوْنَ عَلَيْهَا، وَيَبْقَى مِنْبَرِي لا أَجْلِسُ عَلَيْهِ، أَوْ قَالَ : لا أَقْعُدُ عَلَيْهِ ، قَائِمٌ بَيْنَ يَدَيْ رَبِّي مُنْتَصِبًا بِأُمَّتِي، مَخَافَةَ أَنْ يُبْعَثَ بِيَ إِلَى الْجَنَّةِ، وَتَبْقَى أُمَّتِي بَعْدِي، فَأَقُولُ: يَا رَبِّ، أُمَّتِي أُمَّتِي، فَيَقُوْلُ اللَّهُ تَعَالَى : يَا مُحَمَّدُ، مَا تُرِيدُ أَنْ أَصْنَعَ بِأُمَّتِكَ؟ فَأَقُولُ : يَا رَبِّ، اعْدِلْ حِسَابَهَمْ، فَيُدْعَا بِهِمْ فَيُحَاسَبُوْنَ، فَمِنْهُمْ مَنْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ بِرَحْمَةِ اللَّهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ بِشَفَاعَتِي، فَمَا أَزَالُ أَشْفَعُ حَتَّى أُعْطَى صِكَاكٌ بِرِجَالٍ قَدْ بُعِثَ بِهِمْ إِلَى النَّارِ، حَتَّى إِنَّ مَالِكًا خَازِنَ النَّارِ لَيَقُوْلُ : يَا مُحَمَّدُ، مَا تَرَكْتَ لغَضَبِ رَبِّكَ مِنْ أُمَّتِكَ مِنْ نِقْمَةٍ.

Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas, dia berkata: Rasulullah Saw bersabda, “Bagi para nabi akan ditaruh mimbar yang terbuat dari emas, mereka duduk di atasnya dan yang tersisa hanyalah mimbarku yang tak aku duduki. Atau beliau bersabda, Aku tidak duduk di atasnya, Rabbku berdiri tegak di sisiku bersama umatku, aku takut jika diriku digiring masuk ke dalam surga, sementara yang tersisa setelahku adalah umatku. Maka aku berkata, ‘Wahai Rabb, umatku-umatku’, maka Allah Swt berfirman, ‘Wahai Muhammad, apa yang ingin Aku perbuat dengan umatmu?’ Aku berkata, ‘Wahai Rabb, permudahlah hisab mereka’, maka mereka pun dipanggil dan dihisab. Diantara mereka ada yang masuk ke dalam surga dengan rahmat Allah, diantara mereka ada yang masuk surga lantaran syafa’atku. Aku masih terus memberikan syafa’at hingga aku memberi uang koin kepada sekelompok orang yang telah digiring menuju neraka, bahkan hingga Malik sang penjaga neraka berkata, ‘Wahai Muhammad, Engkau tidak menyisakan umatmu sebagai pelampias kemarahan Tuhanmu’.” (HR. Al Hakim; dia menilai hadits ini shahih, Ath-Thabrani; Ibnu Basyrân; Ibnu Khuzaimah; Ibnu Abi Ad-Dunya; dan Ibnu ‘Asäkir.)

Rasulullah Saw pun pernah bersabda kepada Abu Hurairah Ra:

يَا أَبَا هُرَيْرَةَ، وَأَعْطَانِي نَعْلَيْهِ قَالَ: اذْهَبْ بِنَعْلَيَّ هَاتَيْنِ فَمَنْ لَقِيْتَ مِنْ وَرَاءِ هَذَا الْحَائِطِ يَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللهُ مُسْتَيْقِنَا بِهَا قَلْبُهُ فَبَشِّرْهُ بِالْجَنَّةِ.

“Wahai Abu Hurairah, beliau memberikan kedua sandal milik beliau, seraya bersabda, ‘Pergilah engkau dengan kedua sandalku ini. Orang yang engkau temui dibalik tembok ini, dimana dia bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, dengan keyakinan yang menghujam kuat dalam kalbunya, maka berilah kabar gembira dengan jaminan masuk surga baginya.” (HR. Muslim dalam Shahih-nya; Ibnu Hibbân dalam Shahih nya; Al Baihaqi dalam Al I’tiqâd, At-Tabrizi dalam Misykât Al Mashabih dari riwayat Abu Hurairah.)

