You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

Nafa`is dan Asrar : Cara Menambal Shalat yang Tertinggal

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – Nafa`is dan Asrar : Cara Menambal Shalat yang Tertinggal

  1. Diantaranya adalah dengan membaca:

    Barangsiapa yang shalat pada hari Jum’at sebelum Ashar 4 rakaat, setiap raka’at membaca surah al Fatihah 1 kali, ayat Kursi 1 kali, surah al Kautsar 15 kali. Apabila telah salam dari shalatnya, dia membaca istighfar 10 kali, shalawat pada Nabi Saw 15 kali, maka itulah perkara yang dapat menambal shalat yang tertinggal meskipun selama 100 tahun.

    Diriwayatkan dari Sayyidina Ali Ra, bahkan meskipun selama 500 tahun. Orang yang telah melakukan shalat tersebut, maka dia tidak lagi wajib mengqadha shalat yang tertinggal. Apabila shalat yang tertinggal adalah shalat ayahnya atau shalat ibunya, maka apa yang dia lakukan tersebut sebagai kafarat bagi shalat mereka.
  2. Diantaranya adalah dengan mengamalkan seperti yang tertera dalam riwayat Jawahir al Gauts disebutkan: Engkau shalat 4 rakaat dengan satu salam, pada setiap rakaat membaca surah al Fatihah 1 kali, ayat Kursi 7 kali, surah al Kautsar 15 kali, diawali dengan berniat yaitu: Aku telah berniat shalat untuk Allah 4 rakaat sebagai kafarat meng-gadha shalat sunahku yang tertinggal selama hidup dengan menghadap kiblat lalu dia takbir.

    Setelah salam, lalu bershalawat pada Nabi Saw sebanyak 100 kali, kemudian berdo’a dengan do’a berikut:

    بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

    اللَّهُمَّ يَا سَابِقَ الْفَوْتِ، وَيَا سَامِعَ الصَّوْتِ، وَيَا مُحْيِ الْعِظَامَ بَعْدَ الْمَوْتِ، صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، وَاجْعَلْ لِي فَرَجًا وَمَخْرَجًا مِمَّا أَنَا فِيْهِ، فَإِنَّكَ تَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ، وَتَقْدِرُ وَلَا أَقْدِرُ وَأَنْتَ عَلَّامَ الْغُيُوبِ. يَا وَهَّابَ الْعَطَايَا وَيَا غَفَّارَ الْخَطَايَا، يَا سُبُّوْحْ يَا قُدُّوسٌ رَبُّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوْحِ، رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَتَجَاوَزْ عَمَّا تَعْلَمُ وَأَنْتَ الْعَلِيُّ الْأَعْظَمُ. يَا سَتَارَ الْعُيُوْبِ يَا غَفَّارَ الذُّنُوْبِ، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ.

    وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَالِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

    “Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Wahai Dzat mendahului yang terluput, wahai Dzat yang mendengarkan suara, wahai Dzat yang menghidupkan tulang setelah kematian, semoga engkau berkenan bershalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad; berikan padaku jalan keluar dari permasalahan yang aku hadapi ini, karena sungguh Engkau Dzat yang Maha Mengetahui dan aku tidak mengetahui, Engkau Dzat yang mampu dan aku tidak mampu; Engkau pulalah Dzat yang mengetahui beragam perkara ghaib.

    Wahai Dzat yang Maha Pemberi ampunan segala dosa, wahai Dzat yang bersih dan suci; Rabb-Nya malaikat dan roh. Wahai Rabb ampuni, kasihi dan maafkan apa yang Engkau tahu, karena sungguh Engkaulah yang Luhur dan paling Agung. Wahai Dzat yang menutup aib, wahai Dzat yang mengampuni beragam dosa, wahai Dzat yang Maha Perkasa dan Dermawan.

    Semoga Allah Swt (berkenan) bershalawat (memberikan rahmat) atas penghulu dan tuan kami Muhammad dan juga keluarga beliau serta semua sahabat beliau, dengan rahmat-Mu wahai Dzat yang Maha Mengasihi lagi Menyayangi.”
  3. Diantaranya adalah dengan membaca:

    اللَّهُمَّ إِنِّي أُقَدِّمُ إِلَيْكَ بَيْنَ يَدَيَّ كُلُّ نَفْسٍ وَلَمْحَةٍ وَطَرْفَةٍ يَطْرُفُ بِمَا أَهْلُ السَّمَوَاتِ وَأَهْلُ الْأَرْضِ، وَكُلَّ شَيْءٍ هُوَ فِي عِلْمِكَ كَائِنْ أَوْ قَد كَانَ، أُقَدِّمُ إِلَيْكَ بَيْنَ يَدَيَّ ذَلِكَ كُلِّهِ

    “Ya Allah, sungguh aku persembahkan pada-Mu di tanganku ini berupa setiap jiwa, kedipan mata dan kedipan mata penduduk lagit dan penduduk bumi dan segala sesuatu yang ada dalam ilmu-Mu, yang akan terjadi maupun yang sudah terjadi, kupersembahkan pada-Mu ditanganku ini seluruh perkara itu….

