
Elsubha.com – Keutamaan Berdzikir
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اذْكُرُوْا اللّٰهَ ذِكْرًا كَثِيْرًا
yaaa ayyuhallaziina aamanuzkurulloha zikrong kasiiroo
“Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah kepada Allah, dengan mengingat (nama-Nya) sebanyak-banyaknya,”
(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 41)
وَّ سَبِّحُوْهُ بُكْرَةً وَّاَصِيْلًا
wa sabbihuuhu bukrotaw wa ashiilaa
“dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.”
(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 42)
هُوَ الَّذِيْ يُصَلِّيْ عَلَيْكُمْ وَمَلٰٓئِكَتُهٗ لِيُخْرِجَكُمْ مِّنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوْرِ ۗ وَكَا نَ بِا لْمُؤْمِنِيْنَ رَحِيْمًا
huwallazii yushollii ‘alaikum wa malaaa-ikatuhuu liyukhrijakum minazh-zhulumaati ilan-nuur, wa kaana bil-mu-miniina rohiimaa
“Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan para malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), agar Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.”
(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 43)
Diriwayatkan dari Abdullah bin Busr Ra, bahwa ada seorang lelaki berkata, “Wahai Rasulullah, sungguh beban syari’at sudah banyak bagiku, maka beritakan padaku sesuatu yang bisa kujadikan pegangan hidup,” Nabi Saw bersabda,
لَا يَزَالُ لِسَانُكَ رَطْبًا مِنْ ذِكْرِ اللّٰهِ
“Seyogyanya lisanmu tidak kering dari mengingat Allah Swt.” (HR. at-Tirmidzi, dimana ia menilainya hasan, al Hakim pun menilainya shahih.)
Diriwayatkan dari Abu Musa al Asy’ari Ra, Nabi Muhammad Saw pernah bersabda,
مَثَلُ الَّذِي يَذْكُرُ رَبَّهُ وَالَّذِي لَا يَذْكُرُ رَبَّهُ مَثَلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ
“Perumpamaan yang senantiasa berdzikir mengingat Rabbnya dan yang tidak senantiasa berdzikir adalah seperti orang yang hidup dan orang yang mati.” (HR. al Bukhari, dimana ia menilainya shahih.)
Abu Daud dalam Sunan-nya pernah meriwayatkan hadits Abu Nadhrah, bahwa ada seorang Thashfawy pernah berbicara padanya seraya berkata: “Aku pernah bertamu kepada Abu Hurairah di Madinah dan aku tidak melihat seorangpun dari sahabat nabi yang paling bersemangat lagi konsisten dalam menyambut tamunya daripada beliau. Suatu hari ketika aku di rumah beliau dan posisi beliau (Abu Hurairah) ditempat tidurnya, beliau membawa satu kantong besar berisikan kerikil (biji-bijian), sementara di bawah beliau ada seorang budak wanita yang juga berkulit hitam, beliau (Abu Hurairah) bertasbih dengan menggunakan kerikil tersebut sampai batu kerikil yang ada di dalam kantong tersebutpun habis, beliau melempar kantong itu kepada wanita tadi dan wanita tersebut mengumpulkan batu-batu tadi dan memasukkannya kembali ke dalam kantong, kemudian mengembalikan kantong itu kepada beliau… (hingga akhir hadits).
Perkara diatas menunjukkan bahwa seseorang boleh menentukan bilangan khusus untuk dirinya yang ia istiqamahkan, bahkan diriwayatkan dari Abu Hurairah juga bahwa ia biasa bertasbih sebanyak 12.000 bacaan tasbih.
Dalam Shahihain diriwayatkan hadits Abu Hurairah Ra, dari Nabi Saw, bahwa Nabi Saw bersabda, “Barangsiapa yang mengatakan,
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
“Tiada Tuhan yang patut disembah melainkan Allah semata, tiada yang sepadan dengan-Nya; Dia memiliki kerajaan, Diapun pantas mendapatkan pujian dan Dialah yang mampu atas segala sesuatu”;
sebanyak 100x dalam sehari, maka pahala yang ia dapatkan sama saja dengan memerdekakan sepuluh budak, dituliskan untuknya 100 kebaikan, dihapuskan darinya 100 keburukan. Bacaan tersebut menjadi bentengnya dari godaan syaithan hingga sore hari dan tidak ada seorangpun yang melakukan amalan yang lebih baik dari apa yang telah ia lakukan kecuali orang yang membaca lebih dari itu.
