
Elsubha.com – Keutamaan Muhibbin dan Pengamal Thariqah At-Tijaniyyah
Ragam keutamaan yang akan didapatkan bagi orang yang memiliki keterikatan diri pada Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra, meskipun ia belum masuk ke dalam thariqah beliau; thariqah At-Tijaniyyah, yaitu:
1. Akan meninggal dunia dengan membawa Islam dan Iman.
2. Allah Swt akan ringankan ia menghadapi sakaratul maut.
3. Dia akan melihat ragam perkara yang menyenangkan dalam kubumya.
4. Allah Swt akan memberikannya rasa aman dari segala adzab, serta meringankan adzab tersebut baginya dan juga meringankan semua keburukan sejak ia meninggal dunia hingga ia menetap di surga.
5. Allah Swt akan senantiasa mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu maupun yang akan datang.
6. Allah Swt akan mengganti semua kezhaliman yang pernah ia lakukan dari sisi keutamaan Allah Swt, bukan dari kebaikannya.
7. Allah Swt tidak akan menghisab, mendebat dan mempertanyakan; baik sedikit maupun banyak pada hari Kiamat kelak.
8. Allah Swt akan menaungi mereka dengan naungan-Nya pada hari Kiamat.
9. Allah Swt akan menyeberangkan mereka pada titian shirat dengan sekejap mata dan berada di atas punggung malaikat.
10. Allah Swt akan memberikan mereka minuman dari telaga Rasulullah Saw pada Hari Kiamat.
11. Allah Swt akan memasukkan mereka ke dalam surga tanpa dihisab dan tanpa diadzab, serta pada fase golongan yang pertama.
12. Allah Swt akan menempatkan mereka pada surga yang tinggi; surga Firdaus dan surga A’dn.
13. Nabi Muhammad Saw mencintai setiap orang yang mencintai Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra
14. Orang yang mencintai Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra tidak akan meninggal dunia kecuali dirinya telah menjadi walinya Allah.
Sementara murid Tijany yang masuk ke dalam thariqah beliau Ra, maka iapun mendapatkan keutamaan diatas ditambah dengan ragam keutamaan berikut ini:
15. Kedua orang tua murid Tijany, suami/istri, kedua mertua dan keluarga yang terpisah darinya selain cucu; mereka kelak akan masuk surga tanpa dihisab, tanpa diadzab; semua dosa-sosa kecil dan besar diampuni, Allah pun akan ganti semua kesalahan mereka dengan syarat mereka tidak mencela, tidak membenci dan tidak memusuhi Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra; juga dengan syarat senantiasa mencintai Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra meski tidak memiliki keterikatan diri dengan beliau Ra. Keutamaan ini mereka dapatkan lantaran mereka memiliki hubungan dengan orang yang mengamalkan thariqah At-Tijaniyyah.
16. Nabi Muhammad Saw turut menyertakan mereka, dimana baliau Saw berkata kepada Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra, “Fuqara mu adalah fugaraku, para muridmu adalah muridku, para sahabatmu adalah sahabatku.”
17. Seluruh orang yang menyakiti murid Tijany berarti mereka telah menyakiti Nabi Muhammad Saw.
18. Nabi Muhammad Saw akan hadir ketika murid Tijany meninggal dunia.
19. Nabi Muhammad Saw akan hadir ketika dua malaikat menanyainya dalam kubur.
20. Imam Mahdi termasuk saudara dalam thariqah At-Tijaniyyah. Aku pernah baca sebuah buku yang menyatakan bahwa ciri-ciri kemunculan Imam Mahdi adalah kala pengamal thariqah ini banyak.
21. Murid Tijany memiliki derajat lebih tinggi daripada wali Quthb. Jika wali Quthb melihat mereka, mereka sontak berkata, “Kami tidak diberikan sesuatu (seperti mereka),” dimana Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
لَا يُسْـئَـلُ عَمَّا يَفْعَلُ وَهُمْ يُسْئَــلُوْنَ
laa yus-alu ‘ammaa yaf’alu wa hum yus-aluun
“Dia (Allah) tidak ditanya tentang apa yang dikerjakan, tetapi merekalah yang akan ditanya.”
