
Elsubha.com – Sifat Murid Tijany 2. Al Wara’
Didalam hadits Nabi Saw disebutkan,
مِلَاكُ الدِّيْنِ الْوَرَعُ
“Pegangan agama adalah wara” (HR. Abu Syaikh; Ibnu Hibban)
Beliaupun pernah bersabda dari riwayat Abu Hurairah,
كُنْ وَرِعًا تَكُنْ أَعْبَدَ النَّاسِ
“Jadilah engkau orang yang wara’, niscaya engkau menjadi sosok yang paling baik ibadahnya.” (HR. Al Baihaqi dari riwayat Abu Hurairah).
Asy-Syibli pernah ditanya tentang wara, beliau mengatakan, “Engkau berbuat wara’ agar kalbumu tidak tercerai-berai dari Allah sekejap matapun.”
Abu Sulaiman Ad-Dârani pernah mengatakan, “Wara adalah awalnya zuhud, sebagaimana qana’ah adalah jalannya keridhaan Allah.”
Yahya bin Mu’adz pernah mengatakan, “Wara’ itu seseorang berhenti pada batasan ilmu tanpa menakwilkannya kembali.”
Suatu hari Al Khawwas pernah ditanya tentang wara, beliau menjawab, “Seseorang tidak bicara kecuali dengan izin Allah Swt, baik dalam kondisi marah atau kondisi ridha, dimana yang menjadi fokus utamanya adalah perkara yang Allah ridhai.”
Beliaupun pernah mengatakan, “Wara’ itu tanda dari rasa takut, rasa takut itu tanda dari kema’rifatan pada Allah Swt dan kema’rifatan pada Allah Swt tanda dari dekatnya seorang hamba pada Allah Swt.”
Ibnu Adham pernah mengatakan, “Wara’ adalah meninggalkan segala perkara yang mengandung unsur syubhat dan juga meninggalkan yang tidak berguna bagimu.”