Barangsiapa membaca,
سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ
“Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya,”
sebanyak seratus kali dalam sehari, maka dosa-dosanya akan dihapus, meski sebanyak buih lautan.
Diriwayatkan dari Abdullah bin Khabib dari Rasulillah Saw, beliau Saw bersabda, “Aku katakan padanya, bacalah Qul Huwallâhhu ahad dan al mu’awwidzataini di kala sore dan pagi hari sebanyak 3 kali, niscaya Dia cukupkan engkau dari segala sesuatu’.”
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Ra, dari Nabi Saw, beliau Saw mengajarkan beberapa sahabat: “Apabila salah seorang diantara kalian berada pada waktu pagi, hendaknya ia membaca,
اللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا وَبِكَ نَمُوتُ وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ
“Ya Allah, karena Engkaulah kami mengalami waktu pagi dan waktu petang dan karena Engkaulah kami hidup dan mati dan kepada-Mu lah juga kami menuju”.
Dan jika datang waktu petang, hendaknya membaca,
اللَّهُمَّ بِكَ أَمْسَيْنَا وَبِكَ أَصْبَحْنَا وَبِكَ نَحْيَا وَبِكَ نَمُوتُ وَإِلَيْكَ النُّشُورُ
“Ya Allah, karena Engkaulah kami mengalami waktu petang dan waktu pagi dan karena Engkaulah kami hidup dan mati dan kepada-Mu lah juga kami akan kembali. ” (HR. at-Tirmidzi, ia mengatakan, “Hasan Shahih.”)
Utsman bin ‘Affan meriwayatkan dari Rasulullah Saw, bahwa beliau pernah mengatakan, “Tidaklah seorang hamba mengatakan pada waktu pagi di setiap harinya dan diwaktu petang setiap harinya,
بِسْمِ اللّٰهِ الَّذِي لا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الأَرْضِ، وَلَا فِي السَّمَاءِ، وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
“Dengan nama Allah yang jika disebut, tidak ada sesuatupun di bumi, tidak pula di langit yang dapat memudharatkannya, Dialah Dzat yang Maha Mendengar lagi Mengetahui”, sebanyak 3 kali, maka tidak ada sesuatu yang dapat memudharatkan-nya. (HR. at-Tirmidzi, ia menilainya, “Hasan Shahih.”)
Diriwayatkan dari Tsauban Ra, bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda, “Barangsiapa yang membaca ketika petang dan ketika pagi hari
رَضِيتُ بِاللّٰهِ رَبَّا، وَبِالإسْلَامِ دِينًا، وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا وَرَسُوْلًا
“Aku ridha Allah sebagai Tuhan, Islam sebagai agama dan Nabi Muhammad Saw sebagai nabi dan rasul”, benar-benar Allah akan ridhoi ia di hari Kiamat’.” (Hadits ini dinilai shahih oleh at-Tirmidzi dan al Hakim.)
Diriwayatkan dari Thariq bin Habib Ra; Seorang lelaki datang kepada Abu ad-Darda seraya berkata: “Wahai Abu Darda, rumahmu telah terbakar,” ia menimpali, “Tidak mungkin terbakar, Allah tidak mungkin lakukan itu dengan ragam kalimat yang aku dengar dari Rasulullah Saw; barangsiapa yang membacanya pada awal siang, maka dia tidak akan ditimpa mushibah hingga petang; dan barangsiapa yang membacanya pada akhir siang hari, maka dia tidak akan ditimpa mushibah hingga pagi hari (berikutnya) :
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّى لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ عَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَأَنْتَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، مَا شَاءَ اللَّهُ كَانَ وَمَا لَمْ يَشَأْ لَمْ يَكُنْ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ، أَعْلَمُ أَنَّ اللهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، وَأَنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَيْءٍ عِلْمًا، اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِي وَشَرِّ كُلِّ دَابَةٍ أَنْتَ اخِذٌ بِنَاصِيَتِهَا، إِنَّ رَبِّي عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ
“Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tiada Tuhan melainkan Engkau, kepada-Mu aku bertawakkal, dan Engkaulah Tuhan ‘Arasy yang Agung. Apa yang Allah kehendaki akan terjadi dan apa yang Dia tidak kehendaki, maka itupun tidak terjadi. Tiada daya dan upaya melainkan dengan pertolongan-Mu yang Maha Luhur dan Agung. Aku tahu bahwa sesungguhnya Allah berkuasa atas segalanya dan sungguh pengetahuan Allah itu meluasi segalanya. Ya Allah, sungguh aku berlindung dengan-Mu dari kejahatan jiwaku, dan dari kejahatan setiap makhluk. Engkaulah yang memegang ubun-ubun mereka. Sungguh Tuhanku di atas jalan yang lurus.” (HR. Ibnu Sunni. Periwayat menambahkan: Kemudian ia berkata: Ayo bangun dan pergi bersama (untuk melihat kondisi rumahnya), sesampainya di rumah, yang terbakar adalah apa yang ada di sekitar rumahnya, sementara rumahnya itu tidak terbakar sama sekali.)
