
Elsubha.com – Makna Sholawat Jauharatul Kamal
Redaksinya:
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى عَيْنِ الرَّحْمَةِ الرَّبَّــانِــيَّــةِ وَالْيَـاقُوْتَـةِ الْـمُتَحَقِّقَةِ اْلحَائِطَةِ بِمَرْكَــزِ الْفُهُوْمِ وَالْـمَعَانِى وَنُوْرِ اْلأَكْــوَانِ الْـمُتَــكَــوِّنَةِ اْلأٰدَمِـــيِّ صَاحِبِ الْحَقِّ الرَّبَّـــانِـــي
اَلْبَرْقِ اْلأَسْطَعِ بِمُزَوْنِ اْلأَرْيَاحِ الْـمَالِئَةِ لِكُلِّ مُتَعَرِّضٍ مِنَ الْبُحُوْرِ وَالْأَوَانِى وَنُوْرِكَ اللَّامِعِ الَّذِى مَلَأْتَ بِهِ كَوْنَكَ الْحَائِطَ بِأَمْكِــنَةِ الْـمَكَانِى
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى عَيْنِ الْحَقِّ الَّــتِى تَــتَــجَلّٰى مِنْـهَا عُرُوْشُ الْحَقَائِقِ عَيْنِ الْـمَعَارِفِ الْأَقْوَامِ صِرَاطِكَ التَّامِ اْلأَسْقَمِ.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى طَلْعَةِ الْحَقِّ بِالْحَقِّ الْكَنْــزِ اْلأَعْظَمِ إفَاضَتِكَ مِنْكَ إلَيْــكَ إحَاطَةِ النُّوْرِ الْـمُطَلْسَمِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَعَلٰى أٰلِهِ صَلَاةً تُعَرِّفُنَا بِـهَا إيَّاهُ.
“Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keselamatan-Mu kepada (dzat) yang merupakan perwujudan rahmat sifat-sifat Tuhan, mutiara yang mengetahui semua nama-nama (asma) dan sifat-sifat Allah, yang menjadi pusat pengetahuan yang mencakup seluruh pengetahuan yang diberikan kepada makhluk, dan yang menjadi penerang (cahaya) segala sesuatu yang ada termasuk manusia, sang pembawa kebenaran ketuhanan, yang bagaikan kilat bahkan lebih dari kilat yang dibuktikan dengan mengalir dan berlimpah rahmat Tuhan kepada setiap orang yang menghadap-Nya. Yang menjadi cahaya Tuhan yang menerangi seluruh makhluk di setiap tempat.
Ya Allah! limpahkanlah rahmat dan keselamatan-Mu kepada (dzat) yang menjadi Ain Al Haqq (wujud keadilan, pemilik kebenaran), telah tampak dari padanya seluruh hakikat keadilan yang seperti Arsy sebagai sumber seluruh ilmu, yaitu ilmu Engkau yang terdahulu, jalan Engkau yang sempurna dan lurus.
Ya Allah! limpahkanlah rahmat dan keselamatan-Mu kepada (dzat) yang merupakan mazhar (manifestasi) dan tajally, yang menjadi gudang (tempat penyimpanan) ilmu dan rahmat-Mu Yang Maha Besar, tempat datangnya kasih-Mu, yang meliputi seluruh cahaya yang tersimpan. Semoga Allah memberikan rahmat kepadanya dan kepada keluarganya, yang dengan sebab rahmat tersebut kami bisa mengetahui hakikat.”
Redaksi, “اللَّهُمَّ صَلِّ” makna ini sudah dibahas diatas dalam penjelasan mengenai sholawat Fatih
Redaksi, “وَسَلِّمْ” maknanya adalah berikanlah rasa aman pada beliau Saw dari apa yang beliau takutkan terjadi pada ummatnya terkait urusan dunia dan akhirat.
Redaksi, “عَيْنِ” maknanya adalah Dzatnya Allah Swt.