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 23)
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
لِيَجْزِيَهُمُ اللّٰهُ اَحْسَنَ مَا عَمِلُوْا وَيَزِيْدَهُمْ مِّنْ فَضْلِهٖ ۗ وَا للّٰهُ يَرْزُقُ مَنْ يَّشَآءُ بِغَيْرِ حِسَا بٍ
liyajziyahumullohu ahsana maa ‘amiluu wa yaziidahum ming fadhlih, wallohu yarzuqu may yasyaaa-u bighoiri hisaab
“(mereka melakukan itu) agar Allah memberi balasan kepada mereka dengan yang lebih baik daripada apa yang telah mereka kerjakan, dan agar Dia menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezeki kepada siapa saja yang Dia kehendaki tanpa batas.”
(QS. An-Nur 24: Ayat 38)
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَلَا تُؤْمِنُوْۤا اِلَّا لِمَنْ تَبِعَ دِيْنَكُمْ ۗ قُلْ اِنَّ الْهُدٰى هُدَى اللّٰهِ ۙ اَنْ يُّؤْتٰۤى اَحَدٌ مِّثْلَ مَاۤ اُوْتِيْتُمْ اَوْ يُحَآ جُّوْكُمْ عِنْدَ رَبِّكُمْ ۗ قُلْ اِنَّ الْفَضْلَ بِيَدِ اللّٰهِ ۚ يُؤْتِيْهِ مَنْ يَّشَآءُ ۗ وَا للّٰهُ وَا سِعٌ عَلِيْمٌ
wa laa tu-minuuu illaa limang tabi’a diinakum, qul innal-hudaa hudallohi ay yu-taaa ahadum misla maaa uutiitum au yuhaaajjuukum ‘ingda robbikum, qul innal-fadhla biyadillaah, yu-tiihi may yasyaaa, wallohu waasi’un ‘aliim
“Dan janganlah kamu percaya selain kepada orang yang mengikuti agamamu.” Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya petunjuk itu hanyalah petunjuk Allah. (Janganlah kamu percaya) bahwa seseorang akan diberi seperti apa yang diberikan kepada kamu, atau bahwa mereka akan menyanggah kamu di hadapan Tuhanmu.” Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya karunia itu di tangan Allah, Dia memberikannya kepada siapa yang Dia kehendaki. Allah Maha Luas, Maha Mengetahui.””
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 73)
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
مَا يَوَدُّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ وَلَا الْمُشْرِكِيْنَ اَنْ يُّنَزَّلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ خَيْرٍ مِّنْ رَّبِّکُمْ ۗ وَا للّٰهُ يَخْتَصُّ بِرَحْمَتِهٖ مَنْ يَّشَآءُ ۗ وَا للّٰهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيْمِ
maa yawaddullaziina kafaruu min ahlil-kitaabi wa lal-musyrikiina ay yunazzala ‘alaikum min khoirim mir robbikum, wallohu yakhtashshu birohmatihii may yasyaaa, wallohu zul-fadhlil-‘azhiim
“Orang-orang yang kafir dari Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tidak menginginkan diturunkannya kepadamu suatu kebaikan dari Tuhanmu. Tetapi secara khusus Allah memberikan rahmat-Nya kepada orang yang Dia kehendaki. Dan Allah pemilik karunia yang besar.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 105)
22. Seorang pengamal thariqah At-Tijaniyyah akan berdzikir bersama 70 ribu malaikat, yang mana pahala dzikirnya para malaikat itu akan ditulis untuknya.
23. Dalam wiridan lazimah thariqah At- Tijaniyyah terdapat isim a’zham yang dimiliki oleh Nabi Muhammad Saw.
24. Dalam wiridan thariqah At-Tijaniyyah terdapat isim a ‘zham yang khusus dimiliki oleh Nabi Muhammad Saw.
25. Setiap murid Tijany yang membaca wiridan, maka dirinya akan mendapatkan bagian dari pahala isim a’zham al kabir per individu sekalipun dirinya tidak mengetahui isim a’zham tersebut, maka apalagi jika dia selalu melantunkannya.
26. Murid Tijany mendapatkan pahala ragam dzikiran yang luhur dari isim a zham al kabir dan yang dibawahnya; yang tidak didapatkan oleh pembesar ‘Arifbillah dan wali quthb.
27. Allah Swt akan memberikan kepada mereka dari amalan seseorang yang Allah Swt terima, berupa 100 ribu kali lipat lebih banyak dari apa yang diperoleh oleh orang yang mengerjakan amalan tersebut.
