You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

Permasalahan Yang Biasa Terjadi Dalam Wiridan Thariqah At-Tijaniyyah : Membaca Wiridan Saat Bepergian

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – Permasalahan Yang Biasa Terjadi Dalam Wiridan Thariqah At-Tijaniyyah : Membaca Wiridan Saat Bepergian

Membaca Wiridan Saat Bepergian

Perlu diketahui bahwa seorang yang bepergian jauh maupun dekat, dia masih harus membaca wiridan dan wazhifah serta wiridan ikhtiyariyah selagi itu tidak menyusahkannya. Jika ia kesulitan membaca wiridan tersebut dalam kondisi duduk, maka dia bisa membacanya dalam kondisi berjalan dengan syarat dia harus berjalan pada tempat yang suci, dimana dalam kondisi ini wajibnya dia menghadap kiblat ketika membaca wiridan gugur baginya jika memang sedang tidak menghadap kiblat. Jika dia menunggangi hewan atau kendaraan atau juga mobil, hendaknya dia mengganti bacaan shalawat jauharatul kamal dengan 20 kali bacaan shalawat fatih, sebab shalawat jauharatul kamal tidak boleh dibaca dalam kondisi sedang diatas tunggangan, atau kendaraan atau juga didalam mobil.

Sedangkan terkait dengan bacaan Al Fatihah dengan niatan isim a’zham, maka itu tidak boleh dibaca ketika menaiki kendaraan dan dia wajib menundanya sampai turun dari kendaraannya tersebut.

Dimakruhkan menyia-nyiakan wiridannya dengan perkara-perkara duniawi; baik yang berupa pikiran, perkataan, kalimat, pandangan seseorang atau pekerjaan dunianya, hal ini sama dengan perkara shalat atau puasa yang dia tekankan bagi dirinya atau tugas yang diperintah gurunya sehingga dia perlu melakukan perjalanan.

Didalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh Aisyah disebutkan,

كَانَ عَمَلُهُ دِيمَةٌ

“Pekerjaannya itu adalah keistiqomahannya.” Maksudnya adalah dia senantiasa menyebut Rasulullah Saw.

Rasulullah Saw bersabda,

أَنَّ أَحَبَّ الأَعْمَالِ أَدْوَمُهَا إِلَى اللَّهِ وَإِنْ قَلّ

“Sungguh ragam amaliah yang paling dicintai Allah adalah perkara yang konsisten dilakukan meskipun sedikit.”

Dalam riwayat lain disebutkan,

أَحَبُّ الْعَمَلِ إِلَى اللَّهِ مَا دَامَ عَلَيْهِ صَاحِبُهُ

“Perkerjaan yang paling dicintai Allah adalah apa yang dikonsistenkan pengamalnya.”

Hal ini pun tidak berarti bahwa engkau bisa melakukannya saat dalam perjalanan seperti yang engkau lakukan di rumah. Sebab hal ini bisa saja menimbulkan kesulitan dalam perjalanan dan ini merupakan pembebanan diatas kemampuan manusia.

Dalam hadits disebutkan pula,

خُذُوا مِنَ الْعَمَلِ مَا تُطِيْقُوْنَ، فَإِنَّ اللَّهَ لَا يَمَلُّ حَتَّى تَمَلُّوْا

“Wahai manusia, ambillah pekerjaan/amalan yang kau mampu melakukannya. sungguh Allah tidak pernah bosan sampai kalian bosan.”

