
Elsubha.com – Kata Pengantar Syaikh Ahmad bin Muhammad Al Hafiz dan Syaikh Muhammad Al Hafiz At-Tijany Al Mishri dalam Kitab Qasdussabil fi Ath-Thariqah At-Tijaniyyah
1. Kata Pengantar I : Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad Al Hafizh
Alhamdulillahi Rabbil Alamîn, was-Shalâtu was-Salâmu ‘Ala Asyrafil Mursalin, Sayyidina Muhammadin wa ‘Alâ Alihi wa Ashâbihi Al Mayâmîn, wa ‘Annâ Bihim Ajma’ien. Wa ba’du.
Maulana Syaikh Muhammad Al Hafiz At-Tijany memberikan judul buku ini dengan “Qasdusssabîl,” sungguh penamaan yang sangat menakjubkan, penamaan yang bersumber dari ketajaman mata hati, Allah Swt berfirman,
وَاتَّقُوا اللَّهَ وَيُعَلِّمُكُمُ اللَّهُ
“Dan bertakwalah kepada Allah; (niscaya) Allah akan mengajarmu,” (Qs. Al Baqarah [2]: 282).
Kamipun mencari makna itu pada kamus Mukhtar Ash-Shihah, dan kami temukan arti dari kalimat “Qasdussabil adalah: “Al Qasdu” memiliki arti tujuan atau maksud mengerjakan sesuatu, sedangkan kata “As-Sabil” berarti suatu jalan. Seperti yang tertera dalam firman Allah Swt,
قُلْ هَذِهِ سَبِيلِي أَدْعُوا إِلَى اللَّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي
“Katakanlah: ‘Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata,” (Qs. Yûsuf [12]: 108).
Orang yang ingin masuk dan terikat dengan thariqah Tijaniyyah ini, hendaknya dia selalu patuh dengan segala persyaratan dan adab yang ada di dalamnya, yaitu selalu menjaga perkara syariat; baik berupa pengetahuan dan juga pengamalannya. Sebab pintu awal menggapai Allah adalah dengan pengamalan thariqah, dan akhirnya adalah wujud pengamalan Al Qur’an dan As-Sunnah.
Sayyidi Ahmad At-Tijany Ra pernah berkata, “Jika kalian mendengar suatu perkara dariku, maka timbanglah perkara itu dengan neraca syariat agama. Apabila dia sesuai (dengan syariat), maka amalkanlah perkara tersebut dan apabila itu melanggar (syariat), maka tinggalkanlah.”
Kemudian beliau menjelaskan beragam persyaratan thariqah At-Tijaniyyah bagi orang yang ingin terikat dan masuk ke dalam thariqah At-Tijaniyyah, yaitu bahwa dirinya harus beristikharah kepada Allah Swt dan meminta izin kepada kedua orang tua atau salah satu dari mereka. Sebab seyogyanya dia sedang berada pada sebuah fase perjalanan menuju Allah dengan penyempurnaan bentuk penghambaan dan memenuhi segala hak Rububiyyah-Nya, gambaran ini seperti yang telah disabdakan oleh Rasulullah Saw,
إِنَّ لِرَبِّكَ عَلَيْكَ حَقًّا وَإِنَّ لِأَهْلِكَ عَلَيْكَ حَقًّا وَإِنَّ لِنَفْسِكَ عَلَيْكَ حَقًّا فَأَعْطِ كُلَّ ذِي حَقٌّ حَقَّهُ
“Sesungguhnya Tuhanmu, keluargamu dan dirimu memiliki hak darimu, maka penuhilah setiap hak (sesuai dengan porsinya).
Di dalam buku ini, Maulana Muhammad Al Hafizh juga menjabarkan prihal dzikiran dan wiridan lazim dalam thariqah At-Tijaniyyah ini, seperti: Wiridan pagi dan Alhamdulillah, petang, Wazhifah, dan Hailalah. semua wiridan tersebut selalu dilantunkan murid Tijany di belahan dunia manapun, tanpa ada yang berubah sekecil apapun.
Maka, disaat seorang murid thariqah At-Tijaniyyah pergi ke berbagai Negara yang dominan Islam, dan di dalamnya ada ikhwan thariqah At-Tijaniyyah, maka hendaknya dia membaca Wazhifah bersama ikhwan setempat secara jama’i (bersama-sama) dengan tata cara saat dia berada di negerinya sendiri. Alhamdulillah…
Inilah salah satu keistimewaan yang dimiliki oleh thariqah At-Tijaniyyah ini. Semoga Allah Swt senantiasa melimpahkan nikmat yang agung ini dan sudah seharusnya lah kita benar-benar menjaga hal di atas dari perubahan sekecil apapun.