Diriwayatkan dari Hudzaifah Ra: Apabila Rasulullah Saw hendak tidur, beliau mengucapkan,
بِسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوْتُ وَأَحْيَا
“Dengan nama-Mu ya Allah aku mati dan hidup,” dan apabila beliau bangun dari tidur, beliau mengucapkan,
الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي أَحْيَانًا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ
“Segala puji bagi Allah yang telah kembali menghidupkan kami setelah mematikan (kami), dan hanya kepada-Nya (kita) kembali.” (HR. asy-Syaikhani)
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Ra, bahwa Rasulullah Saw mengajarkan apabila salah seorang diantara kalian ingin tidur, hendaknya ia membaca,
بِاسْمِكَ رَبِّى وَضَعْتُ جَنْبِي وَبِكَ أَرْفَعُهُ إِنْ أَمْسَكْتَ نَفْسِي فَاغْفِرْ لَهَا وَإِنْ أَرْسَلْتَهَا فَاحْفَظْهَا بِمَا حَفِظْتَ بِهِ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ
“Dengan nama-Mu wahai Rabb-ku aku letakkan lambungku dan (dengan nama-Mu pula) aku bangun darinya. Apabila Engkau menaham ruhku (mati), maka berilah rahmat padanya dan apabila Engkau melepaskannya, maka peliharalah (dari kejahatan syaithan dan kejelekan dunia) sebagaimana Engkau pelihara hamba-hamba-Mu yang shaleh.” (HR. asy-Syaikhani.)
Diriwayatkan oleh Syaikhani dari riwayat Abu Mas’ud al Anshari Ra, bahwa sungguh Nabi Saw pernah bersabda, “Barangsiapa yang membaca dua ayat di akhir surah al Baqarah pada malam hari, maka kedua ayat tersebut telah mencukupinya.”)
Diriwayatkan dari Abu Musa al Asy’ari Ra, bahwa sungguh Rasulullah Saw, ketika beliau khawatir, beliau membaca,
اللَّهُمَّ إِنَّا نَجْعَلُكَ فِي نُحُوْرِهِمْ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ شُرُوْرِهِمْ
“Ya Allah, sungguh kami menjadikan Engkau di leher-leher mereka (agar kekuatan mereka tidak berdaya dalam menghadapi kami) dan kami berlindung pada-Mu dari ragam kejelekan (ragam kejahatan) mereka. ” (HR. Abu Dawud dan an-Nasa `i.)
Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas Ra, bahwa sungguh Rasulullah Saw pernah bersabda,
إِنَّ لِلَّهِ مَلَائِكَةَ فِي الْأَرْضِ، سِوَى الْحَفَظَةِ، يَكْتُبُوْنَ مَا يَسْقُطُ مِنْ وَرَقِ الشَّجَرِ، فَإِذَا أَصَابَ أَحَدُكُمْ شَيْءٌ بِأَرْضِ فَلَاةٍ، فَلْيُنَادِ: أَعِيْنُوْنِي يَا عِبَادَ اللَّهِ
“Sungguh di bumi ada para malaikat selain malaikat hafazhah (raqib dan ‘atid); mereka senantiasa mencatat dedaunan yang jatuh dari sebuah pohon. Maka jika salah seorang diantara kalian mendapatkan sesuatu di tanah antah berantah, hendaknya ia memanggil, Tolong aku wahai hamba Allah,” (HR. al Bazzar. Dalam Majma az-Zawa ‘id disebutkan, “Para periwayatnya merupakan periwayat yang tsiqah)
Asy-Syaikhani mengatakan, “Hadits ini menunjukkan bolehnya meminta tolong kepada sesuatu yang tidak terlihat manusia, dari kalangan para malaikat, jin muslim. Hal itu tidaklah mengapa (boleh-boleh saja). Sebagaimana seseorang meminta tolong kepada orang lain ketika hewan tunggangannya terlepas. (Tuhfah adz-Dzakirin).
