
Elsubha.com – As-Syama `il At-Tijaniyyah : Nasab Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany radhiyallahu ‘anhu
Sayyidi Muhammad bin Al Musyri menuliskan dalam Raudhul Muhibbul Fâni demikian:
Nasab Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra bersandar ke Maulana Al Hasan bin Ali Ra. Hasil tahqiq nasab beliau ada di saya. Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra tidak mau memastikan nasab beliau sesuai yang dengar banyak orang, tidak pula yang tertulis dinaskah nasab sampai beliau langsung yang bertanya kepada Rasulullah Saw terkait dengan nasab beliau dan kepastiannya, aku mendengar Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra mengatakan, “Aku pernah bertanya kepada Sayyidil wujud; Nabi Muhammad Saw tentang nasabku; apakah aku syarif atau bukan? Apakah penduduk dimana aku dilahirkan pun juga dari keturunan syarif?. Nabi Muhammad Saw menjawab, ‘Engkau adalah anakku, engkau adalah anakku; beliau Saw mengulangi kata tersebut sebanyak 3 kali;”
Sedangkan mengenai penduduk desa, Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra berkata padaku, “Nabi Muhammad Saw diam dan tidak menjawabku tentang kepastian nasab mereka.”
Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra bukan dari nasab mereka, akan tetapi lantaran kakek beliaulah yang berpindah ke desa tersebut. (Al ‘Allamah Ahmad Sukairij berkali-kali mengualangi dalam jawaban beliau, bahwa para kakek Syaikh Ahmad At-Tijany Ra berada di desa ‘Abdah, kota Asif di Maghrib sana. Kakek Sayyidi Syaikh Ra yang pindah ke padang pasir bagian timur adalah kakek beliau yang keempat; Maulana Muhammad Fathan bin Salim, lalu beliau datang ke Ainu Madhi dan menetap di sana serta menikah dengan wanita setempat. Dengan inilah silsilah keturunan Sayyidi Syaikh Ra hingga kini masih ada di sana. Dengan inilah sekelompok ulama Tijany sepakat mengatakan yang demikian; mereka adalah Al Waliyyush-Shalih Al ‘Arifbillah Muhammad Al ‘Arabi bin Sa`th; Muqaddam Al Jalil Sayyidi Muhammad Balqasim Bashari Al Miknāsi; ‘Allamah Al Faqih Sayyidi Muhammad Fathan Kanûn dan Al Faqih Sayyidi Muhammad Al Hajūji serta yang lainnya.) Antara Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra dan mereka hanya ada jalur nasab dari garis keturunan wanita. Penisbatan nasab beliau dengan “At-Tijany” karena kakeknya menetap di desa tersebut. Inilah yang dikabarkan Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra kepadaku. Sejak beliau mendengar sendiri kepastian nasab beliau dari Nabi Muhammad Saw inilah baru beliau melantangkan suara kepada masyarakat secara umum maupun orang-orang khusus beliau bahwa beliau adalah syarif (keturunan Nabi Saw). Pengakuan tersebut lahir dari diri Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra yang memastikan sendiri perkara nasab tersebut, sebab Sayyidul wujud Saw lah yang mengabarkan kepada beliau secara terjaga dan tidak dalam kondisi tertidur, beliaupun juga bertanya ragam perkara zhahir dan perkara bathin yang banyak dan nabi Saw pun menjawabnya. (Lihat Raudhul Muhibbul Fâni karya Al ‘Arifbillah Sayyidi Muhammad bin Musyri, hal. 2)
