
Elsubha.com – Penamaan Perkara Yang Didapat Dari Proses Melihat Nabi Saw Secara Terjaga
Suatu ketika, ada perbincangan ringan dengan orang yang ingkar terhadap apa yang didapatkan dari proses melihat Nabi Muhammad Saw- didalam mimpi ataupun secara terjaga, ia bertanya padaku, “Apakah mimpi tersebut bisa dikatakan sebagai hadits yang muttashil, munqathi atau mursal? Aku menjawab, “Tinggal engkau ingin percaya atau tidak pada sabda Nabi Saw,
مَنْ رَآنِي فِي الْمَنَامِ فَسَيَرَانِي فِي الْيَقَظَةِ، وَلَا يَتَمَثَّلُ الشَّيْطَانُ بِي
“Barangsiapa yang bermimpi melihatku, maka ia akan melihatku secara terjaga dan syeithan tidak bisa menyerupaiku.” (HR. Al Bukhari)
Jika engkau tidak percaya pada hadits tersebut, maka engkau menjadi musuh As-Sunnah, sementara jika engkau percaya akan hadits tersebut, bahwa orang yang sudah melihat Nabi Muhammad Saw, maka ia telah benar-benar melihat beliau. Jika ada orang yang telah melihat Nabi Muhammad Saw berbicara dengan perkara yang tidak menyelisihi syari’at, maka itu benar adanya. Sebab, syeithan tidak bisa menyerupai Nabi Muhammad Saw. Maka namailah perkara yang orang tersebut dapatkan sesuai dengan keinginanmu, karena aku tidak lagi berdebat denganmu setelah ditetapkan kebenaran atas perkara tersebut. Maka bisa dikatakan bahwa itu adalah apa yang si fulan ambil dari Nabi Saw.
Para ulama tidak lagi berbeda pendapat, bahwa perkara itu (melihat Nabi Muhammad Saw secara terjaga) benar bisa terjadi, perkara itu telah terjadi berkali-kali sejak zaman sahabat hingga kini. Bahkan bisa terjadi setelah ini dan selama Nabi Saw masih mengajarkan orang-orang shaleh beragam do’a, beragam manfaat untuk kedokteran. Dan juga beliau masih mengabarkan suatu kejadian yang akan terjadi atau yang telah terjadi sebelumnya.
Tentang perkara melihat Nabi Saw secara terjaga ini pun sudah banyak catatan dari para ulama, beragam kitab As-Sunnah pun banyak dipenuhi ragam kisah ini.
