You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

Sanad Thariqah At-Tijaniyyah Yang Memiliki Ragam Asrâr dan Fuyudhât ar-Rahmâniyyah

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – Sanad Thariqah At-Tijaniyyah Yang Memiliki Ragam Asrâr dan Fuyudhât ar-Rahmâniyyah

Tidak samar lagi bahwa thariqah at-Tijaniyyah merupakan thariqah yang paling utama, kelompok orang yang berpegang teguh dengannya, adalah kelompok yang paling baik untuk dijadikan contoh, dimana thariqah ini merupakan thariqah al Ahmadiyyah, al Muhammadiyyah al Ibrahimiyyah. Thariqah ini nampak dengan ragam adab syari’at, sisi bathinnya merupakan hasil daripada aplikasi hakekat. Tidaklah engkau dapati sesuatu dari amalan thariqah ini kecuali itu adalah perintah Allah secara sharih dalam Al Qur’an. Engkaupun tidak akan dapati dari thariqah ini kecuali ragam perkara yang diridhai Allah, baik itu ucapan maupun perbuatan; baik itu dinyatakan secara sharih (jelas) atau berupa sindiran, dimana wiridan Tijany itu adalah istighfar, shalawat kepada Nabi Saw dan ucapan La ilaha illallah dan ayat-ayat Al Qur’an yang dibaca pada pagi dan sore hari, bahkan terlebih daripada itu amalan tersebut diambil dari Nabi Saw secara yaqzhah dan tidak dalam kondisi tertidur.

Rasulullah Saw yang membangun asas thariqah ini dan menertibkan ragam bacaannya untuk imam kita; sayyidi Ahmad at-Tijany Ra sebagai sebuah karamah bagi umat yang Allah rahmati ini. Sejak Allah wujudkan iman ini di dunia dan bekali ragam karunia dari sisi lautan kedermawanan-Nya, sisi manfaat beliau untuk para hamba Allah pun disaksikan oleh banyak orang.

Banyak orang di bumi ini, baik yang berada pada suatu negara atau di desa-desa, baik yang lama maupun baru, mereka merasa menerima manfaat pada sisi zhahir dan bathin, bahkan seorang hamba yang lalai dan pada puncak keterjauhan diri dari Allah, iapun merasakan manfaat tersebut; termasuk juga orang yang memerangi Allah dan juga memerangi orang yang Allah pilih, ketika bertemu dengan imam ini atau salah satu dari murid beliau, niscaya Allah akan tiupkan rasa cinta pada imam ini dan ber-talaqqi dari beliau yang membuat kondisi jiwanya berubah menjadi kondisinya hamba Allah yang mulia; gemar bersuci, konsisten mendirikan shalat, gemar berpuasa, mencintai ahlullah dan mencintai manusia yang paling agung; Nabi Muhammad Saw. Tidaklah waktu terus berjalan kecuali semakin memperjelas bahwa beliau termasuk orang yang Allah tunjuk dan pilih. Inilah perkara yang disaksikan oleh setiap orang yang mengenal thariqah at-Tijaniyyah ini, meski dari kalangan orang yang memusuhi thariqah ini..

Demikianlah thariqah ini, penggiring kebahagiaan senantiasa menggiring sekelompok orang pada hadhrah Thariqah al Ahmadiyyah at-Tijaniyyah dengan keutaman dari Allah Swt, Dzat yang mengatur ragam perkara yang ghaib maupun yang nampak dan juga masuk ke dalam silsilah al Muhammadiyyah ar-Rabbaniyyah.

Aku mendapat talqin wiridan yang agung lagi memiliki keutamaan yang banyak dari syaikh dan orang tuaku; al Hajj Abdullah bin as-Sayyid Muhammad, semoga Allah senantiasa men-tarqiyah beliau hingga maqam al Ahmad.-

حَلَفَ الزَّمَانُ لَيَأْتِيَنَّ بِمِثْلِهِ # كَذَّبْتَ يَمِيْنَكَ يَا زَمَانُ فَكَفِّرْ

“Zaman bersumpah akan mendatangkan yang semisal beliau # Engkau telah berdusta wahai zaman, maka tunaikan kafarah yaminmu”

Dengan wiridan al Ahmadi inilah beliau men-tarbiyah dan mengajariku. Dari beliau aku banyak ber-talaqqi ragam faedah, asrar dan kebiasaan baik. Beliau adalah muqaddam thariqah yang memiliki izin mutlak dari ahlinya, seluruh syaikh beliau memberikan ijazah secara mutlak, bahkan hingga terkumpul 11 ijazah; diantaranya adalah ijazah taqdim muqayyad maupun ijazah taqdim mutlak.

