
Elsubha.com – Shalawat Yaqutat al Haqa`iq bi at-Ta’rif bi Haqiqah Sayyid al Khala`iq
“Untuk mengamalkan wirid ikhtiyari, alangkah lebih bijak jika dikonsultasikan terlebih dahulu kepada muqaddam masing-masing”
Shalawat ini merupakan shalawat yang didiktekan Nabi Saw kepada Sayyidi Syaikh Ahmad at-Tijany Ra.
Dalam Jawahir al Ma’ani disebutkan: Orang yang konsisiten membacanya, Allah akan jaminkan baginya kebaikan dunia dan akhirat. Orang yang konsisten membaca shalawat ini satu kali, maka akan terjamin dunia dan akhiratnya. Orang yang membacanya dua kali dalam sehari (satu kali dipagi hari dan satu kali di sore/malam hari), Allah akan ampuni dosa-dosanya; baik dosa besar maupun dosa kecil.
اللّٰهُ اللّٰهُ اللّٰهُ، اللَّهُمَّ أَنْتَ اللّٰهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ العَالِي (1)
فِي عَظَمَةِ الْفِرَادِ حَضْرَةِ (2)
أَحَدِيَّتِكَ، الَّتِي شِئْتَ فِيهَا بِوُجُودِ شُؤُونِكَ، وَأَنْشَأْتَ مِنْ نُوْرِكَ الْكَامِلِ نَشْأَةَ الحَقِّ، وَأَنَطْتَهَا وَجَعَلْتَهَا صُورَةً كَامِلَةً تامَّةً، تَجِدُ مِنْهَا بِسَبَبٍ وُجُوْدِهَا مِنْ انْفِرَادِ (3)
أَحَدِيَّتِكَ قَبْلَ نَشْرِ أَشْبَاحِهَا ، وَجَعَلْتَ مِنْهَا فِيهَا بِسَبِبِهَا (4)
الْبِسَاطَ الْعِلْمِ، (5)
وَجَعَلْتَ مِنْ أَثَرِ هَذِهِ الْعَظَمَةِ وَمِنْ بَرَكَاتِهَا (6)
شَبْحَةَ الصُّورِ كُلِّهَا، جَامِدِهَا وَمُتَحَرِّكِهَا ، وَأَنَطْتَهَا بِإِقْبَالِ التَّحْرِيْكِ وَالتَّسْكِينِ وَجَعَلْتَهَا فِي إِحَاطَةِ العِزَّةِ مِنْ كَوْنِهَا قَبِلَتْ مِنْهَا وَفِيهَا (7)
وَلَهَا، وَتَشَعْشَعَتِ الصُّوَرُ البَارِزَةُ بِإِقْبَالِ الوُجُوْدِ، وَقَدَّرْتَ لَهَا وَفِيْهَا، وَمِنْهَا مَا يُمَائِلُهَا مِمَّا يُطَابِقُ أَرْقَامَ صُوَرِهَا، وَحَكَمْتَ عَلَيْهَا بِالْبُرُوْزِ لِتَأْدِيَةِ مَا قَدَّرْتَهُ عَلَيْهَا، وَجَعَلْتَهَا مَنْقُوْشَةً فِي لَوْحِهَا الْمَحْفُوْظِ، الَّذِي خُلِقَتْ مِنْهُ بِبَرَكَاتِهِ، (8)
وَحَكَمْتَ عَلَيْهَا بِمَا أَرَدْتَ لَهَا وَبِمَا تُرِيدُ بِهَا، وَجَعَلْتَ كُلَّ الْكُلِّ فِي كُلِّكَ، وَجَعَلْتَ هَذَا الْكُلَّ مِنْ كُلِّكَ، وَجَعَلْتَ الْكُلَّ قَبْضَةً مِنْ نُوْرِ عَظَمَتِكَ، رُوْحاً لِمَا أَنْتَ أَهْلٌ لَهُ وَلِمَا هُوَ أَهْلٌ لَكَ.
Allah, Allah, Allah, ya Allah, Engkaulah Allah yang tiada ilah melainkan-Mu, yang luhur dalam Agungnya hadhrah kesendirian-Mu, yang pada keagungan tersebut, Engkau menghendaki terwujudnya pekerjaan-Mu. Dari cahaya-Mu yang sempurna itulah Engkau ciptakan suatu ciptaan yang haq; yaitu Nur al Muhammadi, Engkau telah menggantungkan dan menjadikannya gambaran sempurna, dimana dengan sebabnya yang muncul dari sendirinya keEsaan-Mu sebelum Engkau mewujudkan makhluk; sebelum menghamparkan jirimnya. Engkau telah menjadikan dari ciptaan (Nur Muhammadi) itu terbentang-nya ilmu. Dan dari berkas keagungan dan keberkahan ini Engkau jadikan jirim semua rupa yang ada, baik yang diam maupun yang bergerak. Engkau pun membuatnya bisa bergerak dan diam. Engkau telah jadikan suatu ciptaan yang haq itu (Nur Muhammadi) dalam balutan kemuliaan-Mu; yaitu keagungan Nur Muhammadi itu datang dari kemuliaan-Mu dan dia berada dalam lingkup ini dan keberadaan itu pula untuknya, dimana hanya sedikit yang bisa terlihat di alam nyata.