Dalam buku ini kami akan paparkan beragam jaminan Rasulullah Saw kepada Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra dan orang yang senantiasa bersuluk dalam thariqahnya beliau ini.

Beragam jaminan ini hendaknya membuat diri kita senang dan bukan malah membuat kita terkecoh dengannya. Beragam jaminan yang ada itu memiliki sebuah syarat, yaitu agar orang yang bersangkutan tidak merasa aman dari adzab Allah Swt.

Sebut saja Abu bakar Ash-Shiddiq yang Rasulullah Saw beri kabar gembira dengan jaminan masuk surga. Sekalipun beliau mendapatkan kabar gembira ini, namun beliau tetap berkata, “Demi jiwaku yang ada dalam genggaman-Nya, seandainya salah satu kakiku berada di dalam surga dan yang lain berada di dalam neraka, maka aku tidak merasa tenang dengan adzab Allah Swt.”

Berikut ini beragam jaminan yang Rasulullah Saw berikan kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra:

1. Rasulullah Saw telah memberikan jaminan, bahwa para pengikut thariqahnya Sayyidi Ahmad At-Tijany Ra akan meninggal dunia dengan membawa keimanan dan tetap dalam Islam.

2. Para pengikut thariqahnya Sayyidi Ahmad At-Tijany Ra tidak akan melihat di dalam kuburan kecuali perkara yang menenangkan diri mereka.

3. Allah Swt kelak memberikan rasa aman kepada mereka dari segala adzab, hal yang membuat diri mereka takut dan segala keburukan; yaitu semenjak dirinya meninggal dunia hingga menetap di surga.

4. Mereka tidak akan merasakan sakitnya sekarat kematian, sebagian dari mereka akan meninggal dunia tanpa merasakan sekaratnya kematian.

5. Mereka memiliki barzah tersendiri.

6. Mereka memiliki suatu tempat di bawah naungan ‘Arasy di padang mahsyar, mereka akan berada di sana sendirian.

7. Mereka tidak terkena huru-hara hari Kiamat, tidak akan melihat kilatan petir dan gempa bumi yang dahsyat. Mereka aman berada di pintu surga, bahkan sampai pada taraf bahwa mereka dapat masuk surga dengan golongan yang pertama, yaitu bersama para sahabat. Tempat mereka (pengamal thariqahnya Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra) adalah di sisi Nabi; pada tempat yang tertinggi, tepatnya di samping para sahabat Nabi.

8. Allah Swt akan mengampuni segala dosanya; baik yang telah lampau maupun yang akan datang.

9. Allah Swt akan membayarkan semua kezhaliman dan perbuatan buruk mereka dari keutamaan yang Allah Swt miliki, bukan dari kebaikan yang mereka punya.

10. Allah Swt tidak akan menghisab, mendebat dan mempertanyakan; baik sedikit maupun banyak pada hari Kiamat kelak.

11. Allah Swt akan memasukkan mereka ke dalam surga tanpa dihisab dan tanpa diadzab, serta pada fase golongan yang pertama.

12. Allah Swt akan menyeberangkan mereka pada titian shirat dengan sekejap mata dan berada di atas punggung malaikat.

13. Allah Swt akan memberikan mereka minuman dari telaga Rasulullah Saw pada Hari Kiamat.

14. Allah Swt akan menempatkan mereka di surga, yaitu pada tempat yang paling tinggi dari surga firdaus dan surga ‘adn.

15. Nabi Saw mencintai orang lain yang mencintai diri Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra dengan kecintaan yang khusus.

16. Para sahabat Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra adalah muridnya Rasulullah Saw.

17. Rasulullah Saw yang memanggil mereka dengan sebutan sahabat Nabi.

18. Setiap orang yang menyakiti para sahabat Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra, maka itu sama saja dengan menyakiti Nabi Saw.

