
Elsubha.com – Makna Sholawat Fatih
Redaksinya:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ وَالْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ نَاصِرِ الْحَقِّ بِالْحَقِّ وَالهَادِي إِلَى صِرَاطِكُ الْمُسْتَقِيمِ وَعَلَى آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيمِ
“Ya Allah curahkanlah rahmat dan keselamatan atas penghulu kami Nabi Muhammad pembuka sesuatu yang terkunci, penutup dari semua yang terdahulu, penolong kebenaran dengan jalan yang benar, dan petunjuk kepada jalan-Mu yang lurus, dan juga (curahkanlah rahmat dan keselamatan) atas keluarganya dengan sebenar-benar kekuasaan dan ukuran Allah yang Maha Agung.”
Redaksi “اللَّهُمَّ ” maksudnya adalah Wahai Allah..
Redaksi”صَلِّ”maknanya adalah sholawatnya Allah kepada nabi-Nya, hal ini sebagaimana pernyataan Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra, bahwa kata “shali” merupakan kata yang sesuai, ia adalah sifat Allah yang berdiri sendiri. Tujuan orang yang bersholawat adalah memohon sholawat untuk Nabi Saw dengan ditambahkan kemuliaan bagi beliau Saw.
Redaksi “عَلَى سَيِّدِنَا” maknanya adalah penghulunya semua makhluk dari kalangan jin dan manusia serta malaikat.
Redaksi “مُحَمَّدٍ” maknanya adalah ilmunya Nabi Muhammad Saw
Redaksi, “الفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ ” maknanya adalah pernbuka wujud yang tertutup, dimana jika bukan karena Nabi Muhammad Saw, maka tidak ada makhluk dan tidak ada makhluk yang bisa keluar dari ketiadaan menjadi dzatnya ada. Beliaulah Saw sebab satu-satunya adanya semua makhluk. Sebagaimana beliau pulalah sebab kucuran rahmat Allah Swt bagi setiap makhluk. Jika bukan lantaran keberadaan beliau Saw, maka tidak ada makhluk yang mendapatkan curahan kasih sayang. Beliaulah yang membuka penutup keberadaan makhluk dan memberi kucuran madad, kucuran rahmat Allah Swt.
Redaksi “وَالْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ” maknanya adalah yang menutup sisi kenabian dan risalah yang telah lampau, sehingga tidak ada nabi dan rasul setelah beliau Saw.
Redaksi, “نَاصِرِ الْحَقِّ بِالْحَقِّ ” maknanya adalah penolong agamanya Allah Swt dengan kebenaran dan kesungguhan diri, bukan penolong kebatilan dan keburukan.
Redaksi, “وَالهَادِي إِلَى صِرَاطِكُ الْمُسْتَقِيمِ” maknanya adalah orang yang menunjukkan pada jalan-Mu yang lurus, jalan yang tidak ada kebengkokan, yaitu agama Islam.
Redaksi, “وَعَلَى آلِهِ” kata Al” dalam do’a
dimaksudkan semua ummat yang ada, akan tetapi seharusnya melihat sisi kedekatan dengan Nabi Saw dengan menambahkan rasa hormat pada mereka.
Redaksi “حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيمِ” maknanya adalah kadar keutamaan dan keagunganya beliau tidak ada satupun manusia yang memilikinya. Maka makna “Allhumma sholli, ” dan seterusnya puncaknya pada kadar yang dimiliki utusan-Mu.
Lihatlah apa puncak pencapaian Rasulullah Saw dan apa yang dipinta oleh orang yang bersholawat pada Allah agar Allah Swt berkenan bersholawat kepada sosok yang Dia cintai; Nabi Muhammad Saw dengan kadar yang mampu dicapai dengan keutamaan sholawat yang tidak memiliki batasannya.
Makna redaksi ” ُلاَ إِلَهَ إِلاَ اللّٰه” adalah tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah Swt, seseorang yang hendak memulai bacaan ini hendaknya meniatkan makna ini. Sedangkan tahapan atasnya adalah meyakini bahwa tidak ada tempat meminta dan tempat yang dituju kecuali Allah Swt, hingga akhirnya tidak ada yang dicinta kecuali Allah Swt.