    اللّٰهُ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ الْحَـيُّ الْقَيُّوْمُ ۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌ ۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَ رْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗۤ اِلَّا بِاِ ذْنِهٖ ۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖۤ اِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضَ ۚ وَلَا يَــئُوْدُهٗ حِفْظُهُمَا ۚ وَ هُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ
    allohu laaa ilaaha illaa huw, al-hayyul-qoyyuum, laa ta-khuzuhuu sinatuw wa laa na-uum, lahuu maa fis-samaawaati wa maa fil-ardh, mang zallazii yasyfa’u ‘ingdahuuu illaa bi-iznih, ya’lamu maa baina aidiihim wa maa kholfahum, wa laa yuhiithuuna bisyai-im min ‘ilmihiii illaa bimaa syaaa, wasi’a kursiyyuhus-samaawaati wal-ardh, wa laa ya-uuduhuu hifzhuhumaa, wa huwal-‘aliyyul-‘azhiim

    “Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Maha Hidup, yang terus-menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Maha Tinggi, Maha Besar.”
    (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 255)
  4. Diantaranya adalah dengan membaca:

    تَبَارَكْتَ إِلَهِي مِنَ الدَّهْرِ إِلَى الدَّهْرِ، وَتَعَالَيْتَ إِلهِي مِنَ الدَّهْرِ إِلَى الدَّهْرِ، وَتَقَدَّسْتَ إِلَهِي مِنَ الدَّهْرِ إِلَى الدَّهْرِ، وَأَنْتَ رَبِّي وَرَبُّ كُلَّ شَيْءٍ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ، وَالْفَتَّاحُ بِالْخَيْرَاتِ، اِغْفِرْ لِي وَلِعِبَادِكَ الَّذِينَ أَمَنُوْا بِمَا أَنْزَلْتَ عَلَى رُسُلِكَ

    “Segala puji Tuhanku dari masa ke masa, luhurnya Dzatmu Tuhanku dari masa kemasa, Sucinya Dzatmu Tuhanku dari masa kemasa. Engkau adalah Rabbku dan Rabbnya segala sesuatu. Tiada ilah yang patut disembah melainkan Engkau wahai Dzat yang paling Pemurah dan pembuka ragam kebaikan, ampunilah aku dan juga para hamba-Mu yang beriman dengan apa yang Engkau turunkan pada para utusan-Mu.”

    Jibril As berkata: Aku bertanya kepada Israfil tentang pahala ragam kalimat tersebut, iapun berkata padaku, “Orang yang membacanya satu tahun satu kali, niscaya ia tidak akan sengsara selamanya. Tidaklah seorang hamba membacanya kemudian berdo’a memohon pada Allah akan hajatnya, kecuali Allah kabulkan untuknya, dan tidaklah seorang hamba membacanya setelah shalat sebanyak satu kali, kecuali Allah terima shalat dan seluruh amalannya.”
  5. Diantaranya adalah dengan membaca:

    سُبْحَانَ مَنْ تَأَزَّرَ بِالْعَظَمَةِ، سُبْحَانَ مَنْ تَرَدَّى بِالْكِبْرِيَاءِ، سُبْحَانَ مَنْ تَفَرَّدَ بِالْوَحْدَانِيَّةِ، سُبْحَانَ مَنِ احْتَجَبَ بِالنُّوْرِ، سُبْحَانَ مَنْ قَهَرَ الْعِبَادَ بِالْمَوْتِ، وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الْكَرِيمِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيمًا كَثِيْرًا إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ

    “Mahasuci yang memperkaya Dzatnya dengan keagungan, Mahasuci yang berselendangkan kesombongan, Mahasuci Dzat yang menyendiri dengan kemanunggalan, Mahasuci yang menghijabi Dzatnya dengan cahaya. Mahasuci yang memaksa hamba-hamba dengan kematian. Semoga Allah berkenan menghaturkan shalawat dan salam yang banyak kepada penghulu kami; Muhammad, sang nabi yang mulia, juga kepada keluarga dan sahabat beliau hingga hari Kiamat.”

    Barangsiapa yang membacanya satu kali seusai shalat, niscaya Allah mendatangkan padanya malaikat yang meng-qadha shalatnya yang tertinggal.
  6. Diantaranya adalah dengan membaca:

    اللَّهُمَّ يَا رَبَّ مُحَمَّدٌ وَآلِ مُحَمَّدٌ، صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٌ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٌ، وَأَعْطِ مُحَمَّدًا الدَّرَجَةَ الرَّفِيعَةِ فِي الْجَنَّةِ، اللَّهُمَّ يَا رَبَّ مُحَمَّدٌ وَالِ مُحَمَّدٌ، أَجْرٍ مُحَمَّدًا مَا هُوَ أَهْلُهُ

    “Ya Allah, wahai Rabb-nya Muhammad dan keluarganya Muhammad, semoga Engkau berkenan bershalawat (melimpahkan rahmat) atas Muhammad dan keluarga Muhammad, berikan Muhammad derajat yang tinggi di surga. Ya Allah wahai Rabbnya Muhammad dan keluarga Muhammad balaslah Muhammad dengan apa yang pantas beliau dapatkan.”

    Dalam sebuah riwayat disebutkan,

    اللَّهُمَّ يَا رَبَّ مُحَمَّدٌ وَآلِ مُحَمَّدٌ، صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٌ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٌ، أَجْرٍ مُحَمَّدًا مَا هُوَ أَهْلُهُ

    “Ya Allah wahai Rabb-nya Muhammad dan keluarganya Muhammad, semoga Engkau bekenan bershalawat (memberikan rahmat) atas Muhammad dan keluarga Muhammad, berikanlah apa yang pantas bagi baginya.

Sumber : BUKU NAFA `IS SUKAIRIJIYYAH (AN-NAFA `IS AS-SUKAIRIJIYYAH) SYAIKH AHMAD BIN AL ‘IYASY SUKAIRIJ AT-TIJANY