
Elsubha.com – Penutup dalam Kitab Yaqutat al Muhtaj fi ash-Shalati ‘ala Shahib al Mi’raj
Penulis menutupnya dengan tawassul. “Ya Allah, sungguh aku memohon padanya dan ber-tawassul pada-Mu dengan kecintaan-Mu, pilihan dan yang terbaik dari makhluk-Mu; sang Nabi; penghuku kami Muhammad Saw; sang nabi rahmat; wahai penghulu kami Muhammad, sungguh kami ber-tawajjuh denganmu pada Rabb kami dalam menghilangkan butanya penglihatanku, bercahanya sanubariku dan dalam membersihkan diriku dan untuk segala maksud dan hajatku.”
Beliaupun menambahkan sholawat lain yang kiranya kami tidak perlu sebutkan, sebab apa yang telah kami tuliskan itu sudah cukup. Kini kami akan sebutkan faedah dari penulis yang sedikit sekali bisa ditemukan pada ahli asrar. Diantaranya adalah perkatan Sayyidi Ahmad at-Tijany Ra tentang kadar banyaknya sholawat pada Nabi Saw; yaitu hendaknya dari seorang yang bersholawat itu muncul, bahwa perbuatan itu sebagai bentuk menjalankan perintah Allah, bentuk pengagungan bagi Nabi Saw dan bentuk Kecintaan pada baliau. Dalam kondisi tersebut, ia harus mampu menghadirkan sebagian sifat Nabi yang mulia, sehingga guratan gambaran beliau terlintas dipikirannya, seolah-olah Nabi Saw sedang bersamanya, kemudian ia melantunkan sholawat dengan hadirnya kalbu, khusyu’ dan penuh dengan adab.
Ketika kondisi yang muncul dari dirinya adalah seperti gambaran yang paling sempurna ini, maka ia dikatakan sudah banyak bersholawat kepada Nabi Saw, meski hanya melantunkannya sekali saja.
Beliau juga pernah berkata, “Sungguh setiap orang yang bersholawat kepada Nabi Saw sebanyak 1 kali dalam setiap waktu sholat yang lima, ditambah 10 kali pada pertengahan malam, yang terhubung antara yang satu dengan yang lainya (dalam pelaksanaannya), maka ia berhak wajib mendapatkan rasa aman dari adzab Allah Swt. lapun akan mendapatkan kebaikan yang besar dari setiap untaian yang ia baca, meski ia hanya mengucapkan, “Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad wa Alih.”, tentunya dengan menghadirkan ragam persyaratan diterima sholawat tersebut
Syarat diterimanya sholawat itu adalah hendanya ia bersholawat ditempat yang suci dan tidak tidak memotong untaian sholawat tersebut dengan obrolan manusia, yang terpenting adalah harus dengan hadimya kalbu.
Dalam Syarah Yaqutat al Faridah disebutkan, “Sungguh orang yang berdzikir dan orang yang sedang bersholawat, apabila kala ia berdzikir atau bersholawat kondisinya dalam keadaan buruk (pelaku kemaksiatan dan semacamnya), dimana kondisi itu ada dalam beberapa waku, lalu Allah keruniakan ia bertobat dari keteledorannya dalam syarat dzikir, maka hendaknya ia mensucikan diri dan kemudian bersholawat satu kali seraya menghadirkan ragam persyaratan yang dipinta sebagaimana yang telah kami paparkan sebelumnya-, maka sholawatnya ini mampu menambal semua sholawat yang pernah dibaca dari wiridannya; yaitu yang sebelumnya amalan tersebut belum diterima oleh Allah Swt, akan kembali padanya berupa ragam kebaikan dan kebaikan itupun akan terangkat sebagaimana amalan yang diterima oleh Allah diangkat.
Ini merupakan keutamaan yang agung bagi orang yang Allah karuniakan taufik tanpa ia harus capek, keinginannya akan tercapai dengan sebab sholawat pada Nabi Saw dan kecintaan pada beliau Saw.
Pensyarah buku ini lalu mengatakan: Jika dalam kitab ini tak ada faedah kecuali faedah ini, maka kitab inupun sudah menjadi karya terbaik. Jika orang mau melihat buku ragam “mutiara” yang ada dalam buku ini, niscaya ia pun akan membeli banyak buku ini dan sang penjual akan mengatakan, ‘Engkau telah mendapat harta karun nan indah’.
Diantara perkataan beliau lainnya, “Sungguh ketika seseorang sedang melakukan sholat dan kondisi kalbunya terpecah belah menjadi 99, dan hanya tersisa 1 bagian saja, maka iapun akan mendapatkan semua bagian kalbu yang terpecah belah tadi, hingga semuanya menjadi amalan yang diterima lantaran hadirnya 1 bagian kalbu. Namun jika 1 bagian kalbu ini pun tidak bisa hadir. Maka jika ia selesai sholat dan merasa kalbunya tidak hadir dalam untaian sholatnya, maka ulangi lagi sholat tersebut pada posisi ketidakhadiran kalbunya, kemudian bersholawat pada Nabi Saw… Lihatlah faedah yang agung ini.-
Selesai
