You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

Pembahasan 10. Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra pernah ditanya tentang hadits Nabi Saw,
كَانَ جِبْرِيلُ يُدَارِسُنِي الْقُرْآنَ فِي كُلِّ رَمَضَانَ مَرَّةً

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra pernah ditanya tentang hadits Nabi Saw,

كَانَ جِبْرِيلُ يُدَارِسُنِي الْقُرْآنَّ فِي كُلِّ رَمَضَانَ مَرَّةً

“Jibril mengajarkan Al Qur’an kepadaku setiap bulan Ramadhan sekali.” Apa yang dimaksud dengan “mengajarkan” dalam hadits ini?

Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra menjawab:

Ketahuilah, hakekat “mengajarkan” dalam bahasa Arab disebut mudârasah, yaitu tindakan yang dilakukan antara dua orang atau lebih, setiap orang bertindak untuk yang lainnya, seperti musyarakah, musyârathah, mudhârabah, munâqalah, mudzakarah, muhadatsah dan lainnya yang memiliki pengertian yang serupa, yaitu mengikuti timbangan kata mufa’alah. Mudarasah biasa disebutkan untuk sebuah aktifitas membaca, bertanya dan membahas makna apa yang dibaca.

Nabi Saw bersabda,

مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُؤْتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُوْنَهُ بَيْنَهُمْ إِلَّا حَقَّتْهُمْ الْمَلَائِكَةُ وَنَزَلَتْ عَلَيْهِمْ السَّكينة

“Tidaklah satu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah (masjid), mereka membaca kitab Allah dan mempelajarinya diantara mereka, kecuali ketenangan menyelimuti mereka.”

Yang dimaksud dengan mudârasah dalam hadits ini adalah membahas makna-makna Al Qur’an dan menggali bahasa yang gharib (yang perlu penjelasan).

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

مَا كَا نَ لِبَشَرٍ اَنْ يُّؤْتِيَهُ اللّٰهُ الْكِتٰبَ وَا لْحُكْمَ وَا لنُّبُوَّةَ ثُمَّ يَقُوْلَ لِلنَّا سِ كُوْنُوْا عِبَا دًا لِّيْ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ وَلٰـكِنْ كُوْنُوْا رَبَّا نِيّٖنَ بِمَا كُنْتُمْ تُعَلِّمُوْنَ الْكِتٰبَ وَبِمَا كُنْتُمْ تَدْرُسُوْنَ 
maa kaana libasyarin ay yu-tiyahullohul-kitaaba wal-hukma wan-nubuwwata summa yaquula lin-naasi kuunuu ‘ibaadal lii ming duunillaahi wa laaking kuunuu robbaaniyyiina bimaa kungtum tu’allimuunal-kitaaba wa bimaa kungtum tadrusuun

“Tidak mungkin bagi seseorang yang telah diberi kitab oleh Allah, serta hikmah dan kenabian, kemudian dia berkata kepada manusia, “Jadilah kamu penyembahku, bukan penyembah Allah,” tetapi (dia berkata), “Jadilah kamu pengabdi-pengabdi Allah, karena kamu mengajarkan Kitab dan karena kamu mempelajarinya!””
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 79)

Mudârasah adalah membahas makna-makna kitab, setiap orang yang terlibat di dalamnya mengambil manfaat dari yang lainnya. Hal ini dilakukan pada bulan Ramadhan, karena Ramadhan adalah tempat turunnya anugerah Allah Swt dan tempat turunnya rahmat ilahiyyah. Diantara itu, Ramadhan juga tempat turunnya asrår, ma’rifat, ilmu, mawahib dan asrâr di setiap hati dari keduanya (Jibril dan Nabi Saw). Masing-masing dari keduanya mengambil manfaat dari yang lainnya apa yang tidak dimilikinya.

Demikianlah maksud yang pertama dari hadits di atas. Sedangkan maksud yang kedua adalah, masing-masing dari keduanya membacakan Al Qur’an kepada yang lainnya. Lalu yang mendengarkan mengambil manfaat dari yang membaca, berupa ilmu dan asrâr. Demikian pula orang yang membaca mengambil manfaat dari yang mendengar, berupa ilmu dan asrâr. Jadi, masing-masing dari yang membaca dan mendengar mengambil dan memberi manfaat.

-Selesai sudah apa yang di-imla ‘kan Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra kepada kami dari hafalan dan redaksinya. Wassalam.-

Sumber : BUKU SAYYIDI SYAIKH RA MENJAWAB JILID 2 – KAJIAN SEPUTAR HADITS, SULUK, DAN FIKIH (JAWAHIR AL MA’ANI) SYAIKH AL HAJJ ALI HARAZIM AT-TIJANY