Orang yang banyak memiliki hutang, hendaknya memperbanyak bacaan,
اللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ
“Ya Allah cukupkanlah aku dengan rezeki-Mu yang halal daripada yang haram dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu daripada selain Engkau.” (HR. at-Tirmidzi dan al Hakim, dimana ia men-shahih-kannya). Do’a ini Rasulullah Saw ajarkan kepada Sayyidina Ali Ra.
Diriwayatkan dari Ummu Salamah Ra: Inilah apa yang dipinta Nabi Muhammad pada Rabb-nya:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَ الْمَسْأَلَةِ وَخَيْرَ الدُّعَاءِ وَخَيْرَ النَّجَاحِ وَخَيْرَ الْعَمَلِ وَخَيْرَ الثَّوَابِ وَخَيْرَ الْحَيَاةِ وَخَيْرَ الْمَمَاتِ وَثَبِّتْنِي وَثَقِّلْ مَوَازِيْنِي وَحَقَّقَ إِيْمَانِي وَارْفَعْ دَرَجَاتِي وَتَقَبَّلْ صَلَاتِي وَاغْفِرْ خَطِيئَتِي وَأَسْأَلُكَ الدَّرَجَاتِ الْعُلَى مِنَ الْجَنَّةِ. اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ فَوَاتِحَ الْخَيْرِ وَخَوَاتِمَهُ وَجَوَامِعَهُ وَأَوَّلَهُ وَظَاهِرَهُ وَبَاطِنَهُ وَ الدَّرَجَاتِ الْعُلَى مِنَ الْجَنَّةِ، آمين. اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا آتَى وَخَيْرَ مَا أَفْعَلُ وَخَيْرِ مَا أَعْمَلُ وَخَيْرَ مَا بَطَنَ وَخَيْرَ مَا ظَهَرَ وَ الدَّرَجَاتِ الْعُلَى مِنَ الْجَنَّةِ آمِيْنَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ أَنْ تَرْفَعَ ذِكْرِي وَتَضَعَ وَزْرِي وَ تُصْلِحَ أَمْرِي وَ تُطَهِّرَ قَلْبِي وَ تُحَصِّنَ فَرْجِي وَتُنَوِّرَ لِي قَلْبِي وَ تَغْفِرَ لِي ذَنْبِي وَ أَسْأَلُكَ الدَّرَجَاتِ الْعُلَى مِنَ الْجَنَّةِ آمين.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ أَنْ تُبَارِكَ لِي فِي نَفْسِي وَفِي سَمْعِي وَفِي بَصَرِي وَفِي رُوحِي وَ فِي خَلْقِي وَفِي خُلُقِي وَفِي أَهْلِي وَفِي مَحْيَايَ وَفِي مَمَاتِي وَفِي عَمَلِي فَتَقَبَّلْ حَسَنَاتِي وَأَسْأَلُكَ الدَّرَجَاتِ الْعُلَى مِنَ الْجَنَّةِ آمِيْن.
“Ya Allah, Sungguh aku memohon pada-Mu permintaan yang baik, do’a yang baik, kesuksesan yang baik, amal yang baik, pahala yang baik, kehidupan yang baik, kematian yang baik. Kuatkanlah hamba, beratkanlah timbangan kebajikan hamba. Realisasikan keimananku, tinggikanlah derajatku, terimalah shalatku, ampuni kesalahanku, dan aku memohon pada-Mu derajat yang tinggi di Surga, Amîn.
