
Elsubha.com – Sifat Murid Tijany 20. Al Futuwwah
Secara etimologi futuwwah dapat diartikan: Kedermawanan dan keluhuran budi. Dalam terminologi sufi futuwwah diartikan: Mendahulukan makhluk (orang lain) daripada dirinya dalam perkara dunia dan akhirat.
Ada ulama yang mengatakan, “Futuwwah adalah memaafkan kesalahan ikhwan.”
Ada pula ulama yang mengatakan, “Futuwwah adalah melihat diri tidak memiliki kelebihan dari yang lainnya.”
Ada juga yang mengatakan, “Futuwwah adalah engkau menjadi musuh bagi dirimu sendiri karena Allah Swt.
Ulama lain mengatakan, “Futuwwah adalah engkau senantiasa sadar dan tidak perlu disadarkan.”
Ada juga yang mengatakan, “Futuwwah adalah akhlak yang baik.”
Selain itu juga yang mengatakan, “Futuwwah adalah engkau tidak enggan terhadap orang fakir dan tidak menolak orang kaya.
Lain daripada diatas, ada juga yang mengatakan, “Futuwwah adalah meninggalkan apa yang hawa-mu inginkan untuk yang engkau takuti (Allah) Swt.”
Ada yang mengatakan, “Futuwwah adalah engkau tidak membedakan orang makan di rumahmu; apa dia seorang wali Allah atau orang kafir.”
Ada juga yang mengatakan, “Futuwwah adalah mencegah diri untuk menyakiti orang lain dan berupaya untuk murah hati kepada orang lain.”
Lebih global daripada diatas, ada ulama yang mengatakan, “Futuwwah adalah mengikuti As-Sunnah.”
Ada lagi yang mengatakan, “Futuwwah adalah keutamaan yang engkau kerahkan dan dirimu tidak merasa memiliki peranan disana.”
Ada juga ulama yang mengatakan, “Futuwwah adalah engkau tidak menyimpan dan tidak meminta maaf.”
Imam Al Qusyairi pernah mengatakan, “Ustadz pernah berkata, ‘Ketahuilah bahwa futuwwah adalah menutupi ragam aib teman, juga pada orang yang memiliki permusuhan denganmu.”
Ja’far bin Muhammad pernah bertanya kepada Syaqîq Al Balkhi tentang futuwwah, “Apa pendapatmu tentang futuwwah?” Syaqiq berkata, “Andai kami diberi (sesuatu) kami mensyukurinya, andai kami tidak diberi (sesuatu), kamipun bersabar.”
Ja’far menimpali, “Anjing-anjing kami di Madinah pun telah melakukan itu.” Lalu Syaqiq kembali menimpali, “Wahai anak daripada putri Rasulullah Saw, lantas apa makna futuwwah menurutmu?” Ja’far berkata, “Andai kami diberi (sesuatu), kami akan mendahulukan yang lain, dan andai kami tidak diberi (sesuatu) kami pun tetap bersyukur.”