Redaksi, “الرَّحْمَةِ” maknanya adalah ringannya kalbu yang menyebabkan mendapatkan keutamaan dan sisi ihsan.
Redaksi, “الرَّبَّــانِــيَّــةِ” maknanya adalah kata ini dinisbatkan kepada Allah Swt
Redaksi, “وَالْيَـاقُوْتَـةِ” maknanya adalah Rasulullah Saw disebandingkan dengan batu Ruby, sebab batu jenis ini merupakan batu permata yang paling bagus dan mahal.
Redaksi, “الْـمُتَحَقِّقَةِ” maknanya adalah Dzat yang disifati dengan Dzat yang mengetahui seluk-beluk semua sifat dan ragam nama-nama ilahiyyah yang dengannya alam semesta ini ada.
Redaksi, “اْلحَائِطَةِ بِمَرْكَــزِ الْفُهُوْمِ وَالْـمَعَانِى” maknanya adalah Dzat yang mampu menyelimuti semua pemahaman. Kata ma’ani merupakan kata plural dari kata ma’na yang artinya adalah pusat. Maknanya adalah ketika ragam pemahaman yang Allah bagi-bagikan kepada makhluknya untuk mengetahui ragam makna Al Qur’an, hukum ilahiyyah dan sifat-sifat ilahiyyah. Hal ini seperti menjadikan sesuatu terhujam ke bumi seperti tongkat contohnya, maka Nabi Saw semisal lingkaran yang mengelilingi tongkat tersebut.
Redaksi, ” وَنُورِ” merupakan bagian yang ikut pada kata Ainir-Rahmah.
Redaksi, “اْلأَكْــوَانِ” maknanya adalah ragam makhluk hidup.
Redaksi, “الْـمُتَــكَــوِّنَةِ” maknanya adalah sesuatu yang menampakkan sesuatu lain setelahnya, dimana Nabi Saw adalah cahaya tersebut.
Redaksi, “اْلأٰدَمِـــيِّ” maksudnya dinisbatkan kepada nabi Adam As, dimana Nabi Muhammad Saw adalah bapaknya Nabi Adam As pada asal mula hakekat penciptaannya, sebab Nabi Saw adalah pokok dari keberadaan makhluk. Oleh karena itu, sebagian Sufi pernah mengatakan dalam sebuah sya’ir:
وَإِنِّي وَإِنْ كُنْتُ ابْنَ آدَمَ صُورَةً # فَلِيَ فِيْهِ مَعْنَى شَاهِدٌ بِأُبُوَّتِي
“Dan aku, meski dalam gambarannya aku adalah Anak cucu Nabi Adam As # namun aku punya bukti penguat dengan ke bapakanku secara makna.”
Redaksi, “صَاحِبِ الْحَقِّ الرَّبَّـــانِـــي” maksudnya adalah pemilik agama yang dinisbatkan kepada Allah Saw.
Redaksi, “اَلْبَرْقِ” maksudnya adalah bahwa kata ini merupakan kata na’tun yang menjelaskan cahaya alam semata. Yang dimaksudkan di sini adalah hakekat Nur Al Muhammadiyyah.
Redaksi, “اْلأَسْطَعِ” maksudnya adalah yang paling tinggi dan paling nampak.
Redaksi, “بِمُزَوْنِ” kata ini terkait dengan kata sebelumnya; yaitu awan. Sedangkan kata “اْلأَرْيَاحِ” itu merupakan kata plural dari Rabaha.”
Walhasil bahwa kata “Al Barqi” itu dipinjamkan untuk makna Hakekat Al Muhammadiyyah, sedangkan kata “Bimuzûni,” digunakan untuk mencurahkan rahmat ilahiyyah pada semua makhluk. Sebab, kilat biasanya menemani turunnya hujan sebagaimana sisi Hakekat Al Muhammadiyyah yang senantiasa menyertai rahmat dari sisi ketuhanan.