Ragam silsilah beliau dalam thariqah ini sudah terkenal masyhur, bahkan sebagian ikhwan yang menggubah sya’ir tentangnya sebagai bentuk hadiah bagi semua orang. Kini beliau telah meninggal dunia. -Semoga Allah memberikan balasan pahala kebaikan bagi beliau atas jasanya padaku dan juga kaum muslimin.-pedi

Telah disepakati oleh ulama thariqah ini bahwa beliau pernah didatangi oleh salah satu masyayikh thariqah ini dan beliau memberikan ragam asrar padanya. Beliau adalah sayyidi Muhammad Mahmud asy-Syinhithi at-Tisyti bin al ‘Allamah Muhammad ash-Shaghir bin Syaikh Ahmad ash-Shaghir, beliau men-taqdim ayahku dan memberikan semua yang ia miliki sekaligus memberi isyarat padaku dengan izin mutlak dan secara lantang mengatakan, bahwa aku sudah pantas mendapatkan itu.

Terkait dengan perkara ini, maka sebagian ahli kasyaf yang shahih mengatakan: Ia tidak perlu lagi di-taqdim oleh makhluk, sejatinya ia telah di-taqdim oleh Allah al Bâri. Ini terjadi ketika aku masih kecil.

Ketika ayahku meninggal dunia, syarif ini datang dan men-taqdim-ku seperti yang diwasiatkan oleh ayahku dengan taqdim secara mutlak, para masyayikh pun memberikan izin taqdim mutlak kepada ayahku, maka beliaupun memberikanku izin mutlak. Alhamdulillah di awal dan akhirnya.

Redaksi Ijazah:

Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammadin wa sallim, wa ba’du. Paling fakirnya hamba kepada Allah (Muhammad Mahmud) bin Muhammad bin Ahmad ash-Shaghir. Sungguh aku berikan izin untuk saudaraku fillah war-rasul asy-syaikh (Ibrahim bin al Hajj Abdullah) berupa menalqin dan men-təqdim. Akupun beri ia izin dengan semua riwayat shahih yang sampai padaku dari syaikh Ahmad at-Tijany Ra. Sebagaimana syaikh al Hajj Abdullah memberikanku ijazah dengan ijazah mutlak, ia berkata dalam ijazahnya padaku: Allah telah memberikan karunia padaku dengan bertemu para tokoh pembesar sahabat syaikh Ra, juga mendapatkan ragam asrar dan ma’rifat secara syafahi serta men-taqdim-ku dengan ragam ijazah yang shahih. Maka aku katakan: Aku telah ijazahkan dan izinkan saudaraku tercinta dengan apa yang telah diijazahkan padaku dari ragam asrar, do’a, asma’, sirr isim a’zham, surah al qadr, hizib bahr, shalawat fatih dengan ragam martabatnya yang tiga, miftah al quthbaniyyah, dan seluruh asrar yang tsabit dari syaikh Ra. Akupun ambil janji atasnya dengan bertakwa pada Allah Swt dan hendaknya ia tidak meminta kecuali tulus ikhlas karena Allah dan tidak memberikan asrar kecuali kepada orang yang pantas mendapatkannya. -Cukuplah Allah bagiku dan Dialah sebaik-baiknya penolong. Tiada daya dan upaya melainkan dengan pertolongan Allah yang Maha Luhur lagi Agung.-

Washallallahu ‘ala sayyidina Muhammadin wa sallim tasliman. (ljazah ini ditulis pada hari Kamis tahun 1340 H; tahun dimana ayahku meninggal dunia.) ned

Akupun mendapatkan izin langsung dari sayyidi syaikh Ahmad at-Tijany Ra, aku bertemu dengan beliau di dalam mimpi; yaitu mimpi seperti kenyataan. Hal itupun terjadi berkali-kali padaku.