28. Setiap murid Tijany aman dari tercerabutnya iman seketika saat kematian datang. Tidak ada yang bisa mencerabutnya kecuali para wali Quthub.
29. Bagi pengamal thariqah Tijaniyyah, jika ada orang yang dapat melihatnya pada hari Senin atau Jum’at, maka orang yang dapat melihat ini akan masuk surga tanpa dihisab dan juga tanpa diadzab, ini adalah warisan dari sisi Ahmadiyyah At-Tijaniyyah. Seyogyanya setiap murid Tijany berpenampilan seperti wajahnya para sahabat Sayyidi Syaikh Ra pada dua hari tersebut dan berniat agar yang melihat mereka bisa mendapatkan kemuliaan yang utama itu, sebab bisa jadi di jalan ia berpapasan dengan orang yang dikhususkan mendapatkan keutamaan tersebut.
30. Sungguh diantara murid Tijany ada orang yang jika melihatnya, ia berkata, “Saksikanlah bahwa aku telah melihatmu,” orang yang dilihatpun menjawab, “Akupun bersaksi padamu bahwa engkau telah melihatku,” sebab orang yang melihatnya tadi bisa masuk surga tanpa hisab dan tanpa adzab.
31. Orang yang tidak menghormati para pengamal thariqah At-Tijaniyyah (murid Tijany) bahkan sampai menyakiti mereka, Allah kelak mengusirnya dari sisi kedekatan-Nya, dan akan mencabut apa yang telah Dia beri.
32. Murid At-Tijany tidak akan mengalami panasnya kematian.
33. Murid Tijany akan mendapatkan luthuf khusus dari Allah Swt setelah mereka mendapatkan luthuf umum bagi mereka dan kaum muslimin.
34. Di padang Mahsyar nanti murid Tijany akan berada di suatu tempat di bawah naungan Arasy, mereka akan berada di sana sendirian.
35. Kedua orang tua, suami/istri dan kedua mertua serta keluarga yang terpisah dari mereka; yang tidak termasuk cucu, semua mereka berada pada tempat yang tinggi dengan syarat yang diawal sudah disebutkan.
36. Mereka tidak terkena huru-hara hari Kiamat, tidak akan melihat kilatan petir dan gempa bumi yang dahsyat. Mereka aman berada di pintu surga, bahkan sampai pada taraf bahwa mereka dapat masuk surga dengan golongan yang pertama, yaitu bersama para sahabat. Tempat mereka (pengamal thariqahnya Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra) adalah di sisi Nabi; pada tempat yang tertinggi, tepatnya di samping para sahabat Nabi.
37. Banyak dari pengamal thariqah Tijaniyyah setiap harinya mendapatkan keutamaan menziarahi Rasulullah Saw di Raudhah beliau yang agung dan juga menziarahi semua wali Allah dan orang-orang sholeh dari awal penciptaan hingga saat dimana dia membaca dzikiran tersebut. Yaitu dengan cara ia membaca sholawat Jauharatul Kamal sebanyak 12 kali dalam wazhifah atau bacaan lainnya dengan niatan berziarah.
38. Nabi Muhammad Saw, para khalifah yang empat (Abu Bakar, ‘Umar, ‘Utsman dan ‘Ali) dan juga Sayyidi Syaikh Ra selalu hadir setiap harinya pada pengamal thariqah Tijaniyyah, yaitu ketika mereka hadir saat pembacaan sholawat Jauharatul Kamal dalam pembacaan wazhifah.
39. Nabi Muhammad Saw mencintai murid Tijany dengan kecintaan khusus, selain kecintaan umum yang sudah mereka dan semuanya dapatkan.
40. Pengamal thariqah At-Tijaniyyah memiliki ciri-ciri yang dapat membedakan mereka dengan yang lainnya, yaitu, bahwa akan tertulis dikeningnya kata, “Muhammad Saw,” didalam hati yang menembus punggungnya tertulis, Muhammad bin ‘Abdillah. Di atas kepala mereka terdapat mahkota dari cahaya yang tertulis, “Ath-Thariqah At-Tijaniyyah Mansyauha Al Haqiqah Al Muhammadiyyah” (Thariqah Tijaniyyah yang asalnya adalah Hakikat Al Muhammadiyyah).