Redaksi “الْـمَالِئَةِ” yang menyertai awan.
Redaksi, “لِكُلِّ مُتَعَرِّضٍ مِنَ الْبُحُوْرِ وَالْأَوَانِى” maksudnya adalah yang memenuhi setiap dari para nabi dan wali yang meminta pertolongan kepada-Nya.
Redaksi, “وَنُوْرِكَ” adalah kata yang kembali pada makna mata air rahmatnya Allah Swt.
Redaksi, “اللَّامِعِ” maksudnya adalah yang menerangi.
Redaksi, “الَّذِي” kata sifat dari “Nûrika”
Redaksi, “مَلَأْتَ بِهِ” maksudnya dengan cahaya itu
Redaksi, “كَوْنَكَ” menjadi kata rujukan dari kata “mala` ta.”
Redaksi, “الْحَائِطَ” kata sifat dari redaksi “Kaunaka.”
Redaksi, “بِأَمْكِــنَةِ” kata yang masih terkait dengan sebelumnya yaitu : الْحَائِطَ
Redaksi, “الْـمَكَانِى” adalah kata yang disematkan pada suatu tempat. Maka maksudnya adalah cahaya-Mu yang terang itulah yang memenuhi Dzat-Mu di setiap tempat. Alam yang terbatas merupakan perintah ilahiyyah, yang dengannya Allah Swt menampakkan wujud ini, maka perkaranya ini dipenuhi oleh Nabi Muhammad Saw.
Redaksi, “اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ” kata ini sudah dibahas
Redaksi, “عَيْنِ الْحَقِّ” maksudnya adalah “Al Adlu (adil/tidak condong),” bahwa Nabi Saw sosok yang istiqomah, tidak pernah condong kemanapun sama sekali. Oleh karena itu, Nabi Saw pernah bersabda kepada orang yang berkata kepada beliau “Berlaku adillah dalam pembagian,” beliau Saw menjawab, مَنْ يَعْدِلْ إِذَا لَمْ أَعْدِلُ “Lantas siapa yang adil jika bukan aku yang berlaku adil.”
Redaksi, “الَّــتِى تَــتَــجَلّٰى مِنْـهَا” maksudnya adalah yang darinya nampak sesuatu.
Redaksi, “عُرُوْشُ” merupakan kata plural dari ‘Arsyun
Redaksi, “الْحَقَائِقِ” merupakan kata plural dari haqîqah yaitu hakekat. la itupun disepadankan dengan ‘Urusy lantaran ketinggiannya dalam segala sesuatu. Maka maknanya adalah “Ya Allah semoga Engkau berkenan bersholawat atas dzat adil, yang dari beliau muncul ragam hakekat seperti ‘Arasy yang berada di langit tinggi.”
Redaksi, “عَيْنِ الْـمَعَارِفِ” maksudnya adalah dengan sumber dan perbendaharaannya.
Redaksi, “الْأَقْوَامِ” maksudnya adalah yang paling sempurna dalam menjalankan perintah Allah Swt dan menepati hak-Nya.
Redaksi “التَّامِ” maksudnya adalah yang paling sempurna. Nabi Saw disamakan dengan gambaran jalan, sebab tidak seorang pun bisa sampai pada hadhrah-Nya Allah kecuali melalui perantara Nabi Saw, sebagaimana tidaklah seseorang bisa masuk ke depan surga tanpa melewati titian.
Redaksi, “اْلأَسْقَمِ” maksudnya adalah yang sempurna dengan keitiqamahan tanpa bengkok. Kata “Asqam” sendiri merupakan kata kerja yang menunjukkan kinerja lebih. Hal ini pun telah dibahas dalam bab ke 2.
Redaksi, “اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ” ini sudah dibahas sebelumnya.
Redaksi, “عَلٰى طَلْعَةِ” maksudnya adalah penampakan sisi Allah Swt.