Ya Allah, aku memohon pada-Mu segala pembuka kebaikan, penutupnya dan semua yang mendatangkannya; awalnya dan akhirnya; lahirnya dan bathinya dan aku memohon derajat yang tinggi di Surga. Ya Allah, aku memohon pada-Mu kebaikan yang telah datang, kebaikan yang telah kulakukan, kebaikan amalanku, kebaikan yang aku sembunyikan, kebaikan yang aku tampakkan dan derajat tinggi di Surga, Amîn. Ya Allah, aku memohon pada-Mu agar Engkau mengangkat dzikiranku, hapus dosaku, perbaiki urusanku, sucikan kalbuku, jaga kemaluanku, terangi kalbuku, ampuni dosaku dan aku memohon pada-Mu derajat yang tinggi di Surga, Aamin. Ya Allah, sungguh aku memohon pada-Mu agar Engkau berikan keberkahan pada pendengaran-Ku, pada penglihatan-Ku, pada ruhku, pada penciptaan-Ku, pada akhkak-Ku, pada keluarga-Ku, pada kehidupan-Ku, pada kematian-Ku dan pada amalanku. Terimalah ragam kebaikanku dan aku memohon derajat tinggi di Surga, Amin. ” (HR. al Hakim dalam al Mustadrak, ath-Thabrani dalam al Awsath, dimana para periwayatnya merupakan periwayat yang shahih, selain Ibnu Zanbur dan ‘Ashim bin ‘Ubaid; kedua periwayat yang tsiqah.)
Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas Ra, dari Nabi Saw: “Yang pertama dipanggil masuk surga adalah orang-orang yang senantiasa memuji Allah dalam keadaan lapan maupn terhimpit. ” (Hadits ini shahih sesuai dengan syarat Muslim; diriwayatkan pula oleh al Hakim.)
Diriwayatkan dari Jabir Ra; Aku pernah mendengar Rasulullah Saw bersabda, “Paling utamanya dzikir adalah kata,
لَا إِلهَ إِلَّا اللّٰه
Tiada Ilah yang patut disembah kecuali Allah’; dan paling utamanya do’a adalah kata,
الْحَمْدُ الِلّٰهُ
“Segala puji hanya bagi Allah” (HR. al Hakim dengan sanad shahih.)
Diriwayatkan dari Anas Ra, ia berkata: Suatu ketika kami sedang bersama Nabi Saw dalam sebuah perkumpulan duduk melingkar; ada seorang lelaki yang berdiri sedang melakukan shalat; ia ruku, sujud dan tasyahhud kemudian berdoa,
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِأَنَّ لَكَ الْحَمْدَ لاَ إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ بَدِيعُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ يَا ذَا الْجَلالِ وَالْإِكْرَامِ يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ
“Ya Allah sungguh aku memohon pada-Mu, bahwa bagi-Mu segala pujian, tiada Tuhan yang patut disembah melainkan Engkau; Sang Pencipta langit dan bumi; wahai Dzat yang memiliki keperkasaan dan kemuliaan; wahai Dzat yang Maha Hidup lagi ajek mengurus makhluk-Nya’; Lalu Nabi Saw bersabda, la telah berdo’a dengan nama Allah yang agung; yang apabila dipanjatkan pada-Nya dengan itu, niscaya Dia akan mengabulkannya dan apabila digunakan untuk meminta pada-Nya, niscaya Dia akan memberi (permintaannya itu). ” (Hadits ini shahih, sesuai syarat Muslim)
Diriwayatkan dari Baridah Ra, bahwa Nabi Saw pernah mendengar seorang lelaki berdoa:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بأَنَّكَ أَنْتَ اللهُ لاَ إِلَهَ إِلا أَنْتَ الأَحَدُ الصَّمَدُ الَّذِي لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ
“Ya Allah sungguh aku memohon pada-Mu, bahwa Engkau adalah Allah, tiada Tuhan yang patut disembah melainkan Engkau; yang Tunggal lagi tempat bergantung, yang tidak beranak dan diperanakkan dan tiada yang seorangpun yang setara dengan Dia,” Nabi Saw menimpali, “Engkau telah memohon pada Allah dengan nama-Nya yang Agung; dan apabila digunakan untuk meminta pada-Nya, niscaya Dia akan memberi (permintaannya itu); apabila dipanjatkan pada-Nya dengan itu, niscaya Dia akan mengabulkannya. “ (Sesuai dengan syarat as-Shahihaini.)
Diriwayatkan dari al ‘Qasim dari Abu Umamah Ra, dari Nabi Saw, beliau bersabda, “Sungguh nama-Nya Allah yang Agung ada di tiga surah dari al Qur’an; pada surah al Baqarah; Ali Imran dan Thaha.” Qasim berkata, “Carilah itu; sungguh itu adalah isim Hayyu dan Qayyum.”