19. Orang yang mencintai Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra tidak akan meninggal dunia kecuali dirinya telah menjadi walinya Allah.

20. Imam Al Mahdi yang kita tunggu juga merupakan ikhwan dalam thariqah.

21. Semua pemeluk thariqah Sayyidi Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra memiliki martabat yang tinggi dari pada wali quthub pembesar lainnya.

22. Diri mereka aman dari tercerabutnya iman seketika saat kematian datang.

23. Kedua orang tua, istri dan keturunan orang yang mengambil wiridan Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra akan masuk surga tanpa dihisab dan diadzab, sekalipun salah seorang dari mereka tidak memiliki keterkaitan dengan wiridan itu, mereka mendapatkan keutamaan yang agung nan baik ini lantaran orang yang mengambil wiridan dan berpegang teguh padanya. -Ya Allah, semoga Engkau karuniakan hal ini kepada kami.-

Hal yang demikian ini merupakan pembahasan tentang peneriman syafa’at. Rasulullah Saw pernah bersabda,

يَدْخُلُ الْجَنَّةَ بِشَفَاعَةِ رَجُلٍ مِنْ أُمَّتِي أَكْثَرُ مِنْ بَنِي تَمِيمٍ، قِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ سِوَاكَ ؟ قَالَ : سِوَايَ.

“Kelak akan banyak orang masuk surga berkat syafât seseorang dari umatku yang lebih banyak daripada jumlah Bani Tamim,” Dikatakan: “Wahai Rasulullah, ‘Berarti selain dirimu (yang memberi syafa’at)?’, Beliau besabda, “Selain diriku.” (HR. At-Tirmidzi; dimana beliau menilai hadits ini shahih Ibnu Majah; Ahmad; Al Baihaqi; Ibnu Abi Ashim; Al Hakim; dimana beliau menilai hadits ini shahih, Ad-Dârimi; Ath-Thayalisi, Abu Ya’lă; Ibnu Hibban; Abu Nu’alm; Ibnu Busyrân; Ibnu Khuzaimah; Ibnu Abi Syaibah dari riwayat Ibnu Abi Ad-Jad’a’; Ath-Thabrâni dalam Al Kabir Abu Nu’aim dalam Al Hilyah, Al Khathib Al Baghdadi dari riwayat Wätsilah bin Al Asqa’.)

Rasulullah Saw juga pernah bersabda lainnya,

وَإِنَّ الرَّجُلَ مِنْ أُمَّتِي لَيَشْفَعُ لِلْفِتَامِ مِنَ النَّاسِ فَيَدْخُلُوْنَ الْجَنَّةَ، وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَشْفَعُ لِلْقَبِيلَةِ، وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَشْفَعُ لِلْعُصْبَةِ، وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَشْفَعُ لِلثَّلاثَةِ، وَلِلرَّجُلَيْنِ، وَلِلرَّجُلِ.

“Sungguh seorang dari umatku kelak akan memberikan syafa’at bagi sekelompok manusia, sehingga mereka dapat masuk ke dalam surga. Sungguh seseorang akan memberikan syafa’at bagi kabilahnya. Sungguh seseorang akan memberikan syafa’at bagi suatu kelompok kecil. Dan sesungguhnya seseorang akan memberikan syafa’at bagi tiga, dua dan satu orang lainnya. ” (HR. At-Tirmidzi; beliau menilai hadits ini hasan, Ahmad; Ibnu Khuzaimah dari riwayat Abu Sa’id Al Khudri.)

24. Dalam wiridan lazimah thariqah Tijaniyyah terdapat isim a’zham, tetapi lafazh tersebut bukanlah isim a’zham al kabir yang hanya khusus dimiliki oleh Rasulullah Saw. Barangsiapa yang mengambil izin khusus pembacaan lafazh isim ini dengan sanad yang bersambung, maka dirinya akan mendapatkan separuh pahala dari isim a’zham yang khusus bagi Rasulullah Saw.

