You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

Karomah Sayyidi Syekh Ahmad Tijani radhiyallahu ‘anhu (060)

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – Karomah Sayyidi Syekh Ahmad Tijani radhiyallahu ‘anhu (060)

Pada artikel ini, kami mencoba menyebutkan contoh dari karomah yang Allah Swt anugerahkan kepada Sayyidi Syaikh Abul ‘Abbas Ahmad At-Tijany Ra.- Aku pun ridho kepada beliau dan semoga kita pun mendapat keridhoan beliau.-

Ketika zawiyah dibangun, sebagian penduduk Fes tidak suka kepada Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra dan menjadikan beliau sebagai buah bibir, ketika sebagian mereka melihat Sayyidi Syaikh Ra, mereka berkata-kata kotor kepada beliau, sementara lisan kalbu Syaikh berkata,

وَلَقَدْ أَمْرُ عَلَى اللَّهِيمِ يَسُبُّنِي # فَأَمُرُ ثُمَّ أَقُوْلُ لَا يَعْنِينِي

“Aku kerap berjalan dihadapan orang-orang hina yang mengejekku, # akupun tetap berlalu begitu saja, kemudian kukatakan bahwa itu tidak berarti apa-apa bagiku.”

Sayyidi Syaikh Ra melarang sahabat beliau untuk berteman dengan orang-orang yang berbicara buruk terhadap Sayyidi Syaikh Ra.

Pada suatu hari, ketika Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra keluar untuk shalat, ada seorang lelaki yang mengejek beliau dengan bersuara lantang, ia mengatakan, “Semua yang datang dari padang pasir tak lain adalah anak pamanmu, mereka ingin membangun zawiyah, sungguh mereka akan binasa sebinasa-binasanya.” Sebagian sahabat Syaikh berkata, “Wahai penghuluku, jangan didengar apa yang ia katakan!.

Setelah Sayyidi Syaikh Ra menunggangi kuda beliau, beliau mendapati kondisi jalal, sehingga kuda itupun bereaksi berdiri dan kembali pada posisi semula, beliau berkata, “Demi Allah, bahkan dia adalah orang yang paling menentang dari kalangan orang Yahudi dan juga merupakan keturunan Yahudi tulen.”

Setelah lelaki itu sampai di rumahnya, ia terserang wabah Tha’un, ia pun meminta pertolongan namun tidak ada yang menolongnya. Ketika Allah Swt masih menghendaki kebaikan dari lelaki itu, ia pun mengerti bahwa ia terkena wabah tersebut dari (kesalahannya kepada) Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra, ia pun meminta pertolongan kepada beliau dengan memanggil-manggil nama beliau seraya meminta maaf atas perbuatannya, ia pun meminta orang-orang yang sering ke rumah Sayyidi Syaikh Ra untuk menyampaikan kepada Sayyidi Syaikh Ra agar beliau menolong pada apa yang dideritanya itu.

-Sebagian orang yang kerap hasud kepada Sayyidi Syaikh Ra dengan berkata buruk, ketika mereka mendengar kejadian yang menimpa lelaki itu, mereka sengaja meminta maaf agar derita yang menerpanya bisa lekas diangkat.-

Sayyidi Syaikh Ra pun menolong mereka dengan perantara kemuliaan kakek beliau; Nabi Muhammad Saw agar Allah Swt mengampuni mereka.

Sayyidi Syaikh Ra berkata, “Yang sudah terjadi biarlah terjadi, akan tetapi itu tidak mengapa untuk-nya agar ia yakin.” Kemudian lelaki itu mengucapkan kalimat syahadat dan meninggal dunia.

Sumber : BUKU 100 KAROMAH TIJANY (AR-RAHIQ AL-MAKHTUM FI THARIQAH AL QUTHBIL MAKTUM) SYAIKH SHALAHUDDIN AT-TIJANY