You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

Sifat Murid Tijany 17. Al Haya’

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – Sifat Murid Tijany 17. Al Haya’

Al Haya (Rasa malu) adalah terhimpitnya jiwa dari suatu perkara dengan upaya meninggalkan perkara tersebut lantaran takut adanya celaan.

Rasa malu itu ada dua:

Pertama, Nafsani adalah rasa malu yang telah Allah Swt ciptakan pada setiap manusia, seperti rasa malu ketika aurat tersingkap dan rasa malu berhubung-an intim di tempat terbuka

Kedua, Imani adalah rasa malu yang menghalangi seorang mukmin melakukan perbuatan maksiat karena takut kepada Allah.

Dalam Hadits Nabi Saw disebutkan,

اسْتَحْيُوا مِنَ الله تَعالى حَقَّ الْحَيَاءِ، فَإِنَّ اللَّهَ قَسَمَ بَيْنَكُمْ أَخْلَاقَكُمْ كَمَا قَسَمَ بَيْنَكُمْ أَرْزَاقَكُمْ

“Malulah kalian kepada Allah, karena sungguh Allah telah membagikan akhlak kepada kalian sebagaimana Dia membagikan rezeki kepada kalian.” (HR. AI Bukhari dalam Tarikh-nya dari riwayat Ibnu Mas’ud secara marfu).

Dalam hadits lainnya disebutkan,

مَنِ اسْتَحْيَا مِنَ اللَّهِ حَقَّ الْحَيَاءِ فَلْيَحْفَظِ الرَّأْسَ وَمَا وَعَى، وَالْبَطْنَ وَمَا حَوَى، وَلْيَذْكُرِ الْمَوْتَ وَالْبَلاءَ، وَمَنْ أَرَادَ الآخِرَةَ تَرَكَ زِينَةَ الدُّنْيَا، فَمَنْ فَعَلَ ذَلِكَ فَقَدِ اسْتَحْيَا مِنَ اللَّهِ حَقَّ الْحَيَاءِ

“Barangsiapa yang malu kepada Allah Swt dengan sebenar-benarnya rasa malu, maka hendaknya dia menjaga kepala dan yang ada di dalamnya, hendaknya menjaga perut dan seisinya, dan hendaknya dia ingat kematian dan ujian. Orang yang menginginkan akhirat, dia akan meninggalkan perhiasan dunia. Orang yang melakukan itu semua, berarti dia telah malu kepada Allah Swt dengan sebenar-benarnya rasa malu.” (HR. At-Tirmidzi dari riwayat Ibnu Mas’ud).

Dalam hadits lainnya disebutkan,

إِنَّ الْحَيَاء وَالإِيْمَانَ قُرِنَا جَمِيعًا، فَإِذَا رُفِعَ أَحَدُهُمَا رُفِعَ الْآخَرُ

“Sungguh rasa malu dan keimanan itu semuanya berbarengan, jika salah satunya diangkat, maka yang lainnya pun terangkat.” (HR. Al Hakim dan Al Baihaqi dari riwayat Ibnu Umar secara marfu).

Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Anas dan Ibnu Abbas secara marfu’,

إِنَّ لِكُلِّ دِيْنٍ خُلُقًا، وَإِنَّ وَخُلُقُ الإِسْلَامِ الْحَيَاءُ

“Sungguh setiap agama itu memiliki akhlak dan sesungguhnya akhlak Islam adalah rasa malu.”

Dalam hadits lain disebutkan,

الْحَيَاءُ لَا يَأْتِي إِلَّا بِخَيْرٍ

“Rasa malu tidaklah mendatangkan kecuali perkara yang baik.”

Dalam hadits lainnya disebutkan,

إِنَّ أَوَّلَ مَا يُرْفَعُ مِنْ هَذِهِ الْأُمَّةِ الْحَيَاءُ وَالأَمَانَةُ فَسَلُوْهُمَا اللَّهَ

“Sungguh perkara pertama yang akan diangkat dari umat ini ada rasa malu dan amanah, maka pintalah kedua perkara itu pada Allah.”

Abu Utsman pernah mengatakan, “Orang yang berbicara tentang rasa malu tetapi dirinya tidak malu kepada Allah tentang apa yang dia katakan, maka dia adalah orang melakukan istidraj.”

Sara As-Saqathi pernah mengatakan, “Sungguh rasa malu dan kesupelan senantiasa mengetuk kalbu, andai keduanya temukan rasa zuhud dan wara’ didalamnya, maka keduanya akan tinggal dan jika tidak, maka keduanya pun akan pergi.”

Abu Sulaiman Ad-Darani pernah mengatakan, “Allah berfirman, ‘Hai hamba-Ku, apa yang telah membuatmu malu dari-Ku, niscaya Aku akan lupakan manusia dari aibmu dan Aku buat satu bumi ini lupa atas dosamu, Akupun hapus kesalahanmu dari Ummul Kitab (lauh mahfuzh). Akupun tidak akan berdialog lagi denganmu pada hari Kiamat tentang penghitungan amalanmu’.”

Dalam sebagian kitab yang pernah Allah turunkan disebutkan, “Hamba-Ku tidaklah engkau berbuat adil pada-Ku, dia berdo’a padaku dengan malu takut Aku tolak, sementara dia bermaksiat pada-Ku tetapi tidak malu kepada-Ku.”

Sumber : BUKU 40 SIFAT MURID TIJANY (AL QAUL AS-SADID FI SHIFAT AL MURID) SYAIKH MUHAMMAD BIN MUHAMMAD AL HAJUJI AT-TIJANY