You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

Sifat Murid Tijany 16. Al Ikhlas

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – Sifat Murid Tijany 16. Al Ikhlas

Ikhlas dapat dimaknai dengan tidak meminta penyaksian pada selain Allah Swt.

Ada ulama yang mengatakan, “Ikhlas adalah mensucikan ragam amal perbuatan dari ragam kotoran.”

Al Junaid Al Baghdadi pernah mengatakan, “Ikhlas adalah rahasia antara seorang hamba dengan Allah Swt, yang mana malaikat tidak bisa mencatatnya lantaran tidak mengetahuinya, syaithan tidak mampu merusaknya lantaran tidak mengetahuinya, hawa pun tidak mampu membelokkannya lantaran tidak meng-etahuinya.”

Ibnu Abi Ad-Dunya meriwayatkan dalam kitab Al Ikhlash, Al Hakim pun meriwayatkannya dari Mu’adz, bahwa Nabi Saw pernah bersabda,

أَخْلِصْ دِيْنَكَ يَكْفِكَ الْعَمَلَ الْقَلِيْلَ

“Ikhlaslah dalam agamamu, niscaya amalan yang sedikit akan senantiasa mencukupimu.”

An-Nasa’i meriwayatkan dari Abu Umamah Ra secara marfu’,

إِنَّ اللَّهَ لَا يَقْبَلُ مِنْ الْعَمَلِ إِلَّا مَا كَانَ لَهُ خَالِصًا وَابْتُغِيَ بِهِ وَجْهُهُ

“Sungguh Allah tidak menerima amal perbuatan kecuali yang dilakukan dengan ikhlas untuk-Nya dan ditujukan menggapai wajah-Nya.”

Dalam hadits lain yang diriwayatkan secara marfu’ disebutkan,

ثَلَاثُ لَا يُغِلُّ عَلَيْهِنَّ قَلْبُ مُؤْمِنٍ: إِخْلَاصُ الْعَمَلِ اللَّهِ تَعَالَى ، وَمُنَاصَحَةُ وَلَاةِ الأَمْرِ ، وَلُزُوْمُ جَمَاعَةِ الْمُسْلِمِينَ

“Tiga perkara yang membuat kalbu seorang muslim tidak memiliki kedengkian: Beramal ikhlas karena Allah, saling menasehati pemimpin dan senantiasa bersama kelompok muslimin (yang benar).”

Dalam hadits qudsi disebutkan: Allah Swt berfirman,

الإِخْلَاصُ سِرٌّ مِنْ سِرِّي اسْتَوْدَعْتُهُ قَلْبَ مَنْ أَحْبَبْتُ مِنْ عِبَادِي

“Ikhlas itu satu bagian dari rahasia-Ku, Aku titipkan pada kalbu hamba yang Aku cintai.”

Abu Ali Ad-Darqaq pernah menyatakan, ” Ikhlas itu adalah kematian dari perhatian makhluk.”

Dzun-Nun Al Mishri juga pernah berkata, “Ciri ikhlas itu ada tiga: Pertama, diri dalam kondisi yang sama saat menerima pujian dan cacian dari manusia secara umum; Kedua, lupa melihat amalan yang telah dilakukan; Ketiga, lupa untuk menyeleksi pahala amal di akhirat.”

Makhul pernah mengatakan, “Tidaklah seorang hamba itu melakukan amalan dengan ikhlas selama 40 hari kecuali akan nampak sumber hikmah dari kalbu pada lisannya.”

Sumber : BUKU 40 SIFAT MURID TIJANY (AL QAUL AS-SADID FI SHIFAT AL MURID) SYAIKH MUHAMMAD BIN MUHAMMAD AL HAJUJI AT-TIJANY