Akupun kerap berjumpa dengan ayahku (yang sudah meninggal di dalam mimpi), dimana beliau sering berkata padaku, “Seluruh yang telah aku tinggalkan, maka itu untukmu, engkau ambillah sendiri.” Juga ada ragam perkara lain yang tidak bisa aku tuliskan di sini.

Akupun mendapatkan izin taqdim mutlak dari syaikhi wa sanadi wa maulaya; al Hajj Abdullah bin al Hajj ‘Alawi, dari syaikh beliau; syaikh Ahmad dan itu dari syaikh beliau; syaikh Muhammad yang dilakobi dengan Bibad bin Sayyidaini, dan itu dari syaikh beliau; syaikh Muhammad al Hafiz, dan itu dari wali khatm at-Tijany Ra. Akupun mendapatkan ragam manfaat dari syaikh ini berupa ragam ilmu dan asrar yang tidak ditulis di kertas dan tidak bisa dilihat oleh orang yang teliti. Beliaulah sandaranku pada ilmu adzwaq. Sebab, beliau adalah hujjah bagi zaman tersebut.

Redaksi Ijazah Taqdim lainnya:

Bismillahirrahmanirrahîm. Man amara bish-shalâti ‘ala as-sayyid al maktům. Walhamdu lillahi haqqa hamdihi, al ka `in minhu lahu, wash-shalâtu was-salâmu ‘ala man ashlan ja’alahu, wa ba’du. Syaikh, ayah sekaligus mursyidku; al Hajj Abdullah bin al Hajj telah memintaku agar aku menuliskan izin bagi Ibrahim bin al Hajj Abdullah untuk memberikan irsyad bagi manusia dan mentarbiyah mereka dengan perkataan dan perbuatan, juga bisa menalqinkan ragam wiridan, dzikiran lazimah dan dzikiran ghairu lazimah secara umum dan khusus, pada setiap amalan yang riwayatnya shahih sampai sayyidi syaikh Ra dengan izin yang mencakup itu semua.

Beliau ini memberi ijazah taqdim mutlak, sempurna nan tersambung hingga hari Kiamat, beliaupun melihatku pantas mendapatkan itu. Yang menjadi saksi semua ijazah itu ditulis adalah Muhammad Abdurrahman bin al Hajj Abdullah bin al Hajj pada tahun 1345 H.

Aku mendapat izin taqdim mutlak ini dari jalur al ‘allamah al ‘arifbillah sayyidi Muhammad al Kabir bin as-sayyid Ahmad bin Muham bin al ‘Abbas al ‘Alawi, dimana beliau dari syaikhnya; yaitu syaikh Ahmad bin Badd, dari syaikh beliau; syaikh Muhammad, dari syaikh Muhammad al Hafiz, dari al Khatm at-Tijany Ra.

Sayyid Muhammad al Kabir pun memiliki beragam ijazah dari jalur yang sebagiannya bersambung kepada sayyidi Mud bin Ma’zur, sebagian lagi bersambung kepada Sayyidi wa Maulaya Muhammad bin Abi Nashr, sebagian lainnya bersambung kepada as-Sayyid al Hajj Abdul Wahhab bin al Ahmar Ra. Semoga Allah meridhai semuanya..Amîn.

Redaksi Ijazah Taqdim lainnya:

Alhamdulillahi was-shallallahu ‘ala sayyidina wa maulana Muhammadin wa âlihi wa shahbih, wa ba’du.

Aku telah ijazahkan saudaraku, al fadhil, al ‘allamah, al washil, sosok yang menggabungkan antara ilmu syari’at dan ilmu hakekat, simbol thariqah pada apa yang datang dari asy-Syaikh at-Tijany Ra dari ragam dzikiran lazimah dan ghair lazimah, dengan izin yang sempurna, umum dan khusus, sebagaimana Sayyidi al Ghali bin Musa bin Mazuz telah mengijazahkan kepadaku, dari ayahnya dari syaikhuna at-Tijany Ra. Sebagaimana Syaikhku Ahmad bin Badd mengijazahkanku dari ayahnya, dari syaikh Muhammad al Hafiz, dari syaikh Ahmad at-Tijany, dari Rasulullah Saw.