Engkau pun telah takdirkan didalam wujud dzatnya dan darinya pula apa-apa yang menyerupainya dari setiap perkara yang menyamai bentuk rupanya keagungan ciptaan itu, atas keagungan ciptaan itupula Engkau telah buat ketentuan dan tuliskan pada lauh mahfuzh, yang dari sosoknyalah lauh mahfuzh tercipta dengan keberkahannya sehingga Engkau bisa menetapkan sesuatu yang telah Engkau kehendaki karenanya dan sesuatu yang akan Engkau kehendaki lantaran penyebab itu pula. Engkau telah jadikan semua yang ada itu dari kesempurnaan-Mu dan jadikan semuannya itu berupa genggaman dari cahaya keagungan-Mu; sebagai roh perkara yang Engkau berhak padanya dan perkara yang berhak untuk Engkau.
أَسْأَلُكَ اللَّهُمَّ بِمَرْتَبَةِ هَذِهِ الْعَظَمَةِ وَإِطْلَاقِهَا فِي وُجْدٍ وَعَدَمٍ، أَنْ تُصَلِّيَ وَتُسَلِّمَ عَلَى تُرْجُمَانِ لِسَانِ الْقِدَمِ اللَّوْحِ (9)
الْمَحْفُوْظِ، وَالنُّوْرِ (10)
السَّارِي الْمَمْدُوْدِ، الَّذِي لَا يُدْرِكُهُ دَارِكٌ، وَلَا يَلْحَقُهُ لاَحِقِّ الصِّرَاطِ المِسْتَقِيمِ نَاصِرِ الحَقِّ بالحَقِّ.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ عَلَى أَشْرَفِ الْخَلَائِقِ الإِنْسَانِيَّةِ وَالْحَانِّيَةِ، صَاحِبِ الْأَنْوَارِ الفَاخِرَةِ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَعَلَى (11)
أَوْلَادِهِ وَأَزْوَاجِهِ، وَذُرِّيَتِهِ وَأَهْلِ بَيْتِهِ وَإِخْوَانِهِ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصَّدِّيقِينَ، وَعَلَى مَنْ آمَنَ بِهِ وَاتَّبَعَهُ مِنَ الْأَوَّلِينَ وَالْآخِرِينَ،
Aku memohon pada-Mu ya Allah dengan martabat dan mutlaknya keagungan (ciptaan) ini yang terucap pada perkara yang ada wujudnya dan perkara yang tidak ada wujudnya, aku memohon pada-Mu agar Engkau berkenan menyampaikan shalawat dan salam kepada Nabi yang menjadi juru bicara ketentuan-ketentuan lauh mahfuzh dan Nabi yang menjadi cahaya yang berjalan memanjang, sosok yang tidak ada seorang pun yang bisa mencapai (martabat beliau) dan tidak ada pula yang bisa mendekati maqam beliau setelah itu. Nabi yang menjadi jalan yang lurus, penolong kebenaran dengan kebenaran.dllis
Ya Allah, haturkanlah shalawat dan salam kepada Nabi yang merupakan sosok yang paling mulia pada bangsa manusia dan jin; sosok nabi yang memiliki cahaya yang agung. Ya Allah, haturkanlah shalawat dan salam kepada beliau, keluarganya, putra-putranya, istri-istrinya, cucu-cucunya dan Alu bait dan saudara-saudara beliau; yaitu para nabi, para shiddiqin, pada orang yang beriman dan mengikuti beliau; baik generasi terdahulu maupun generasi belakangan.
اللَّهُمَّ اجْعَلْ صَلَاتَنَا عَلَيْهِ مَقْبُوْلَةً لَا مَرْدُوْدَةً، اللَّهُمَّ صَلَّ عَلَى (12)
سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ اللَّهُمَّ (13)
وَاجْعَلْهُ لَنَا رُوْحاً وَلِعِبَادَتِنَا سِرّاً، وَاجْعَلِ اللَّهُمَّ مَحَبَّتَهُ لَنَا قُوَّةً،(14)
أَسْتَعِينُ (15)
بِهَا عَلَى تَعْظِيمِهِ اللَّهُمَّ وَاجْعَلْ تَعْظِيمَهُ فِي قُلُوْبِنَا حَيَاةً، أَقُوْمُ بِهَا وَأَسْتَعِيْنُ بِمَا عَلَى ذِكْرِهِ وَذِكْرِ رَبِّهِ. اللَّهُمَّ وَاجْعَلْ (16)
صَلاتَنَا عَلَيْهِ مِفْتَاحًا، وَافْتَحْ لَنَا بِهَا (17)
يَا رَبِّ حِجَابَ الإقبالِ، وَتَقَبَّلْ مِنِّي بِبَرَكَاتِ (18)
حَبِيبِي وَحَبِيْبٍ عِبَادِكَ الْمُؤْمِنِينَ، مَا أَنَا أُؤَدِّيْهِ مِنَ الْأَوْرَادِ وَالْأَذْكَارِ وَالْمَحَبَّةِ وَالتَّعْظِيمِ لِذَاتكَ اللّٰهِ اللّٰهِ اللّٰهِ آه (19)
آمِينٌ. هُوَ هُوَ هُوَ آمِينٌ. وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ آمِينٌ.