Diriwayatkan dari Sa’ad bin Abi Waqqash Ra, dari nabi Saw, beliau pernah bersabda, “Mengenai do’a yang dipanjatkan oleh Dzu-Nun ketika ia berada di dalam perut Hiu,
لاَ إِلَهَ إِلا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
“Tiada Tuhan yang patut disembah melainkan Engkau, Maha Suci Engkau sungguh aku termasuk orang-orang yang berbuat zhalim; tidaklah ada seorang muslim yang berdo’a dengarinya kecuali Allah beri ijabah baginya dengan perantara itu. “ (Hadits ini shahih.)
Diriwayatkan dari Syaddad bin Aus Ra, dari Nabi Saw, beliau bersabda: “Wahai Syaddad; jika saja engkau lihat banyak orang yang menyimpan emas dan perak, meka dimpanlah olehmu beberapa kalimat ini:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ التثبت في الأُمُورِ، وَعَزِيمَةَ الرُّشْدِ، وَأَسْأَلُكَ شُكْرَ نِعْمَتِكَ، وَحُسْنَ عِبَادَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ قَلْبًا سَلِيمًا وَلِسَانًا صَادِقًا وَخُلُقًا مُسْتَقِيمًا، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا تَعْلَمُ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا تَعْلَمُ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا تَعْلَمُ، إِنَّكَ أَنْتَ عَلَامُ الْغُيُوْبِ
“Ya Allah, sungguh aku memohon pada-Mu keteguhan dalam segala perkara, kemauan kuat untuk berbuat sesuatu yang benar, Akupun memohon pada-Mu untuk bisa mensyukuri nikmat-Mu dan beribadah yang baik kepada-Mu. Akupun memohon pada-Mu kalbu yang selamat, lisan yang jujur, akhlak yang istiqamah. Akupun memohon ampun pada-Mu pada apa yang Engkau ketahui; Akupun memohion pada-Mu kebaikan yang Engkau ketahui dan memohon perlindungan pada-Mu dari keburukan yang Engkau ketahui; sungguh Engkau Maha mengetahui perkara yang ghaib, ” (Hadits ini shahih, sesuai syarat Muslim)
Muslim bin Abu Bakrah menceritakan kepada kami; ia berkata: Ayahku mendengarkan dariku dan aku mengatakan.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْكَسَلِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ
“Ya Allah, sungguh aku berlindung pada-Mu dari kebingungan dan kesedihan, adzab kubur.” Ayahku berkata, “Wahai anakku, darimana engkau mendengar itu?; Aku mendengar engkau mengucapkan itu. Aku berkata, ‘Lazimkanlah bacaan itu, sungguh aku mendengar itu dari Rasulullah Saw’; beliau pernah mengucapkan itu.”
Sa’id bin Abu Ayyub menceritakan kepada kami dari Abdullah bin al Walid dari Ibnu al Musayyib dari ‘Aisyah Ra, bahwa Rasulullah Saw apabila beliau terbangun tidur pada malam hari beliau mengucapkan,
لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ، اللَّهُمَّ أَسْتَغْفِرُكَ لِذَنْبِي وَأَسْأَلُكَ بِرَحْمَتَكَ، اللَّهُمَّ زِدْنِي عِلْمًا وَلَا تُزِغْ قَلْبِي بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنِي، وَهَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
“Tiada Tuhan yang patut disembah melainkan Engkau; Maha Suci Engkau ya Allah sungguh naku memohon ampun pada-Mu atas dosaku dan aku mohon rahmat-Mu; ya Allah tambahkanlah ilmu padaku, jangan Engkau plesetkan kalbuku setelah Engkau beri aku hidayah-Mu, berilah aku rahmat dari sisi-Mu, sungguh Engkaulah Maha Pemberi.”
Dalam riwayat shahih dari Abu Umamah Ra, ia berkata: apabila Rasulullah selesai maka, beliau bersabda,
الْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ غَيْرَ مَكْفِيَّ وَلَا مُوَدَّعٍ وَلَا مُسْتَغْنَى عَنْهُ رَبَّنَا
“Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak dan baik serta diberkahi didalamnya; yang tidak ditolak, tidak diingkari, tidak ditinggalkan dan tidak ada seseorang yang merasa cukup darinya wahai Rabb kami.”
