
Elsubha.com – Sifat Murid Tijany 14. Mukhalafatun-Nafs
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَاَ مَّا مَنْ خَا فَ مَقَا مَ رَبِّهٖ وَ نَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوٰى
wa ammaa man khoofa maqooma robbihii wa nahan-nafsa ‘anil-hawaa
“Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari (keinginan) hawa nafsunya,”
(QS. An-Nazi’at 79: Ayat 40)
فَاِ نَّ الْجَـنَّةَ هِيَ الْمَأْوٰى
fa innal-jannata hiyal-ma-waa
“maka sungguh, surgalah tempat tinggal(nya).”
(QS. An-Nazi’at 79: Ayat 41)
Ibnu Abi Ad-Dunya meriwayatkan sebuah hadits dalam Muhasabah An-Nafs, bahwasanya Abu Bakar Ra pernah berkata, “Barangsiapa yang membenci dirinya lantaran Dzat Allah Swt, niscaya Allah beri dia rasa aman dari kebencian Allah.”
As-Sajzri meriwayatkan dalam Al Ibânah, dari riwayat Ibnu Abbas Ra, bahwa Nabi Saw bersabda,
إِيَّاكُمْ وَالهَوَى فَإِنَّ الْهَوَى يُصِمُّ وَيُعْمِي
“Berhati-hatilah kalian dari hawa (kecondongan negatif jiwa) karena sesungguhnya hawa dapat membuatmu tuli dan buta.”
Ath-Thabrani dan Abu Nu’aim meriwayatkan dalam Hilyatul Auliya dari Abu Umamah, bahwa Nabi Saw bersabda,
مَا تَحْتَ ظِلِّ السَّمَاءِ مِنْ إِلَهِ يُعْبَدُ مِنْ دُوْنِ اللَّهِ، أَعْظَمُ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ مِنْ هَوَى مُتَّبَعٍ
“Dibawah naungan langit tidak ada Ilah yang disembah selain Allah yang lebih agung disisi -Nya daripada hawa yang diikuti.”
Didalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Jabir bin ‘Abdillah secara marfu’ disebutkan,
إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ مِنْ أُمَّتِي اتَّبَاعُ الْهَوَى وَطُولُ الأَمَلِ، فَأَمَّا اتَّبَاعُ الْهَوَى فَيَصُدَّ عَنِ الْحَقِّ، وَأَمَّا طُوْلُ الأَمَلِ فَيَنْسَي الآخِرَةَ
“Yang paling aku takutkan dari umatku adalah mengikuti hawa dan panjang angan-angan. Sebab mengikuti hawa dapat memalingkan seseorang dari