Ya Allah, jadikanlah shalawat kami kepada beliau diterima dan tidak ditolak. Ya Allah, haturkanlah shalawat dan salam kepada penghulu dan tuan kami Muhammad dan keluarganya. Ya Allah, jadikanlah beliau ruh pada diri kami, rahasia bagi ibadah kami, jadikanlah ya Allah kecintaan kami kepada beliau sebagai kekuatan yang dengannya kami mampu mengagungkan beliau. Ya Allah, jadikanlah pengagungan beliau dalam diri kami itu senantiasa hidup, yang mana dengan itulah kami bisa tegak meminta bantuan untuk senantiasa mengingat beliau dan juga mengingat Rabbnya. Ya Allah, jadikanlah shalawat kami kepada beliau sebagai kunci pembuka, bukalah bagi kami tirai penghalang menghadap-Mu dan dengan keberkahan kekasihku yang juga merupakan kekasih hamba-hamba-Mu yang mukmin agar Engkau berkenan menerima dariku beragam wiridan, dzikiran, kecintaan dan pengagunganku terhadap Dzat-Mu yang hanya untuk Allah, hanya untuk Allah dan hanya untuk Allah, Amin…Allah…Allah… Allah…Amin dan semoga Allah haturkan shalawat atas penghulu kami Muhammad. Amin.
Catatan :
1. Dalam ar-Rimah, disebutkan dengan redaksi, (العلى)
2. Dalam al Jami redaksi, (حضرة) tidak ada.
3. Dalam ar-Rimah disebutkan dengan redaksi, (اِنْفِرَادِ حَضْرَةِ أَحَدِيَّتِكَ)
4. Dalam al Kharidah disebutkan dengan redaksi, (بِسَبَبِ اِنْبِسَاطِ الْعِلْمِ)
5. Dalam al Jaisy disebutkan dengan redaksi, (بِسْبَبِهَا إِنْبِسَاطَ الْعِلْمِ)
6. Dalam al Jami’ dan ar-Rimah disebutkan dengan redaksi, (بَرَكَتِهَا)
7. Dalam al Kharidah disebutkan dengan redaksi, (وَلَهَا وَفِيْهَا)
8. Dalam Mizaburrahmah, al Kharidah dan al Jaisy disebutkan dengan redaksi, (بِبَرَتِهِ)
9. Dalam al Kharidah disebutkan dengan redaksi, (وَاللَّوْحِ)
10. Dalam al Jami’ disebutkan dengan redaksi, (النُّوْرِ)
11. Dalam al Jaisy dan Mizaburrahmah disebutkan dengan redaksi, (وَأَوْلَادِهِ). Ini berlandaskan pada naskah asli yang ditulis tangan dengan tangan.
12. Dalam al Jami’ dan ar-Rimah disebutkan dengan redaksi, (صَلِّ وَسَلِّمْ)
13. Dalam al Jami’ disebutkan dengan redaksi, (اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ)
14. Dalam al Jami’ dan ar-Rimah disebutkan dengan redaksi, (قُوَّتًا)
15. Dalam al Jaisy dan Mizaburrahmah disebutkan dengan redaksi, (نَسْتَعِينُ)
16. Dalam al Jami’ dan al Jaisy disebutkan dengan redaksi, (اجْعَلْ)
17. Dalam al Jaisy disebutkan dengan redaksi, (يَارَبِّ بِهَا)
18. Dalam Jawahir al Ma’ani dan naskah lainnya disebutkan dengan redaksi, (بِبَرَكَةِ)
19. Dalam ragam naskah Jawahir, al Jami’, al Jaisy dan Mizaburrahmah disebutkan (آه) tanpa harakat; pada naskah tulisan tangan diberi harakat sukun (آهْ); Dalam al Jaisy disebutkan dengan harakat kasrah (آهِ) dan kasratain (آهٍ). Hal ini dibenarkan oleh Sayyidi asy-Syingqithi. Sementara dalam ar-Rimah dan al Kharidah disebutkan dengan redaksi, (آهٍ آهٍ آهٍ)
