You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

Sifat Murid Tijany 15. Husnul Khuluq

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – Sifat Murid Tijany 15. Husnul Khuluq

Diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dalam Al Awsath dari riwayat Anas Ra, bahwa nabi Saw pernah bersabda,

مَكَارِمُ الأَخْلَاقِ مِنْ أَعْمَالِ أَهْلِ الْجَنَّةِ

“Akhlak yang mulia termasuk dari amaliyah penduduk surga.”

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah, bahwa Nabi Saw pernah bersabda,

أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيْمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا

“Paling sempurnanya keimanan seseorang adalah orang yang memiliki akhlak yang paling baik diantara mereka.” (HR. Ahmad; Abu Daud; Ibnu Hibban; dan Al Hakim).

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas secara marfu,

الْخُلُقُ الْحَسَنُ يُذِيبُ الْخَطَايَا كَمَا يُذِيبُ الْمَاءُ الْجَلِيدَ، وَالْخُلُقُ السُّوْءُ يُفْسِدُ الْعَمَلَ كَمَا يُفْسِدُ الْخَلُ الْعَسَلَ

“Akhlak yang baik mampu melelehkan kesalahan sebagaimana air mampu melelehkan bongkahan es. Akhlak yang buruk dapat merusak amal, sebagaimana cuka dapat merusak madu.” (HR. Ath-Thabrani dalam Al Kabin.

Diriwayatkan dari Anas secara marfu’,

الخُلُق الحَسَنُ زِمَامٌ مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ

“Akhlak yang baik adalah kendali rahmat Allah.”

Ad-Dailami meriwayatkan dalam Musnad Al Firdaus, dia berkata,

الخُلُقُ الحَسَنُ لَا يُنْزَعُ إِلَّا مِنْ وَلَدِ حَيْضَةٍ أَوْ وَلَدِ زَانِيَةٍ

“Akhlak yang baik tidak akan terlepas dari seseorang kecuali dia adalah anak dari darah haid atau anak hasil perzinaan.”

Diriwayatkan dari Anas secara marfu’,

الخُلُقُ الحَسَنُ وِعَاءُ الدِّيْنِ

“Akhlak yang baik adalah wadahnya agama.” (HR. At-Tirmidzi dan Al Hakim)

Diriwayatkan dari ‘Usamah bin Syarik secara marfu’,

أَحَبُّ عِبادِ اللَّهُ إِلَى اللَّهُ أَحْسَنُهُمْ خُلُقاً

“Hamba yang paling dicintai Allah adalah hamba yang paling baik akhlaknya.” (HR. Ath-Thabrani).

Diriwayatkan dari Anas secara marfu’,

حُسْنُ الْخُلُقِ نِصْفُ الدِّيْنِ

“Akhlak yang baik adalah separuh agama.” (HR. Ad-Dailami dalam Musnad Al-Firdaus).

Diriwayatkan dari Anas pula, bahwa Nabi Saw pernah bersabda,

أوْحَى اللَّهُ إِلَى إِبْرَاهِيمَ : يَا خَلِيْلِي حَسَّنْ خُلُقَكَ وَلَوْ مَعَ الكفَّارِ تَدْخُلُ مَدَاخِلَ الْأَبْرَارِ، فَإِنَّ كَلِمَتِي سَبَقَتْ لِمَنْ حَسَّنَ خُلُقَهُ أَنْ أُظِلَّهُ فِي عَرْشِي وَأَنْ أُسْكِنَهُ حَظِيرَةَ قَدْسِي وَأَنْ أُدْنِيَهُ مِنْ جِوَارِي

“Allah telah mewahyukan kepada Nabi Ibrahim As, ‘Wahai kekasihku, perbaguslah akhlakmu meski terhadap orang kafir, niscaya engkau akan masuk ke dalam tempat masuknya orang-orang mendapatkan titel Al Abrar, sungguh kalimat-Ku ini telah terpatrikan bagi orang yang memperbagus akhlaknya bahkan dia akan dinaungi di Arasy-Ku dan ditempatkan di hadrah-Ku nan suci serta didekatkan di sisi-Ku.” (HR. Ath-Thabrani dalam Al Ausath).

Diriwayatkan dari hadits Aisyah Ra secara marfu,

مَا مِنْ شَيْءٍ إِلَّا لَهُ تَوْبَةٌ، إِلَّا صَاحِبَ سُوْءِ الْخُلُقِ، فَإِنَّهُ لَا يَتُوْبُ مِنْ ذَنْبٍ إِلَّا عَادَ فِي شَرِّ مِنْهُ

“Tidaklah ada perkara apapun kecuali itu semua ada tobatnya kecuali orang yang memiliki akhlak buruk, sebab orang yang berakhlak buruk tidaklah bertobat dari sebuah dosa, kecuali dia akan mengulangi dosa yang lebih buruk dari sebelumnya.”

Yahya bin Mu’adz pernah mengatakan, “Dalam lapangnya akhlak ada perbendaharaan rezeki.”

Wahab bin Munabbih pernah mengatakan, “Perumpamaan akhlak yang buruk seperti tembikar yang telah pecah, yang tidak bisa diangkat kembali dan tidak bisa juga dianggap sebagai tanah lagi.” (HR. Al Baihaqi dalam Asy-Syu’ab).

Diriwayatkan dari Fudhail bin Iyadh, bahwa dia pernah mengatakan, “Aku berteman dengan orang durjana lagi baik akhlaknya lebih aku sukai daripada berteman dengan hamba Allah yang buruk akhlaknya.”

Yahya bin Mu’adz pernah mengatakan, “Akhlak buruk itu adalah keburukan yang tidak pernah terangkat meski dengan banyaknya kebaikan, sementara akhlak baik adalah kebaikan yang tidak pernah terciderai meski dengan banyaknya keburukan.

‘Abdullah bin ‘Abbad pernah menyatakan, “Setiap bangunan ada pondasinya, dimana pondasi Islam adalah akhlak yang baik.”

Atha pernah mengatakan, “Tidaklah sesuatu itu terangkat (derajatnya) kecuali dengan akhlak yang baik dan belum ada yang sampai pada kemuliaan akhlak kecuali Nabi Saw. Paling dekatnya makhluk kepada Allah adalah orang-orang yang ber-suluk menuju Allah mengikuti jejak beliau.”

Sumber : BUKU 40 SIFAT MURID TIJANY (AL QAUL AS-SADID FI SHIFAT AL MURID) SYAIKH MUHAMMAD BIN MUHAMMAD AL HAJUJI AT-TIJANY