Sedangkan ijazah secara majazi, adalah beliau (Sayyid Muhammad al Kabir); yang pertama adalah Ibrahim bin al ‘arif asy-syaikh al washil al Hajj Sayyidi bin Muham bin al ‘Abbas al ‘Alawi at-Tijany Ra. Semoga Allah senantiasa memberikan mereka ragam karunia.. Amîn.- (22 Dzul qa’dah 1345 H)

Izin taqdim mutlakku juga ada dari khalifah akbar syaikh Muhammad Sa’id bin syaikh Ahmad bin syaikh Muhammad al Hafiz dari ayah beliau sayyidi Ahmad, dari syaikh beliau Badd, dari kakeknya; syaikh Muhammad al Hafiz dari al khatm at-Tijany Ra-Semoga Allah ridha kepada mereka, dan akupun ridha kepada mereka serta semoga kita semua kecipratan ridha tersebut, Âmîn.-

Redaksi Ijazah Taqdim Lainnya:

Alhamdulillahi Rabbil âlamîn wash-shalâtu was-salâmu ‘alâ sayyidil mursalin, wa ba’du.

Sang penulis menyampaikan salam kapada orang yang dicintanya; as-Sayyid al Adib asy-syaikh Ibnu syaikh ‘Abdullah bin Ibrahim, semoga kita semua dan beliau senantiasa dalam lindungan Allah yang mulia.-

Tentu wajib aku menanyakan kabar antum dan juga kabar keluarga, juga kabar ikhwan Tijany yang senantiasa bersama antum. Semoga Allah pun jadikan kita dan kalian termasuk dari orang paling khusus. Selain itu, telah menjadi kewajibanku memberikan ijazah taqdim mutlak pada antum dalam thariqah syaikhina wa wasilatina ila Rabbina, sayyidi Ahmad at-Tijany Ra, baik prihal pengambilan (janji thariqah) dan juga pemberian (ragam ijazah); ijazah yang umum bagi yang umum dan ijazah khusus bagi yang khusus, inilah inti asrar tersebut. Kulakukan ini lantaran aku ingin menjadi bagian dari mata rantaimu sehingga aku bisa manapaki jalan dakwahmu, akupun ingin adanya keterikatan khusus antara diriku dan dirimu, terlebih pada urusan akhirat. Sebab, bagi kami dunia ini kecil dibanding dengan menulis ini untuk antum. Akupun ingin antum tahu bahwa aku berharap dari Allah semoga Allah menjadikan antum ahlinya; yaitu pengakuan antum bahwa aku ini bagian dari anak ayahku yang paling kecil, ketika aku menggantikan mereka, akupun menjadi murid sekaligus orang tua. Ketika aku telah lakukan itu, merekapun menjadi anak dan murid-muridku.

Jangan engkau menoleh pada perkataan manusia, teruslah memohon pertolongan pada Allah pada ragam perkara yang menghimpitmu. Semoga Allah memberikan balasan kebaikan bagimu atas kami dan kaum muslimin. Âmîn.

Yang menulis ini adalah saudara sekaligus pencinta antum; Muhammad Sa’id bin Ahmad bin Muhammad al Hafiz. Surat ijazah ini pun terbubuhi stempel dan tahun (1349 H).

فَأَلْقَتْ عَصَاهَا وَاسْتَقَرَّ بِهَا النَّوَى # كَمَا قَرَّ عَيْنًا بِالْإِيَابِ الْمُسَافِرِ

أُوْلَئِكَ أَبَائِي فَجِئْنِي بِمِثْلِهِمْ # إِذَا جَمَعْتَنَا يَا حَرِيرُ الْمَجَامِعَ

“Tongkat itupun dilempar dan menyisakan partikelnya, sebagaimana matapun terhibur dengan kembalinya orang yang pergi

Mereka semua adalah ayahku, maka datangkanlah padaku semisal mereka # ketika kamipun berkumpul, sungguh itu merupakan perkumpulan yang indah.

-Semoga Allah membalas para tuan kami dengan kebaikan, semoga Allah ridha pada mereka sebagaimana kamipun ridha kepada mereka. Yang membuat kami tersenyum hari ini, bahwa sanad kami kini langsung dari syaikh al Khatm at-Tijany Ra tanpa adanya perantara, dimana alhamdulillah kini beliau (sayyidi syaikh Ra) terus hadir bersama kami.