Redaksi, “بِالْحَقِّ” maksudnya adalah dengan dzatnya Allah Swt. Maksudnya bahwa tajallinya Allah pada Hakekat Al Muhammadiyyah mumi dari Dzat-Nya yang Maha luhur, dan suci dari dzat lainnya. Makna bahwa Nabi Saw merupakan simbol gambaran dari Allah, dengan pertolongan Allah, sebab jika bukan karena beliau Saw, maka tidak ada seorang pun yang ma’rifat pada Allah Swt, hal ini sebagaimana yang pernah dijelaskan dalam sebuah hadits qudsi,
كُنْتُ كَيْرًا مَخْفِيًّا، فَأَرَدْتُ أَنْ أَعْرَفَ، فَخَلَقْتُ الْخَلْقَ، فَيَ
عَرَفُونِي
“Aku adalah perbendaharaan yang tersembunyi, maka Aku ingin dikenal, Aku ciptakanlah makhluk, dan dengan-Kulah kalian bisa mengenali-Ku.”
Dengan demikian tidak diragukan lagi bahwa Nabi Saw lah pokok dari semua makhluk.
Redaksi, “الْكَنْــزِ اْلأَعْظَمِ” Al Kanz berarti kumpulnya ragam simpanan berharga. Pada setiap simpanan yang agung terdiri dari semua pemberian Allah Swt, ragam kucuran Rabbaniyyah yang sifatnya keduniawiyaan dan keakhiratan.
Redaksi, “إفَاضَتِكَ” maksudnya adalah sumber kelembutan Allah yang engkau pinta dari-Nya.
Redaksi, “مِنْكَ” maksudnya adalah ketika engkau ya Allah ber-tajalli dengan Dzat-Mu pada Jiwa-Mu, Engkaupun meminta pada jiwa-Mu, maka Engkaupun menerima permintaan tersebut dengan pertolongan-Mu, dimana sebenarnya kembali sendiri pada Dzat-Mu.
Redaksi, “إلَيْــكَ” maksudnya adalah maka dengan itulah Allah mengadakan wujud Nabi Saw, dan dari-Nya pun semua makhluk ada wujudnya.
Redaksi, “إحَاطَةِ النُّوْرِ” maksudnya adalah diatas batasan menunjukkan keadilan
Redaksi, “الْـمُطَلْسَمِ” maksudnya adalah yang tersembunyi dan itulah rahasia ketuhanan yang Allah Swt ingin sembunyikan selain dari orang-orang khusus. Nabi Saw lah yang sisi keilmuan dan sisi rasanya mampu mencakupi itu semua. Rahasia inilah yang terkumpul dalam Hakekat Al Muhammadiyyah dan inilah yang mampu menyampaikan kepada setiap makhluk apa yang dibagikan dari Nabi Saw.
Redaksi, “وَعَلٰى أٰلِهِ” maksudnya adalah semua umat Islam, hal ini senada dengan suatu hadits “وَإِيَّاكُمْ وَالصَّلَاةَ البتراء” “Berhati-hatilah kalian dengan sholawat yang terputus”, dikatakan, “Apakah sholawat yang terputus itu,? Beliau menjawab “أَنْ تُصَلُّوْا عَلَيَّ دُوْنَ آلِي” “Engkau bersholawat padaku tanpa menyebut keluargaku.”
Redaksi, “صَلَاةً” merupakan objek dari kata “Sholla,” dimana ya diakhir dibuang untuk menunjukkan kata dipenghujung.
Redaksi, “تُعَرِّفُنَا بِـهَا إيَّاهُ” merupakan kata yang mengikuti redaksi kata sholawat, maksudnya adalah dengan sholawat untuk Nabi Saw, dimana murid Tijany yang bersholawat memohon pada Allah Swt agar dengan perantara sholawat bisa ber-ma’rifat pada Rasulullah Saw.
Ya Allah kenalkanlah kami hakekat beliau Saw dan matikan kami dalam agama beliau serta kumpulkanlah kami kelak pada kelompok beliau. Âmîn.
