
Elsubha.com – Pendahuluan dalam Kitab Kâsyiful Ilbâs ‘an Faidhati al Khatmi Abil Abbâs
Segala puji hanya bagi Allah Rabb alam semesta; Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang; Raja di hari Kemudian; Dzat yang mengucurkan lautan cahaya kepada para wali-Nya nan mengkhususkan mereka dengan ahwal dan asrar yang jernih; menyibukkan mereka untuk senantiasa berdzikir mengingat-Nya siang dan malam; Allah kumpulkan mereka bersama Nabi Muhammad Saw; sosok yang Allah cinta dan pilih; Allah kenalkan mereka sehingga merekapun mengenal-Nya, sehingga mereka keluar dari lingkaran kebodohan dan keingkaran. Allah pilih mereka untuk berkhidmat pada-Nya; cintai pada-Nya dan menemani orang-orang pilihan-Nya yang baik. Allah tarik jiwa mereka kepada hadhrah quds, sehingga merekapun berangan mampu menelaah sisi jalal dan memperhatikan sisi jamal-Nya; jiwa merekapun hilang dengan penyaksian sisi kesempurnaan-Nya.
Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada sang perantara yang paling agung dan inti ma’rifat yang paling kokoh; yang ber-tajalli untuknya dengan kesempurnaan Dzat, sehingga menjadi martabat yang komprehensif bagi asma dan sifat-Nya; penghulu kami Muhammad Saw. Semoga juga terlimpah kepada keluarga dan sahabatnya yang senantiasa mendapatkan hidayah dan juga para tabi’in dan tabi’ tabi’in hingga hari Kiamat; khususnya cucu lagi pewaris asrar, pemberi madad para wali quthub dan ‘arifin, sandaran para pembesar wali, orang shaleh, wali abdal dan shiddiqin. (Amma ba’du).
Ada keingkaran terhadap ahli faidhah at-Tijaniyyah, dimana keingkaran tersebut dilantarbelakangi keingkaran pada syaikhnya yang senantiasa memberikan madad pada manusia sejak munculnya faidhah at-Tijaniyyah al Ahmadiyyah al Muhammadiyyah al Ibrahimiyyah al Hanifiyyah. Maka sejak lama aku berencana untuk membungkam mereka, meski aku sudah tahu apa yang mereka perbuat adalah perkara yang amat mungkar, hal itu aku lakukan karena aku bagian dari golongan faidhah at-Tijaniyyah ini. Dalam perkembangan-nya, keingkaran, bualan dan juga kebohongan mereka semakin menjadi-jadi, hingga aku mampu mengumpulkan beragam perkataan para ulama terkemuka, guna menjelaskan madzhab para sufi. Maka akupun memohon pertolongan dari Allah Swt dalam penyusunan buku ini, seraya terus meminta madad dari sayyidi syaikh Ahmad at-Tijany Ra pemilik maqam ini.
Membantah perkataan mereka sebenarnya adalah bentuk bantahan dari al Khatm at-Tijany dengan perantara Nabi daripada hadhrah Rabb Arbab. Dengan demikian, menjawab pernyataan mereka menjadi wajib bagiku lantaran aku adalah khadim dalam thariqah ini. Akupun menyusun buku ini menjadi tiga bab, disetiap bab ada tiga pasal dan diakhiri dengan penutup:
Pendahuluan: Tarbiyah Thariqah
Bab I terdiri dari 3 pasal:
Pasal I : Hakekat Tasawuf dan Talqin Dzikir.
Pasal II : Keutamaan Berdzikir Mengingat Allah.
Pasal III : Keutamaan Berkumpul untuk Berdzikir dan Membaca Al Qur’an.
Bab II terdiri dari 3 pasal:
Pasal I : Faidhah at-Tijaniyyah dalam Frame Al Qur’an dan As-Sunnah.
Pasal II: Sandaran Ilmu Dzauqiyyah, Al Qur`an dan As-Sunnah.
Pasal III: Poros Tarbiyah dalam Thariqah At-Tijaniyyah
Bab III terdiri dari 3 pasal:
Pasal I : Wanti-wanti dengan Keingkaran Orang yang Diberi Kekhususan.
Pasal II: Guru Mursyid, Sifat dan Ahwal Murid Ketika Bersamanya.
Pasal III: Mimpinya Wali Allah dan Pandangan Ulama
Penutup: Sandaran Keilmuan dan Asrar Kami dalam Thariqah Al Khatm At-Tijany.
Akupun memohon kepada Allah Swt agar menjadi-kan upaya ini tulus ikhlas di sisi-Nya, juga berharap buku ini memberikan manfaat bagiku dan juga saudaraku; kaum mukminin. Oleh karena itu, kuberi judul Kâsyif al Ilbâs ‘an Faidhati al Khatmi Abil ‘Abbas.
Kinilah saatnya aku mulai tulisan ini dengan senantiasa memohon perlindungan kepada Allah, Sang Raja yang disembah, seraya memohon taufik-Nya. Dialah hakekatnya yang menunjukkan kepada jalan yang baik.