Dikisahkan bahwa Abul Hasan asy-Syadzili pernah ditanya mengenai syaikhnya, beliau menjawab, Aku ber-intisab kepada Maulaya ‘Abdussalam bin Masyisy dan hari ini aku mengapung dari sepuluh lautan; Lima dari kalangan manusia, yaitu: Muhammad Saw, Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali. Dan lima lainnya dari kalangan Ruhaniyyun, yaitu: Jibril, Mika `il, Izra`il, Israfil dan Ruh.

Maka aku (Syaikh Ibrahim Nisas) katakan: Sementara kami dari satu lautan; lautan yang tidak berujung, tidak bertepi dan tidak ada habis-habisnya.

Lautan itu ber-istimdad dari lautan yang tidak bertepi, tidak pula ada ujungnya, tidak juga ada jangka waktu, tidak pula ada akhirnya; Nabi Muhammad Saw, dimana beliau memberikan madad dengan mudah. Lautan itupun ber-istimdad dari hadhrah ithlaq (Allah); yang mampu memberikan madad seluas sisi Rububiyyah-Nya. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

خِتٰمُهٗ مِسْكٌ ۗ وَفِيْ ذٰلِكَ فَلْيَتَنَا فَسِ الْمُتَنَا فِسُوْنَ
khitaamuhuu misk, wa fii zaalika falyatanaafasil-mutanaafisuun

“laknya dari kasturi. Dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba.”
(QS. Al-Muthaffifiin 83: Ayat 26)

Aku tulis ini tentu atas izin dari hadhrah katmiyyah (Sayyidi syaikh Ahmad at-Tijany Ra)

Al ‘abd al faqir ila rahmatir-rahim, Ibnu syaikh al Hajj Abdullah Ibrahim. Semoga bisa senantisa tenggelam dalam sisi Jamalnya Allah Swt.-

Aku selesaikan ini dalam waktu sembilan hari. Akupun meminta maaf atas kekurangan yang ada dalam kitab ini. -Semoga Allah memandangnya dengan pandangan keridhaan dan kebenaran.-

فَعَيْنُ الرِّضَا عَنْ كُلِّ عَيْبٍ كَلِيْلَةٌ # وَلَكِنْ عَيْنُ السُّخْطِ تُبْدِي الْمَسَاوِيَا

“Pandangan ridha itu tumpul dari segala aib # Akan tetapi padangan buruk akan memunculkan ragam kesalahan.”

Orang yang memandang kitab ini dengan pandangan ridha, ia akan melihat bahwa ini bagian dari faidh al Khatm at-Tijany Ra sang pemegang sirr Rabbani, lantaran kitab ini mengumpulkan ragam intisari ulasan ragam kitab yang pernah dituliskan tentang ini. Sedikit sekali engkau bisa temukan buku yang isinya seperti buku ini. Orang yang teliti lagi insyaf, iapun akan yakin bahwa buku ini dikarang oleh sayyidi syaikh Ahmad at-Tijany Ra dengan tulisan tangan beliau.

Akupun memohon kepada Allah seraya ber-tawassul pada-Nya, juga dengan sang penutup para nabi-Nya serta penutup para wali agar buku ini memberikan manfaat bagi kami, juga bagi semua umat Islam, serta mampu diterima dengan baik, mampu memberikan keberkahan yang besar, sehingga bisa memberikan keberkahan pada setiap tempat dimana buku ini berada, juga dengannya mampu mengetahui seluk-beluk thariqah at-Tijaniyyah dan ber-suluk di jalan al Khatm at-Tijany Ra.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَا لٌ وَّلَا بَنُوْنَ 
yauma laa yangfa’u maaluw wa laa banuun

“(yaitu) pada hari (ketika) harta dan anak-anak tidak berguna,”
(QS. Asy-Syu’ara’ 26: Ayat 88)

اِلَّا مَنْ اَتَى اللّٰهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍ 
illaa man atalloha biqolbing saliim

“kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih,”
(QS. Asy-Syu’ara’ 26: Ayat 89)

Buku ini selesai ditulis pada Jum’at Malam, 12 Muharram

1305 H di kota Kulkhi

Wassalam.

Sumber : BUKU FAIDHAH TIJANI (KASYIFUL ILBAS ‘AN FAIDHATI AL KHATMI ABIL ABBAS) SYAIKH IBRAHIM NIASS AL KULKHI AT-TIJANY