25. Dalam thariqah Tijaniyyah juga terdapat isim a’zham yang hanya khusus bagi Rasulullah Saw.

26. Setiap orang yang membaca wiridan, maka dirinya akan mendapatkan bagian dari pahala isim a’zham al kabir per individu sekalipun dirinya tidak mengetahui isim a’zham tersebut, maka apalagi jika dia selalu melantunkannya.

27. Para pengamal wiridan thariqah Tijaniyyah kelak akan mendapatkan pahala dari beragam dzikiran nan agung, yaitu berasal dari isim a’zham, yang tidak didapatkan oleh para pembesar ‘arifin dan wali quthb.

28. Allah Swt akan memberikan kepada mereka dari amalan seseorang yang Allah Swt terima, berupa 100 ribu kali lipat lebih banyak dari apa yang diperoleh oleh orang yang mengerjakan amalan tersebut.

29. Seorang pengamal thariqah Tijaniyyah akan berdzikir bersama 70 ribu malaikat, yang mana pahala dzikirnya para malaikat itu akan ditulis untuknya.pr

30. Banyak dari pengamal thariqah Tijaniyyah setiap harinya mendapatkan keutamaan menziarahi Rasulullah Saw di Raudhah beliau yang agung dan juga menziarahi semua wali Allah dan orang-orang sholeh dari awal penciptaan hingga saat dimana dia membaca dzikiran tersebut. Yaitu dengan cara, setelah membaca shalawat Jauharatul Kamal yang 12 itu, dia kemudian membaca,

“هَذِهِ هَدِيَّةٌ مِنِّى إِلَيْكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ“

“Ini merupakan hadiah dariku untukmu wahai Rasulallah.”

31. Rasulullah Saw, para khalifah yang empat (Abu Bakar, ‘Umar, ‘Utsman dan ‘Ali) selalu hadir setiap harinya pada pengamal thariqah Tijaniyyah, yaitu mereka hadir saat pembacaan shalawat jauharatul kamal, dalam pembacaan wazhifah atau dalam pembacaan wiridan lainnya.

Dalam pembacaan jauharatul kamal, mereka semua ini akan datang pada pembacaan shalawat yang ketujuh hingga akhir.

32. Bagi pengamal thariqah Tijaniyyah, jika ada orang yang dapat melihatnya pada hari Senin atau Jum’at, maka orang yang dapat melihat ini akan masuk surga tanpa dihisab dan juga tanpa diadzab, ini adalah warisan dari sisi Ahmadiyyah At-Tijaniyyah. Hal ini dapat dicapai apabila seseorang membaca dzikiran khusus yang berkaitan dengan rahasia dua hari ini.

33. Orang yang tidak menghormati pengamal thariqah Tijaniyyah, bahkan dia menyakiti, maka Allah Swt akan menolaknya dari sisi qurbah-Nya. Allah Swt pun akan renggut kembali apa yang pernah Dia berikan padanya.

34. Pengamal thariqah Tijaniyyah kelak akan mendapatkan perlakuan lembut nan khusus dari Allah Swt.

35. Pengamal thariqah Tijaniyyah memiliki ciri-ciri yang dapat membedakan mereka dengan yang lainnya, yaitu, bahwa akan tertulis dikeningnya kata, “Muhammad Saw,” didalam hati yang menembus punggungnya tertulis, Muhammad bin ‘Abdillah. Di atas kepala mereka terdapat mahkota dari cahaya yang tertulis, “Ath-Thariqah At-Tijaniyyah Mansyauhâ Al Haqîqah Al Muhammadiyyah” (Thariqah Tijaniyyah yang asalnya adalah Hakikat Al Muhammadiyyah).

-Itulah keutamaan Allah Swt, yang diberikan kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam.-

Sumber : BUKU KU PILIH TIJANY (AN-NUR FI ATH-THARIQAH AT-TIJANIYYAH) SYAIKH SHALAHUDDIN AT-TIJANY