You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

Pembahasan 4. Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra pernah ditanya tentang pernyataan Imam Akbar wal Quthb Al Asyhar; Abu Hamid Al Ghazali,
لَيْسَ فِي الْإِمْكَانِ أَبْدَعَ مِمَّا كَانَ

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra pernah ditanya tentang pernyataan Imam Akbar wal Quthb Al Asyhar; Abu Hamid Al Ghazali,

لَيْسَ فِي الْإِمْكَانِ أَبْدَعَ مِمَّا كَانَ

“Pada kemungkinan yang dapat terjadi; tidak ada perkara yang lebih indah dari apa yang sudah terjadi.”

Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra menjawab:

Perlu diketahui bahwa pada hal yang mungkin terjadi ini tidak ada yang paling mulia, tidak ada yang paling tinggi, tidak ada yang paling indah dan tidak ada yang paling sempurna dari gambaran alam ini, sedangkan gambaran dari alam ini adalah Nabi Muhammad Saw. Setiap perkara yang engkau lihat di alam ini; maka gambaran dan bentuk memiliki ragam bentuk dan maknanya namun menyatu pada satu tubuh yang tak lain adalah Nabi Muhammad Saw. Sebab, nabi MuhammadSaw itu diciptakan dari rahasia Allah yang tersembunyi. Dalil akan hal ini secara nagl (dalil yang diambil dari Al Qur’an atau hadits Nabi Saw) adalah sabda beliau yang menyatakan,

أَنَا سَيِّدُ وَلَدِ آدَمَ وَلَا فَخْرَ

“Aku adalah penghulu anak keturunan Adam dan aku tidak bangga akan itu.”

Beliaupun pernah bersabda,

إِنَّ اللَّهَ خَلَقَ الْخَلْقَ حَتَّى إِذَا فَرَغَ مِنْ خَلْقِهِ إِخْتَارَ مِنْهُمْ بَنِي أَدَمَ

“Sungguh Allah telah menciptakan makhluk, maka setelah selesai dari penciptaan ini, Allah pilih dari mereka anak keturunan Adam.”

Inilah dalilnya dari sisi naql. Sedangkan dalam kajian hakekat; Ketika timbul kehendak Allah Swt untuk menciptakan makhluk, dimana ada gejolak kecintaan Dzat-Nya hingga Dia berfirman (dalam hadits qudsi),

كُنتُ كَنزاً لَمْ أُعْرَفُ، فَأَحْبَبْتُ أَنْ أُعْرَفَ، فَخَلَقْتُ الْخَلْقَ، فَتَعَرَّفْتُ لَهُمْ، فَبِيَ عَرَفُوْنِي

“Aku adalah perbendaharaan yang belum di-ma’rifati, maka aku senang untuk dima’rifati sehingga Aku ciptakanı makhluk. Aku berkenalan dengan mereka, maka dengan-Kulah mereka ma’rifat pada-Ku.”

Inilah bentuk kecintaan yang datangnya dari Allah untuk menciptakan makhluk ini. Yang pertama kali ada dari kecintaan ini adalah ruhnya Nabi Muhammad Saw; dimana Nabi Muhammad lah yang mendapatkan kecintaan totalitas Allah, yang dari kecintaan inilah berlanjut dengan penciptaan alam ini, maka Nabi Muhammad lah asal dari penciptaan ini. Alam yang ada ini merupakan cabang dari penciptaan beliau, maka tentu tidak diragukan lagi bahwa yang asal (yang awal) itu memiliki keutamaan daripada cabangnya. Sebab, ketika beliaulah yang menyandang status dzat yang pertama kali dicipta dengan modal kecintaan Allah Swt, maka Allah berikan pula padanya bekas dari sisi kemurahan dan kemuliaan, dan semua jejak keperkasaan dan hegemoni, maka Allah Swt kumpulkan ini sernua pada hakekat Al Muhammadiyyah secara global maupun terperinci, lalu Allah jadikan hakekat Al Muhammadiyyah ini sebagai sumber dan segala unsur yang nantinya sampai pada alam, baik secara global maupun terperinci dan yang unsurnya sudah ada pada masa azali dan bersifat selamanya. Sebab sebuah perkara yangmustahil jika dilihat dengan hukum kehendak ilahiyyah, maka Dia menampakkan sesuatu di alam ini yang berupa inti atau juga cabang; baik yang yang sulit dilihat maupun yang nampak jelas, yang keluar dari sisi hakekat Al Muhammadiyyah.

Jika engkau telah mengetahui perkara ini, maka jelaslah betapa mulianya martabat ini; martabat yang didalamnya terdapat tajalli rahasia Allah yang tersembunyi dan beragam perkara yang bentuknya pemberian dan hadiah yang nampak dan tersembunyi yang tidak bisa diirikan oleh orang lain untuk bisa mendapatkan bagian paling kecil darinya, yang lebih jelas daripada cahayanya matahari, dimana jika engkau telah mengetahui hal ini, maka engkau akan tahu bahwa pada perkara yang mungkin terjadi ini tidak ada yang lebih mulia, tidak ada yang lebih sempurna, tidak ada yang lebih tinggi dan tidak ada yang lebih indah dari gambaran alam ini; yang berupa, hakekat Al Muhammadiyyah yang datangnya dari Allah Swt.

-Selesai sudah apa yang di-imla kan Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra kepada kami.-

Sumber : BUKU SAYYIDI SYAIKH RA MENJAWAB JILID 2 – KAJIAN SEPUTAR HADITS, SULUK, DAN FIKIH (JAWAHIR AL MA’ANI) SYAIKH AL HAJJ ALI HARAZIM AT-TIJANY