You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

Thariqah At-Tijaniyyah : Syarat Sahnya Wiridan Thariqah At-Tijaniyyah

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – Thariqah At-Tijaniyyah : Syarat Sahnya Wiridan Thariqah At-Tijaniyyah

Syarat Sahnya Wiridan Thariqah At-Tijaniyyah

1. Bersuci dari hadats besar atau hadats kecil dengan air atau dengan debu sesuai dengan batasan yang telah ditentukan oleh syari’at.

2. Suci dari kotoran yang ada pada badan, baju dan juga tempat.

3. Menutup aurat sesuai dengan batasan aurat ketika akan melakukan shalat.

4. Tidak berbicara sejak memulai pembacaan wiridan kecuali adanya udzur. Satu atau dua kalimat tidak apa-apa. Sedangkan berkaitan dengan kedua orang tua, maka dia harus menjawab dan memenuhi kebutuhan orang tua dan melanjutkan sesuai batasan wiridan yang dibaca sebelumnya, begitu juga dengan sang istri kala dipanggil oleh suaminya. Boleh pula mengucapkan satu kata ketika isyarat tidak dipahami olehnya. Para ulama thariqah mengatakan, bahwa hukum yang berlaku pada syaikh (sang guru) berlaku pula pada kedua orang tua.

5. Berniat ketika akan membaca wiridan atau wazhifah atau hailalah. Ikhwan harus menentukan waktu pembacaannya; baik di pagi hari atau di sore hari. Ikhwan yang meninggalkan satu dari ragam persyaratan ini, maka dia harus mengulangi wiridannya tersebut dan tidak cukup hanya berniat untuk berdzikir secara mutlak tanpa menyebutkan ingin membaca wiridan apa dan diwaktu apa, jikapun dia melafalkan bacaan niatan ini, maka itu boleh-boleh saja.

Sumber : BUKU NAHJUL HAMID RAGAM KEWAJIBAN BAGI MUQADDAM DAN MURID (NAHJUL HAMID FIMA YAJIBU ‘ALAL MUQADDAMI WAL MURIID) SYAIKH IBRAHIM AL HUSAINI AT-TIJANY