You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

Sifat Murid Tijany 1. Ash-Shidq

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – Sifat Murid Tijany 1. Ash-Shidq

Dalam Risalah Al Qusyairiyyah disebutkan bahwa dasar pertama yang seharusnya ada pada diri seorang murid adalah Ash-Shidq (kejujuran jiwa), hal ini bertujuan agar dia mendasari perkaranya dengan dasar yang benar, sebab jika tidak demikian dia tidak akan pernah wushul lantaran dirinya menyia-nyiakan pokok pondasi dasarnya. Maka pertama kali seyogyanya seorang murid itu memperbaiki keyakinan antara diri-nya dengan Allah Swt, dirinya bersih dari ragam dugaan dan prasangka, kosong dari kesesatan dan perkara bid’ah yang didasari dengan dalil dan hujjah yang benar.

Perkara buruk jika seorang murid ber-intisâb kepada salah satu madzhab yang bermacam-macam ini kecuali madzhab thariqah ini. Tidaklah thariqah sufi ber-intisab pada salah satu madzhab yang saling bertentangan kecuali itu lahir dari kebodohan mereka dengan madzhab thariqah ini. Sebab, ragam hujjah madzhab ahli thariqah ini lebih jelas daripada hujjah lainnya, perkataan madzhab mereka bahkan lebih kuat daripada perkataan yang datangnya dari setiap madzhab yang ada.

Manusia itu ada yang bersandar pada penukilan dan atsar, ada juga yang bersandar pada akal dan pemikiran. Para syaikh thariqah ini meningkat lebih tinggi dari cara ini. Yang tidak nampak bagi manusia, nampak bagi mereka. Ragam pengetahuan yang telah diketahui oleh kebanyakan manusia, mereka pun memilikinya dari Rabb mereka, merekalah orang-orang yang senantiasa terkoneksi dengan Rabb mereka, sementara manusia lain adalah orang-orang yang senantiasa berdalil dan ini bukannya ada sepanjang zaman. Diantara syaikh thariqah ini ada yang memiliki kedalaman pemahaman tauhid, sementara ulama yang ada pada masa itu berserah diri pada perkara tersebut, bahkan para ulama yang ada ber-tawadhu’ kepada beliau dan ber-tabarruk kepada beliau. Jika bukan demikian kondisinya, maka yang terjadi adalah sebaliknya.

Sumber : BUKU 40 SIFAT MURID TIJANY (AL QAUL AS-SADID FI SHIFAT AL MURID) SYAIKH MUHAMMAD BIN MUHAMMAD AL HAJUJI AT-TIJANY