Para pengikut thariqah At-Tijaniyyah ini, mayoritas berpegang teguh pada salah satu madzhab yang empat; baik madzhab Maliki, Asy-Syafi’i, Hanafi ataupun Hanbali. Jika ada orang yang berprasangka, bahwa kita (pengikut thariqah At-Tijaniyyah) keluar dari madzhab yang empat ini, maka dia telah berdusta.
Sebab keyakinan mereka telah berbeda dengan apa yang diyakini ulama empat madzhab ini. Wallahua’lam.
Syaikh Ahmad At-Tijany Ra pernah berkata, “Pembawa kebahagian Illahi, kelak akan menggiring sekelompok manusia ke dalam hadrah-Nya dan pemaling dari Ilahi (Tuhan), kelak akan memalingkan manusia lainnya.” sekelompok
Aku memohon kepada Allah Swt, semoga Dia menjadikan kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang bahagia di dunia dan akhirat.
Ahmad bin Muhammad Al Hafizh At-Tijany
Selasa, 19 Jumadil Awwal 1428H
05 Juni 2007M
2. Kata Pengantar II : Sayyidi Syaikh Muhammad Al Hafizh
Alhamdulillah, Allahumma Shalli wa Sallim ‘Alâ Sayyidina Muhammad, Al Fâtih Al Khâtim wa ‘Alâ Alihi wa Shohbihi wa kulli muslimin wa muslimatin.
Aku persembahkan buku ini kepada sahabatku; akhi fillah, Sayyid Asy-Syarif Syaikh Syafi’i Az-Zahwi, semoga Allah selalu menjaganya dari segala macam keburukan.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh, begitu pula bagi segenap pecinta.
Ulasan ini aku tulis di Negeri, dimana aku dilahirkan diantara keluargaku. Aku persembahkan tulisan ini bagi sanak kerabat, aku memohon kepada Allah Swt agar selalu menyatukan kita dijalan-Nya, dalam lingkup sisi Al Ahmadiyyah yang penuh barokah. Semoga Allah Swt menempatkan kita pada derajat tertinggi dalam lingkup Fadhilah Al Khatmiyyah serta mewafatkan kita dengan keyakinan yang sempurna dalam keridhoan-Nya.
Aku persembahkan tulisan ini kepadamu, dan juga para ikhwan thariqah At-Tijaniyyah, dalam bimbingan Syaikh As-Syingqithi, simbol fikih thariqah yang tidak diragukan lagi keutamaannya. Buku ini juga aku persembahkan untuk seluruh ikhwan thariqah At-Tijaniyyah.
Aku berharap semoga tulisan ini dapat diterima dengan baik. Tak lupa, aku mengharapkan doa dan rasa kasihan untuk hati yang hancur berkeping-keping ini.
Aku memohon kepada Allah, semoga Dia menghapus kesalahan kita serta para ikhwan dan menggantikannya dengan hal yang baik dari-Nya, agar Dia menghidupkan, mewafatkan dan membangkitkan kita sebagai sahabat khusus Sayyidina wa Maulana Al Quthb Al Maktum, Sayyidi Ahmad At-Tijany Ra, serta melimpahkan kepada kita kecintaan terhadap keluarga dan keturunannya yang unggul dengan jalur nasab Hasanaini [Al Hasan dan Al Husain].
Wa Shallalluhu ‘Ala Sayyidina Muhammad wa ‘Ali Alihi wa shahbih. Semoga Allah meridhai Al Qutbil Maktum, sanak keluarga dan seluruh orang-orang mukmin, Amiin.
Muhammad Al Hafiz At Tijany bin Abdul Lathîf bin Salim Kafr Qursh- Markaz Asymun- Manufeya (Kata pengantar ini tertulis di akhir buku yang dicetak oleh penerbit Al Itthåd di Zaqaziq, dimana aku juga melihatnya dalam cetakan itu Ahmad bin Muhammad Al Hafizh) Awwal Dzulhijjah 1348 H
Sumber : BUKU QASDUSSABIL FI ATH-THARIQAH AT-TIJANIYAH, SYAIKH MUHAMMAD AL HAFIZ AT-TIJANY AL MISHRI
