You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

Sifat Murid Tijany 19. Adz-Dzikr

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – Sifat Murid Tijany 19. Adz-Dzikr

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اذْكُرُوْا اللّٰهَ ذِكْرًا كَثِيْرًا 
yaaa ayyuhallaziina aamanuzkurulloha zikrong kasiiroo

“Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah kepada Allah, dengan mengingat (nama-Nya) sebanyak-banyaknya,”
(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 41)

Dalam hadits Nabi Saw yang diriwayatkan Abu Ad-Darda secara marfu’ disebutkan,

الا أُنَبِّئُكُمْ بِخَيْرِ أَعْمَالِكُمْ، وَأَزْكَاهَا عِنْدَ مَلِيْكِكُمْ وَأَرْفَعِهَا فِي دَرَجَاتِكُمْ، وَخَيْرٌ لَكُمْ مِنْ إِعْطَاءِ الذَّهَبِ وَالْوَرِقِ، وَأَنْ تَلْقَوْا عَدُوَّكُمْ فَتَضْرِبُوا أَعْنَاقَهُمْ، وَيَضْرِبُوا أَعْنَاقَكُمْ ؟ قَالُوا: وَمَا ذَاكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ ؟ قَالَ : ذِكْرُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ.

“Tidakkah kalian mau aku beritahukan ragam amalan kalian yang paling baik dan paling mampu meninggikan derajat kalian serta lebih baik daripada orang yang diberi emas dan perak. Juga lebih baik bagi kalian daripada kalian bertemu dengan musuh kalian, kalian memerangi mereka dan mereka pun memerangi kalian?, Para sahabat berkata, ‘Apakah itu wahai Rasulallah?’, beliau bersabda, ‘Berdzikir kepada Allah Azza wa Jalla.”

Dalam Risalah Al Qusyairiyyah disebutkan, “Rukun kuat pada jalan menuju Allah Swt tidak dapat tercapai kecuali dengan mengkonsistenkan berdzikir kepada Allah Swt.”

Dzikiran itu ada dua macam: Dzikir lisan dan dzikir kalbu. Dzikir lisan mampu menghantarkan seorang hamba untuk bisa mengkonsistenkan dzikir kalbu serta membekaskan dzikir kalbu tersebut didalam jiwanya. Maka jika seorang hamba berdzikir kepada Allah Swt dengan lisan dan kalbunya, dialah yang sempurna dalam suluk-nya.

Abu Ali Ad-Darqaq pernah mengatakan, “Dzikiran itu adalah kewalian yang dibentangkan, barangsiapa yang diberikan taufik untuk berdzikir, maka ia telah diberikan bentangan tersebut dan siapa yang dicerabut sehingga tidak berdzikir, maka ia telah disingkirkan.”

Al Wasithi pernah ditanya tentang dzikir, dia mengatakan, “Keluar dari medan kelalaian menuju angkasa penyaksian jiwa, dengan rasa takut dan cinta yang dominan.”

Ada yang bertanya kepada Abu Utsman, “Kami telah berdzikir tetapi tidak merasakan rasa manis di kalbu kami.” Maka Ahmad menjawab, “Demi Allah, Dia akan berikan engkau budak perempuan yang ta’at pada Allah Swt.”

Diantara kekhususan dzikir adalah bahwa dzikir tidak terbatas wakunya, kapanpun waktunya seorang hamba diperintahkan untuk berdzikir. Shalat sekalipun ia merupakan ibadah yang paling mulia, tetapi shalat tidak bisa dilakukan pada waktu tertentu.

Diantara kekhususan dzikir lainnya, Allah jadikan balasan serupa bagi orang yang berdzikir, sebagaimana firman Allah Swt,

فَا ذْكُرُوْنِيْۤ اَذْكُرْكُمْ وَا شْکُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ
fazkuruuniii azkurkum wasykuruu lii wa laa takfuruun

“Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 152)

Malaikat Jibril pernah berkata kepada Nabi Saw, “Sungguh Allah Swt berfirman, ‘Aku telah berikan keutamaan pada umatmu yang tidak Aku berikan kepada umat-umat yang lainnya, “Nabi Saw menimpali, “Lantas apakah itu Jibril?” Jibril menjawab, ” yaitu firman Allah Swt, فَا ذْكُرُوْنِيْۤ اَذْكُرْكُمْ “Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu.”

Ada ulama yang mengatakan, “Sungguh para malaikat akan menanti perintah mencabut nyawa orang yang sedang berdzikir.”

Sebagian orang yang ‘Arifbillah mengatakan, “Di Surga nanti ada tanah lapang, jika orang yang berdzikir memulai dzikirannya, maka malaikat pun mulai menanam pepohonan di sana, sebagian malaikat ada yang berdiri-diri di sana, sehingga ada malaikat lain bertanya padanya, ‘Mengapa engkau berdiri disana?’ diapun menjawab, ‘Untuk melihat temanku (yaitu orang yang berdzikir)’.”

Sara Saqathi pernah mengatakan, “Dituliskan dalam sebagian kitab yang telah Allah turunkan, bahwa jika dzikir lebih dominan pada hamba-Ku, dimana dia merindu-Ku, maka Aku pun rindu padanya.”

Allah Swt telah mewahyukan kepada Daud As, “Karena Akulah, maka kalian berbahagia dan dengan mengingat-Ku lah kalian merasakan kenikmatan.”

Ada ulama yang mengatakan, “Apabila dzikiran telah menetap kokoh didalam kalbu seorang hamba, maka ketika syaithan mendekat padanya, dzikiran tersebutpun yang akan melawan syaithan, sebagaimana manusia ketika didekati syaithan, syaithan akan berkumpul dan berkata, ‘Kenapa dengan ini?” yang lain menjawab, “Dia telah terkena sentuhan manusia.”

Sahl At-Tustari pernah mengatakan, “Aku tidak mengetahui kemaksiatan yang paling buruk daripada kalian melupakan Rabb ini.”

Ada ulama yang mengatakan, “Malaikat tidak mampu mengangkat dzikir khafi (dzikir secara tersembunyi), sebab dzikiran itu tidak dapat dilihat; itu adalah rahasia antara seorang hamba dengan Allah Swt.”

Sumber : BUKU 40 SIFAT MURID TIJANY (AL QAUL AS-SADID FI SHIFAT AL MURID) SYAIKH MUHAMMAD BIN MUHAMMAD AL HAJUJI AT-TIJANY