
Elsubha.com – Kenali Rabb-mu; Allah Swt : Kecintaan Allah Pada Makhluknya
Sungguh kecintaan Allah Swt pada makhluknya itu berupa sisi tasharruf pada mereka dengan hukum kehendak ilahiyyah, meskipun ada perbedaan yang jelas pada ragam martabat kecintaan tersebut. Ada yang bentuknya kecintaan Allah Swt secara khusus; mereka adalah orang-orang yang cinta kepada Dzat Allah yang Luhur dengan kecintaan yang tulus pada Dzat-Nya. Inilah puncak tertinggi yang diinginkan oleh seluruh makhluk.
Ada juga orang yang Allah Swt karuniakan sebesar biji atom dari kecintaan-Nya, dimana ia pun bisa naik pada martabat yang tinggi dalam pengagungan Allah Swt.
Ada juga kecintaan umum dari Allah Swt. Dalam kecintaan ini masuklah didalamnya semua semua makhluk bahkan sampai orang-orang kafir, sungguh mereka juga adalah orang-orang yang dicintai di sisi Allah, sebagaimana firman-Nya (dalam hadits qudsi),
فَأَحْبَبْتُ أَنْ أُعْرَفَ فَخَلَقْتُ خَلْقًا فَتَعَرَّفْتُ إِلَيْهِمْ فَبِيَ عَرَفُوْنِي
“Maka Aku pun ingin dikenal, sehingga Aku ciptakan makhluk, Aku pun memperkenalkan Dzat-Ku pada mereka dan dengan Akulah mereka mengenal-Ku.”
Sungguh semua roh yang ada sejatinya dalarn kondisi ma’rifat sempurna pada Allah Swt, akan tetapi ada yang tertimpa kebodohan lantaran bercampur dengan jasad. Sungguh kebodohan tersebut menempati posisi orang yang memiliki akal dan ilmu yang sempurna, tetapi Allah Swt berikan ia musibah, sehingga akal tersebut pun bebal dan tidak bisa membedakan sesuatu.
Sebagai ringkasan pembahasan ini, kecintaan adalah inti dari kehendak Allah Swt. Ketika Allah Swt cinta sesuatu, maka Allah Swt inginkan itu. Dimana hendak tersebut adalah inti dari keinginan Allah Swt. Jika engkau telah mengetahui ini, maka engkau akan tahu bahwa semua yang ada di alam dicintai oleh Allah Swt. Disebutkan dalam hadits qudsi,
إِذَا اطَّلَعْتُ عَلَى قَلْبِ عَبْدِي فَرَأَيْتُ الْغَالِبَ عَلَيْهِ ذِكْرِى مَلَاتُهُ بِحُبِّي
“Apabila Aku muncul pada kalbu seorang hamba-Kudan lihat yang dominan ada padanya adalah dia sering mengingat-Ku, maka Akupun isi kalbunya dengan kecintaan-Ku.”
Kecintaan Allah yang khusus adalah puncak segala kecintaan. Orang yang Allah Swt berikan padanya kecintaan-Nya, maka ia pun akan mendapatkan kebahagiaan yang abadi. Orang yang berbahagia adalah orang yang berbahagia pada masa azali, begitupun orang yang sengsara adalah orang yang sengsara sejak masa azali.