Akan tetapi yang menjadi catatan disini adalah engkau tetap melakukan amalan tersebut sesuai dengan kemampuan diri. Para Ahlullah, mereka sering kali melakukan perjalanan untuk menemui para guru, para murid dengan niatan untuk menziarahi, ber-tabarruk, belajar, ber-istifadah. Hal ini seperti yang pernah diutarakan oleh Ibnu Al Banna; As-Sara Saqathi:

وَكَرِهُوا تَضْبِيعُهُ أَوْرَادُهُ # كَيْفَ وَقَدْ جَاء إِلَى الزِّيَادَةِ؟

وَمَنْ يُسَافِرُ فِي هَوَى النُّفُوسِ # فَإِنَّمَا يُؤْمَرُ بِالْجُلُوسِ

“Bagaimana dia bisa menyia-nyiakan ragam wiridannya, # sementara dia enggan untuk itu, lantas bagaimana pula bisa dia menambahkan wiridannya?

Orang yang melakukan perjalanan dengan ragam dorongan hawa nafsunya # maka sungguh ia diperintah untuk duduk (tidak bepergian)

Bagi para sufi, dalam perjalananpun mereka memiliki adab tersendiri, namun kami tidak membahasnya lantaran fokus pada apa yang ditanya oleh sang penanya. Bagi yang ingin mendalaminya silahkan buka kembali buku-buku daras tasawuf seperti Ihya Ulumuddin, ‘Awâriful Ma’arif, Qûthul Qulüb dan ragam buku-buku penjelasnya.

Sedangkan mengenai hitungan bacaan Al Fatihah dengan khasiat khusus, maka dia harus mencukupkan dirinya pada jumlah bilangan yang paling sedikit atau bilangan pertengahan. Sebab hal inilah yang mampu dia lakukan dengan kondisi berjalan dan memiliki wudhu, hal ini berbeda perkaranya dengan bacaan Al Fatihah dengan niatan isim a’zham dan shalawat fatih dengan niatan isim a’zham.

Catatan Penting:

Apabila seorang ikhwan membaca wazhifah dalam kondisi sedang berjalan, maka disunahkan pada hitungan ketujuh dari bacaan shalawat jauharatul kamal dia duduk sampai selesai membaca wazhifah tersebut, kecuali memang jika kondisinya darurat atau takut tertinggal rombongannya, maka dia boleh menyempurnakan bacaan shalawat jauharatul kamal kedelapan dan seterusnya dalam keadaan berjalan. Namun disaat tidak ada halangan seperti yang kami sebutkan, maka makruh melakukannya dalam kondisi berjalan namun wazhifah-nya tetap sah.

Imam An-nazhifi berkata:

بِسَابِعَةٍ نَدَبَ الْجُلُوسُ لِخَتْمِهَا # سِوَى لِضَرُورَةٍ كَفَوْتٍ لِرَفَقَةٍ

“Pada urutan ketujuh disunahkan duduk untuk menyelesaikannya # selain lantaran keadaan darurat seperti tertinggal rombongan.”

Meskipun sang ikhwan tadi mengendari mobil atau pesawat atau kapal laut atau hewan tunggangan, maka dia tetap boleh membaca semua wiridan bahkan sampai bacaan wazhifah dengan harus mengganti bacaan jauharatul kamal tersebut, terkecuali apabila dia belum menunaikan shalat Ashar, sebab dia disyaratkan membaca wiridan tersebut setelah shalat Ashar, sementara shalat di atas pesawat tidaklah diperbolehkan lantaran tinggi diatas ka’bah, maka ketika kondisi ini dia boleh mengakhirkan bacaan wiridannya itu sampai dia turun dari pesawat. Lain halnya dengan yang menunggangi hewan tunggangan, dia boleh membaca wazhifah dan ketika sampai pada bacaan shalawat jauharatul kamal dia turun dari tunggangannya dan membacanya hingga hitungan ketujuh, setelah itu dia boleh melanjutkan bacaan tersebut diatas tunggangannya sampai selesai bacaan wazhifah, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya.

Sumber : BUKU NAHJUL HAMID RAGAM KEWAJIBAN BAGI MUQADDAM DAN MURID (NAHJUL HAMID FIMA YAJIBU ‘ALAL MUQADDAMI WAL MURIID) SYAIKH IBRAHIM AL HUSAINI AT-TIJANY