
Elsubha.com – Keutamaan Berdzikir Secara Umum : Dalil Keutamaan Dzikir dari Atsar
Al Fudhail bin lyad mengatakan, “Telah sampai pada kami bahwa Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, ‘Wahai anak cucu Adam, ingatlah Aku satu jam setelah subuh dan satu jam setelah ashar, niscaya Aku cukupkan engkau diantara keduanya’.”
Syaikh Murtadha mengatakan, “Riwayat itu telah diriwayatkan secara marfu’ dari hadits Abu Hurairah yang dimarfu’kan: Allah Swt berfirman,
إِبْنُ آدَمَ، أَذْكُرُنِي بَعْدَ الْفَجْرِ وَبَعْدَ الْعَصْرِ سَاعَةُ أَكْفِكَ مَا بَيْنَهُمَا
“Wahai anak cucu Adam, ingatlah Aku setelah fajar dan setelah ashar satu jam, aku cukupkan engkau diantara dua waktu tersebut.” (HR. Abu Nu’aim).
Sebagian ulama mengatakan, “Sungguh Allah Swt berfirman, ‘Hamba mana yang dominan nampak pada hatinya sebuah dzikiran, maka Allah akan mengurusinya, menjadi temannya, menjadi teman bicaranya dan menjadi teman yang memberikannya ketenangan.”
Diriwayatkan bahwa setiap jiwa akan keluar dari dunia ini dalam keadaan haus, kecuali orang yang senantiasa berdzikir kepada Allah, ia akan keluar dari dunia ini dengan kenyang lantaran lisannya di dunia senantiasa terbasahi dengan berdzikir menyebut Allah Swt.
Mu’adz bin Jabal pernah mengatakan, “Penghuni dunia tidaklah menyesali sesuatu kecuali satu jam yang terlewat darinya tanpa berdzikir mengingat Allah Swt.”
Seorang lelaki datang kepada Rasulullah Saw seraya berkata,
يَا رَسُوْلَ اللهِ، إِنَّ شَرَائِعَ الْإِسْلَامِ قَدْ كَثُرَتْ عَلَيَّ، فَأَوْصِنِي بِأَمْرٍ أَدْرِكُ بِهِ مَا فَاتَنِي وَأَوْجَزْ، قَالَ: لَا يَزَالُ لِسَانُكَ رَطْبًا بِذِكْرِ اللّٰهِ
“Ya Rasulullah, sesungguhnya syari’at Islam sangat banyak bagiku, maka wasiatkanlah padaku dengan perkara yang dapat menebus apa yang telah kutinggalkan dan juga ringkas. Nabi Saw bersabda, Hendaknya lisanmu selalu basah dengan berdzikir mengingat Allah’.”
Dzikir disini adalah pelarian bagi orang-orang yang cinta kepada Allah Swt dan tangga bagi orang-orang yang wushul dan bersuluk kepada Allah Rabb alam semesta. Dzikiran itu dari sisi lahinya adalah mendapat pahala, dari sisi batinnya adalah hadirnya jiwa, dan sisi batin batinnya adalah memperoleh cahaya diatas cahaya yang dapat menjaga tubuh dan dapat menjaga waktu, mengusir bualan, membuka pintu ketenangan jiwa dan mengandung banyak kebaikan.
Dalam Tâjul ‘Arusy disebutkan bahwa tidak ada ibadah yang lebih bermanfaat daripada berdzikir mengingat Allah, sebab dzikir bisa diucapkan oleh orang tua renta dan orang yang sedang sakit kala mereka tidak bisa berdiri dan juga ruku’.
