You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

Nafa`is dan Asrar : Surah Al Fatihah Dengan Niat Isim A’zham; Tidak Dibaca Kecuali Pada Siang Hari

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – Nafa`is dan Asrar : Surah Al Fatihah Dengan Niat Isim A’zham; Tidak Dibaca Kecuali Pada Siang Hari

Dikutip dalam suratnya Sayyidi al Hajj ‘Abdul Wahab bin al Ahmar Ra kepada al Faqih Muhammad Akansus Ra

Bismillahirahmânirrahîm. Semoga Allah senantiasa menyampaikan shalawat atas penghulu kita Muhammad Saw dan juga keluarganya.

Aku pun berdoa memohon pada Allah yang Agung; Tuanku yang Mulia, seraya ber-tawassul dengan Nabi-Nya yang penyayang, agar mengaruniakan; memberikan keutamaan kepada al Faqih yang senantiasa mengambil keilmuan agama dan juga duniawi dengan keutamaan yang Engkau beri pada orang-orang yang Engkau cintai para wali-Mu. Semoga Dia pun menuliskanmu pada catatan orang-orang yang mendapatkan kebahagiaan abadi serta menerima amalanmu dengan keutamaan dan ridha-Nya di dunia hingga akhirat, juga senantiasa mengampunimu dalam segala sesuatu, sehingga Dia pun nanti tidak menanyakanmu akan sesuatu, sehingga engkau pun dapat mendengar dari kalbu perkataan,

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يٰعِبَا دِ لَا خَوْفٌ عَلَيْكُمُ الْيَوْمَ وَلَاۤ اَنْتُمْ تَحْزَنُوْنَ 
yaa ‘ibaadi laa khoufun ‘alaikumul-yauma wa laaa angtum tahzanuun

“”Wahai hamba-hamba-Ku! Tidak ada ketakutan bagimu pada hari itu, dan tidak pula kamu bersedih hati.”
(QS. Az-Zukhruf 43: Ayat 68)

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh selagi gugusan planet masih berputar di garis edarnya, wa ba’du.

Wahai tuanku, janganlah engkau menyalahkanku dan memberatkan timbanganku, sungguh aku adalah orang awam yang jahil kecuali apa yang Allah Swt berikan padaku saat menulis, dimana aku tidak menulis kecuali pada malam hari, karena pikiran tidak dapat berkumpul dan berkembang kecuali pada waktu malam. pomidahal

Engkau telah bertanya wahai tuanku tentang perkara Surah al Fatihah dengan niatan ini dan itu yang tidak dibaca kecuali pada siang hari. Hal itu lantaran agungnya kadar dan banyaknya pahala dari bacaan tersebut.

Ketahuilah wahai tuanku, bahwa Surah al Fatihah yang terlepas dari niatan ini dan itu yang dalam ilmumu disebutkan, bahwa satu kali bacaan Surah al Fatihah setara dengan ini dan itu, kemudian ketika bacaan Surah al Fatihah bersambung dengan bacaan basmalah, maka ia pun memiliki pahala ini dan itu, kemudian apabila surah al Fatihah dibacakan pada seseorang, maka yang bersangkutan pun mendapatkan ini dan itu.

Kemudian mengenai hadis tentang kata “sumpah” yang terdapat di dalam Surah al Fatihah dari riwayat pembesar sahabat nabi, dimana mereka semua mengatakan, “Demi Allah yang tiada Tuhan yang patut disembah melainkan Dia. Fulan telah menceritakan padaku ini dan itu, hingga sanadnya sampai kepada Malaikat Jibril dari Rabb al Izzah, Allah berkata, ‘Aku ampuni dia meskipun ia adalah orang kafir’. Perkara ini merupakan perkara khusus, lantas bagaimana apabila bacaan Surah al Fatihah dibaca dengan niatan ini dan itu, dimana engkau tahu, bahwa satu saja dari seluruh dzikiran senilai 500 kali lipat dibanding yang dibaca pada siang hari. Sehingga semakin banyak dzikiran yang dibaca, maka pahalanya pun semakin dilipatgandakan.

Suatu hari kami pernah bersama Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad at-Tijany Ra, dimana ada sebagian ikhwan meminta ijazah Surah al Fatihah dengan niatan ini dan itu, sampai beliau mengatakan, ‘Bacalah sebanyak 70 sampai 90 kali’, sahabat lain berkata, ‘Bagaimana jika 100 kali bacaan Surah al Fatihah?”, Beliau berkata, ‘Jangan’, sahabat tadi kembali menimpali, ‘Mengapa demikian wahai tuanku?, Beliau Ra menjawab, ‘Karena perkaranya besar dan pahalanya besar dan tidak dibaca kecuali pada waktu siang. Orang yang membacanya 100 kali, maka Allah pun akan beri kecintaan padanya dengan kecintaan khusus’. Lalu sahabat beliau berkata lagi, ‘Apabila Allah telah mencintaiku dengan kecintaan yang khusus dan bukan karena amalanku’, Beliau Ra menjawab, ‘Wahai miskin, orang yang Allah telah cintai dengan kecintaan khusus, maka Allah akan uji dia’.”

Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad at-Tijany Ra pada akhir hidup beliau tidak lagi memberikan izin terhadap surah tersebut, karena sudah banyak orang yang mendengar keutamaannya dan perkaranya pun mudah sehingga ditakutkan mereka tertimpa ujian dan juga kefakiran. Kami pun memohon keselamatan dari Allah.

Sumber : BUKU NAFA `IS SUKAIRIJIYYAH (AN-NAFA `IS AS-SUKAIRIJIYYAH) SYAIKH AHMAD BIN AL ‘IYASY SUKAIRIJ AT-TIJANY