
Elsubha.com – Nafa`is dan Asrar : Ber-tawajuh Pada Allah Dengan Do’a yang Ikhlas
Kutipan dari tulisan Sayyidi Akansus Ra
Bagi orang yang benar-benar mencari Allah Swt dengan kejujuran jiwa, sehingga dia tulus beribadah pada Allah dan tidak dicampuri dengan sesuatu dari ragarn keinginan. Sebab, itu adalah syirik bagi Shiddiqin (orang-orang jujur jiwanya), dan Allah Swt tidak menerima kesyirikan tersebut.
Aku teringat akan pelajaran al Hikam pada perkataan, bahwa “Beragam amal perbuatan adalah gambaran yang berdiri tegak dimana ruhnya adalah adanya rahasia ikhlas dalam amalan tersebut.”
Maka ketahuilah, bahwa do’a, dzikiran dan ibadah tidaklah bisa merubah (kadar) ketetapan Allah Swt dan tidak juga merubah (qada) ketentuan Allah, akan tetapi sungguh itu merupakan sisi ubudiyah yang dibersamai dengan suatu sebab, seperti halnya shalat yang terkait dengan waktunya; bisa terbakar karena memegang api; kenyang karena makan atau perkara lainnya dari ragam perkara yang memiliki sebab.
Maka ijabah dari sebuah do’a itu seperti tingkatan pahala dalam shalat tersebut, yaitu diserahkan pada kehendak pilihan-Nya. Ketika Allah kehendak, maka dia pun akan meng-ijabah do’a tersebut dan memberikan pahala bagi orang yang shalat, namun andai Dia berkehendak, Dia pun bisa meninggalkan itu (tidak meng-ijabah do’a). Dzatnya tidaklah ditanya tentang apa yang Dia kerjakan.
Do’a dalam segala kondisi, apabila yang dia tuju adalah Allah Swt, maka itu pun akan bermanfaat dan Allah Swt tidak akan menyia-nyiakan hal tersebut, karena seringkali do’a tidaklah terlepas; baik itu diberikan apa yang dipinta atau berisikan sebuah luthuf dalam qadha atau kemudahan perkara bagi seseorang, sehingga orang tersebut pun tidak terlalu butuh terhadap ijabah itu dan mengkoyakkan kemudaratan diri, itulah yang dimaksud.
Seorang yang berdo’a hendaknya berdo’a pada Allah Swt seraya berkeyakinan sedang beribadah pada-Nya dan mengedepankan sisi ke-faqir-an, kelemahan dan kehina-dinaan dirinya, seraya menyerahkan perkara tersebut pada Allah Swt dan ber-husnu zhan pada Allah Swt, juga berharap bisa menggapai apa yang dipinta dari Allah Swt.
Orang yang menekankan perkara ini dalam do’anya, maka ia pun telah menang dan mendapatkan keinginannya. Semoga Allah jadikan kita bagian dari orang tipe ini dan kecintaan kita pun memberikan manfaat bagi kita dengan karunia dan kemurahan-Nya. Wassalam.
