
Elsubha.com – Nafa`is dan Asrar : Fitnah Beberapa Kabilah Yang Menyerang Kota Fess
Syaikh kami menyebutkan lafazh hadits,
أَهَمَّ أُمُورِكُمْ عِنْدِي الصَّلَاةُ
“Paling pentingnya perkara kalian bagiku adalah shalat, maka kami pun mendirikan shalat.”
Kemudian kami pun menetap dengan hati yang bergetar, takut nanti ada yang ingin membuat kerusakan dan menimbulkan fitnah, sehingga mereka pun sibuk menjarah dan mencuri, kami pun menetap sampai hari Kamis pagi. Sampai pula berita, bahwa tentara yang menyebabkan fitnah ingin keluar dari bab Azizah. Mereka pun merusak pintu tersebut, dimana hati kami pun bergolak ketakutan lantaran masuknya mereka untuk merampas harta kami.
Kami pun memohon ‘afiyah dari Allah dan aku pun mengucapkan sya’ir berikut:
إِنِّي اسْتَنَدْتُ عَلَى مَنْ لَا يُضَيِّعُنِي # وَلَيْسَ يَتْرُكُنِي لِمَنْ يُحَارِبُنِي
بَلْ يَدْفَعُ السُّوْءَ عَنِّى وَهُوَ مُنْتَصِرِي # وكَلُمَّا عَظُمَ الْمُصَابُ يَنْصُرُنِي
فَإِنَّهُ اللَّهُ رَبِّي لَا شَرِيكَ لَهُ # بِهِ إِنْتَصَرْتُ عَلَى مَنْ لَيْسَ يَرْحَمُنِي
أَمُدُّ كَفِي إِلَيْهِ سَائِلًا مَدَدًا # بِهِ يُدَافِعُ عَنِّى مَا يُؤْلِمُنِي
فَقَدْ تَعَوَّدْتُ عِنْدَ النَّصْرِ مِنْهُ عَلَى # كُلِّ الْعِدَا وَعَلَى مَنْ رَامَ يَغْدِرُنِي
وَلَمْ أُنَادِهِ عِنْدَ كُلِّ حَادِثَةٍ # إِلَّا بِهِ وَهُوَ رَبِّي اللَّهُ يَحْفَظُنِي
مَا ضَاقَ صَدْرِي مِنْ أَمْرٍ أَحَاوِلُهُ # إِلَّا تَيَسَّرَ مَا قَدْ كَانَ يَتَّبِعَنِي
أَدْعُوْهُ سُبْحَانَهُ لِمَا أُؤَمِّلُهُ # مِنْ فَضْلِهِ دَائِمًا فَلَا يُخِيبُنِي
حَاشَاهُ حَاشَاهُ أَنْ أَدْعُوْهُ مُعْتَرِفًا # بأنهُ اللهُ ثُمَّ لَا يُؤْيُدَنِي
مَالِي سِوَاهُ أَلُوْذُ فِي الْأُمُوْرِ بِهِ # وَهَلْ سِوَاهُ أُنَادِيْهِ فَيُكَلِّفُنِي
فَاضْرَعْ إِلَيْهِ كَمَا ضَرَعْتَ مُبْتَهِلًا # وَقُلْ إِلَّا هِي اِحْمِنِي مِمَّنْ يُقَاوِمُنِي
يَا رَبِّ يَارَبِّي يَا رَبِّي لِفَضْلِكَ قَدْ # سَأَلْتُ بِاللَّهِ لُطْفًا مِنْكَ يَشْمَلُنِي
بِجَاهِ خَيْرِ الْوَرَى أَجَلٌ مُعْتَمَدِ # لِلْخَلْقِ كُنْ لِي مُحِيْرًا لَيْسَ يُهْمِلُنِي
مَوْلَايَ صَلِّ عَلَيْهِ دَائِمًا وَعَلَى # آلٍ وَصَحْبِ وَكُنْ بِالْحِفْظِ تَلْحَظُنِي
“Sungguh aku bersandar kepada sosok yang tidak menyia-nyiakanku # dan tidak meninggalkanku untuk orang yang memerangiku
Bahkan Dia pun menolak keburukan tersebut dariku dialah penolongku # sebesar apapun musibah yang ada Dia senantiasa menolongku
Sungguh dialah Allah Tuhanku tiada sekutu baginya dengan-Nyala aku pun ditolong dari orang yang tidak menyayangiku
Aku ulurkan tanganku kepada-Nya seraya meminta pertolongan # sehingga dengan hal itu dia pun menolak mengusir apa yang menyakitiku
Aku telah terbiasa dengan hal itu untuk kemenangan # dari segala musuh dan dari orang yang ingin menghianatiku
Tidaklah aku menyeru pada-Nya di setiap kejadian # kecuali aku pun mendapatkan pertolongan dari-Nya
Tidak ada lagi siasat tidak pula daya tidak pula kepercayaan #kecuali hanya padanya Dialah Tuhanku,
Allah lah yang senantiasa menjagaku
Tidaklah hatiku sesak dengan sebuah perkara yang aku coba untuk atasi #kecuali Dialah yang telah memudahkan
beragam perkara yang membuatku lelah
Aku pun berdo’a pada-Nya ketika senantiasa mendapatkan keutamaan-Nya, maka janganlah Engkau sia-siakan do’aku ini
Tidak mungkin, tidak mungkin aku memohon pada-Nya kecuali mengakui bahwa Dialah Allah, kemudian Dia tidak membantuku
Tidak ada lagi selain-Nya tempatku berlindung dalam segala perkara dan adakah selain-Nya yang aku mohon pada-Nya dan Dia mencukupiku?
Maka merendah dirilah pada-Nya sebagaimana aku pun merendahkan diri pada-Nya # seraya menyeru dan katakan, ‘Wahai Tuhanku, rahmatilah aku dari orang-orang yang menyerangku’.
Wahai Rabb, Wahai Tuhanku, Wahai Tuhanku, lantaran keutamaan-Mu aku telah berdo’a meminta pada-Mu luthuf dari-Mu yang menyelimutiku
Dengan kemuliaan paling baiknya yang makhluk, (wahai) paling agungnya tempat bersandar manusia (Allah), # jadilah engkau Dzat yang mengangkisku dan tidak meremehkanku
Wahai Tuanku, semoga (Engkau berkenan) bershalawat padanya dan pada keluarga sahabat dan jadilah Engkau senantiasa melindungiku.”
