
Elsubha.com – Aku bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang maksud firman Allah Swt,
قَا لَ اهْبِطُوْا بَعْضُكُمْ لِبَـعْضٍ عَدُوٌّ ۚ وَلَـكُمْ فِى الْاَ رْضِ مُسْتَقَرٌّ وَّمَتَا عٌ اِلٰى حِيْنٍ
qoolahbithuu ba’dhukum liba’dhin ‘aduww, wa lakum fil-ardhi mustaqorruw wa mataa’un ilaa hiin
“(Allah) berfirman, “Turunlah kamu! Kamu akan saling bermusuhan satu sama lain. Bumi adalah tempat kediaman dan kesenanganmu sampai waktu yang telah ditentukan.””
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 24)
Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra menjawab:
Permusuhan itu terjadi antara empat: Antara Adam dan Hawa, iblis dan ular. Asal muasal permusuhan terjadi adalah lantaran adanya perbedaan tujuan. Perbedaan tujuan ini berlaku pada penghuni bumi ini, baik orang yang berakal maupun yang tidak berakal. Permusuhan antara iblis dengan ular, ini sangatlah nampak jelas, karena iblislah yang mengeluarkan ular dari surga dan ia tidak diusir dari surga lantaran Adam As. Sedangkan permusuhan antara Adam dan Hawa adalah seperti yang Al Qur’an gambarkan terkait memakan buah dari pohon itu. Permusuhan antara lelaki dan wanita terletak pada perbedaan tujuan, sedangkan rasa cinta antara keduanya tetap ada, seperti dalam firman-Nya,
قَا لَ اهْبِطُوْا بَعْضُكُمْ لِبَـعْضٍ عَدُوٌّ ۚ وَلَـكُمْ فِى الْاَ رْضِ مُسْتَقَرٌّ وَّمَتَا عٌ اِلٰى حِيْنٍ
qoolahbithuu ba’dhukum liba’dhin ‘aduww, wa lakum fil-ardhi mustaqorruw wa mataa’un ilaa hiin
“(Allah) berfirman, “Turunlah kamu! Kamu akan saling bermusuhan satu sama lain. Bumi adalah tempat kediaman dan kesenanganmu sampai waktu yang telah ditentukan.””
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 24)
-Selesai sudah apa yang di-imla’ kan pada kami dari hafalan dan perkataan Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra.-
